Menghilang Beberapa Hari, Lelaki Asal Kalitidu Ditemukan Terapung Tak Bernyawa di Sungai
Kamis, 19 Mei 2016 19:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Ngasem – Seorang lelaki warga Kecamatan Dander ditemukan terapung tanpa nyawa di Sungai Gebang turut wilayah hutan di Desa Wadang Kecamatan Ngasem, hari ini, Kamis (19/05) sekira pukul 09.30 WIB. Lelaki itu adalah Kadir (60), warga Dusun Sidokumpul Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Berdasar keterangan yang berhasil dihimpun beritabojonegoro.com (BBC) dari Kepolisian menyebutkan, awal penemuan jenazah korban adalah saat Matno (50) warga Desa Wadang Kecamatan Ngasem mencari kayu di hutan. Tak lama berselang, tepatnya pada petak 12 RPH Wadang BPKH Tengger, Matno mencium bau busuk. Karena penasaran, dia segera mencari sumber bau busuk itu hingga akhirnya melihat sesosok tubuh mengapung di sungai. Dia langsung bereaksi dengan melaporkan apa yang dia lihat ke Mapolsek Ngasem.
Menerima laporan, Kapolsek Ngasem dan anggota segera datang ke lokasi penemuan beserta Tim Identifikasi Polres Bojonegoro, Kasatreskrim Polres, perangkat desa, dan juga tim medis Puskesmas Ngasem serta beberapa petugas lainnya. Jenazah segera dievakuasi dari sungai dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Sosodoro Djati Kusumo Bojonegoro, sekira pukul 15.00 WIB, untuk dilakukan identifikasi.
Kapolsek Ngasem AKP Subarata memberikan keterangan kepada BBC, saat ditemukan, jenazah Kadir memakai baju lengan pendek warna putih dengan celana kolor warna hitam, dengan tinggi badan 157 cm, rambut beruban, kulit terkelupas karena lama terendam air, dan dalam kondisi telungkup mengapung dan tersangkut pada akar pohon di air.
AKP Subarata menambahkan, berdasar keterangan keluarga, Kadir menderita stress sejak lima bulan yang lalu dan menghilang sejak hari Minggu (15/05) lalu. “Terakhir Kadir ke rumah anaknya pergi yang bernama Maskun, di Desa Kedungrejo Kecamatan Dander. Sepulangnya, tahu-tahu ditemukan meninggal hari ini, terapung di sungai,” terangnya.
Menurut Dr Sarjono dari RSUD Sosodoro Djati Kusumo, kematian Kadir karena sakit. Diperkirakan meninggal karena terpeleset hingga tenggelam. “Kematian kadir sudah tiga hari yang lalu, dilihat dari bau busuk dan kepala yang sudah jadi tengkorak. Tidak ada bekas penganiayaan dan kekerasan,” kata AKP Marjono menjelaskan.
Sementara istri korban, Samirah (65), yang ikut ke RSUD, saat dimintai keterangan BBC mengatakan, dirinya tidak mengira suaminya meninggal. “Suami biasanya pergi ke rumah anak dan saudara. Selama empat hari ini, saya kira tinggal di rumah anak (di Dander),” katanya dengan mimik muka sedih. (mol/moha)































.md.jpg)






