Penyidik Masih Dalami Kasus Pembuangan Bayi oleh Pelajar SMA
Kamis, 16 Juni 2016 08:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Bojonegoro masih mendalami proses persalinan yang dilakukan bocah kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Diduga persalinan yang dilakukan Melati (17) -bukan nama sebenarnya- dilakukan sendiri tanpa bantuan siapa-siapa. Setelah bayi yang dikandungnya lahir kemudian ia membungkus bersama dengan ari-ari menggunakan kain selimut. Bunga kemudian menguburnya di bawah gentong tempat air di dapur.
"Masih melakukan penyidikan. Keterangan Melati nanti akan dipadukan dengan keterangan saksi ahli dokter dari Surabaya," ujar Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP Suyono.
Suyono mengungkapkan, proses kelahiran bayi berjenis kelamin laki-laki itu berjalan normal meski tidak menggunakan dokter. Sehingga untuk mengetahui meninggalnya bayi tersebut apakah sebelum atau sesudah dikubur, penyidik masih menunggu hasil keterangan saksi ahli.
"Akan memanggil saksi ahli untuk melihat kematian bayi. Ahli juga sudah dikirimi surat pemanggilan," ujarnya, Kamis (16/06).
Agar tidak diketahui orang tua dan masyarakat sekitar, Melati kemudian mengubur bayi hasil hubungan gelap yang diduga dilakukan dengan pacarnya itu. Sementara selama ini Melati hanya tinggal di rumah bersama neneknya. "Neneknya juga sudah kami periksa," ungkapnya.
Kali pertama penemuan jasad bayi yang baru lahir itu diketahui oleh Sartini (68) di bawah gentong penampung air. Saat itu ia mencium bau tidak sedap. Setelah dicari sumber bau selanjutnya dibongkar. Saat ditemukan umur bayi tak berdosa itu diketahui baru tiga hari, yakni dilahirkan pada hari Kamis (28/4) dan ditemukan pada Sabtu (30/4). (her/kik)































.md.jpg)






