Kematian Bocah SD di Tambakrejo Bojonegoro
Hasil Otopsi Menunjukkan Korban Dibunuh
Senin, 18 Juli 2016 19:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Kota - Hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polres dan dokter RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro terhadap jasad Cahya Amelia Zahra (10), menunjukkan ada dugaan kuat korban dibunuh. Kematian bocah SD kelas V asal Desa Pengkol Kecamatan Tambakrejo itu karena pendarahan yang terjadi pada otak kiri atas akibat pukulan benda tumpul. Bahkan yang memprihatinkan, sebelum meninggal korban mengalami kekerasan seksual dari pelaku.
Baca berita: Ada Indikasi Korban Tewas Karena Dibunuh
Kondisi itu terungkap setelah Tim Identifikasi Polres bersama dokter RSUD Bojonegoro bekerja keras melakukan otopsi selama kurang lebih 6 jam. Upaya menyibak penyebab kematian korban ini dilakukan di kamar Jenazah RSUD sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Senin (18/07).
"Korban meninggal karena ada pendaraan otak akibat pukulan benda tumpul di pipi kiri. Kemungkinan dipukul keras sehingga mengakibatkan pendaraan dalam yang mengakibatkan korban meninggal," ujar salah satu anggota Tim Identifikasi Polres.
Sementara itu, dokter jaga kamar jenazah dr Sarjono mengatakan bahwa pada jasad korban juga ada bekas kekerasan seksual. Ini dilakukan pelaku sebelum korban meninggal. Sebab, pada selaput dara korban mengalami pendarahan.
"Sebelum meninggal korban kemungkinan diperkosa lebih dulu. Namun karena ada perlawanan sehingga korban dipukul menggunakan benda tumpul di pipi sebelah kiri," ungkap dr Sarjono usai melakukan otopsi.
Hasil pemeriksaan luar pada bagian kepala korban menunjukkan pelipis kiri 4 centimeter luka babras pada kulit di atasnya dan mata kiri hematoma pada kulit diatasnya memar. Juga kelopak mata memar dan sklera mata kanan kiri mengalami pendarahan. Selain itu ada luka babras pada pipi kiri.
Pemeriksaan luar lainnya, ada luka robek dan memar pad kemaluan korban, serta keluar kotoran pad anus. Sementara itu pemeriksaan dalam setelah kepala dibuka, terdapat pendarahan otak kiri bagian atas.
Dia menambahkan, pelaksanaan otopsi terhadap korban Cahya Amelia yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB ini berjalan lancar dan termasuk cepat selesai. Sebab, kondisi jenazah masih belum membusuk. "Sehingga mampu kita lakukan otopsi dan bisa dengan cepat menyimpulkan," pungkasnya. (mol/tap)


































.md.jpg)






