Senggol Pejalan Kaki, Pengendara Motor Tersungkur Lalu Dipukuli
Selasa, 31 Mei 2016 17:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kalitidu - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah yang dialami Dwi Indah (19), warga Desa Jampet Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (30/05) malam sekira pukul 19.00 WIB. Dia yang saat itu mengendarai motor, mengalami kecelakaan karena menyenggol seorang pejalan kaki. Gadis itu pun tersungkur di atas aspal. Kasihannya lagi, bukannya ditolong, gadis ini malah menjadi sasaran penganiayaan oleh sekelompok remaja tidak dikenal.
Nasib malang dialami oleh Dwi Indah (19), warga Desa Jampet Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Ia terjatuh karena menabrak Andik Setiawan (15), salah seorang anggota gerombolan anak punk yang sedang berjalan di sepanjang jalan raya Bojonegoro-Padangan, turut Desa Mayangrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Menurut seorang saksi mata, Maskur (58), peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Bojonegoro-Padangan, turut Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu. Ketika itu hujan gerimis, sekira pukul 19.00 WIB, Dwi Indah yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J nomor polisi S 5394 DL berjalan dari arah timur ke barat.
Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor Dwi Indah menyerempet seorang pejalan kaki bernama Andik Setiawan (15), anak punk asal Surabaya, yang sedang berjalan berkelompok dengan teman punk dari arah yang sama. Senggolan tersebut mengakibatkan keduanya sama-sama tersungkur ke aspal.
"Keduanya berjalan dari arah timur, pengendara sepeda motor menyenggol pejalan kaki yang berjalan berjajar dan terlalu ke tengah, keduanya terjatuh," ujar Maskur kepada polisi.
Masih kata Maskur, mendapati temannya telah ditabrak, kedua anak punk lainnya merasa tidak terima dan malah menendangi pengendara motor yang juga terkapar. "Temannya malah menendangi kepala pengendara motor yang sudah telungkup di aspal," sambungnya.
Kepala Kepolisian Sektor Kalitidu AKP Sugimat, yang turut mendatangi lokasi kejadian, saat dikonfirmasi beritabojonegoro.com, membenarkan kejadian kecelakaan tersebut berikut tindak penganiayaannya.
"Kecelakaan terjadi diduga karena penglihatan pengendara motor terhalang truk, kemudian tidak bisa menguasai setir dan menyenggol pejalan kaki. Namun dua kawan pejalan kaki yang tidak terima malah menganiaya pengendara," terang AKP Sugimat.
Kapolsek mengungkapkan, akibat kecelakaan tersebut korban pengendara motor mengalami luka-luka pada wajah dan muntah-muntah hingga dilarikan ke RSI Muhammadiyah Kalitidu. Sedangkan pejalan kaki hanya mengalami luka-luka pada wajah. Sementara dua kawannya yang diketahui melakukan penganiayaan korban dibawa ke kantor Mapolsek Kalitidu.
AKP Sugimat mengungkapkan, akibat kecelakaan tersebut korban Dwi Indah mengalami luka pada wajah dan muntah-muntah, sehingga harus dilarikan ke RSI Muhammadiyah Kalitidu. Sedangkan pejalan kaki hanya mengalami luka-luka pada wajah. Sementara dua kawannya yang diketahui melakukan penganiayaan, yakni AN (16) asal Benowo Surabaya dan ZA (15) asal Penggalangan Gresik, diamankan ke kantor Polsek Kalitidu.
"Kedua korban dirawat di RSI Muhammadiyah Kalitidu, sementara teman korban yang melakukan penganiayaan kepada korban pengendara sepeda motor diamankan di Mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," jelasnya. (lyn/tap)
*) Foto dua remaja punk penendang korban tengah diamankan di kantor polisi































.md.jpg)






