Tidak Paham Rambu Lalu Lintas, Anak-Anak Rentan Terlibat Kecelakaan
Sabtu, 28 Mei 2016 09:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota - Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Bojonegoro selama empat bulan terakhir selama 2016 mengalami kenaikan. Kasus kecelakaan terbanyak rata-rata disebabkan karena faktor kelalaian pengendara (human error).
Menurut Kanit Laka Lantas, Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Mukari, kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kebanyakan karena human eror. Pengendara maupun pengemudi biasanya tidak memperhatikan rambu lalu lintas yang ada.
Selain human eror, pengendara kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan itu anak-anak yang seharusnya belum waktunya menggunakan kendaraan bermotor. Mereka biasanya belum paham tentang rambu-rambu lalu lintas dan ugal-ugalan di jalan.
"Biasanya anak-anak dibawah umur yang mengendarai sepeda motor ini sering kecelakaan karena ngebut tapi tidak tahu rambu-rambu," ujarnya.
Data dari Satlantas Polres Bojonegoro menyebutkan, kecelakaan lalu lintas selama empat bulan terakhir tahun 2016 mencapai 208 kasus, dengan korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, luka berat 12 orang dan luka ringan 401 orang. Dari kasus tersebut kerugian material mencapai Rp254 juta.
Secara rinci kasus kecelakaan selama tiga bulan terakhir meningkat. Pada bulan Januari kasus kecelakaan terjadi sebanyak 52 kasus, dengan korban meninggal dunia 3 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan 103 orang.
Pada bulan Februari hingga April 2016 kasus kecelakaan meningkat. Bulan Februari terjadi 43 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia 5 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 85 orang, bulan Maret ada 46 kasus dengan korban meninggal 17 orang, luka berat 5 dan luka ringan 92 orang.
Bulan April kasus kecelakaan menjadi 67 kasus, korban meninggal 9 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan 120 orang. Kasus kecelakaan ini kata Mukari menyebar ke seluruh wilayah. "Fatalitas kecelakaan juga menyebar dibeberapa titik," ujarnya.
Sementara diketahui, kasus kecelakaan yang terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Ngrowo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang terjadi antar sepeda motor mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia Mohamad Khosim, warga Kelurahan Ngrowo. Dia meninggal dunia seketika.
Korban yang juga pegawai Pencatat Nikah (PPN) Kelurahan Ngrowo ini sebelumnya mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Nopol S 5930 CU dari arah timur hendak belok ke kiri. Namun dari arah bersamaan melaju kencang pengendara motor Honda Legenda dengan nopol S 4454 DI dan langsung menabrak korban.
Pengendara Honda Legenda merupakan anak-anak dan tidak membawa kartu identitas pengenal diri. Kedua pengendara honda Legenda mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Bojonegoro. (her/kik)































.md.jpg)






