News Ticker
  • Jangan Sepelekan Perubahan pada Kaki, Bisa Jadi Tanda Awal Kerusakan Ginjal
  • Truk Boks vs Isuzu Panther di Dander, Bojonegoro, 4 Orang Luka-Luka
  • Momen Harkitnas ke-118 Bojonegoro, Wabup Nurul Azizah Serukan Penguatan Sinergi dan Pelayanan Publik
  • Penguatan Literasi Sejak Dini, Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Bertutur Cerita Lokal untuk Siswa SD dan MI
  • Gubernur Khofifah Dorong Rumah Sakit di Jawa Timur Cepat Beradaptasi dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah di Sugihwaras
  • Karya Literasi Siswa Desa Bawa Kepala SDN Grebegan Kalitidu Raih Penghargaan Nasional
  • Prakiraan Cuaca 20 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 20 Mei dalam Sejarah
  • Tabrakan Supra vs Tiger di Kedungadem, Bojonegoro, Pengendara Supra Meninggal Dunia
  • Peringati Bulan Sura, Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Tradisi Ruwatan Murwakala Gratis di Khayangan Api
  • Mengenal Proses Bersin dan Berbagai Faktor Pemicu Refleks Alami Tubuh
  • Dampak Anjloknya Rupiah, Harga Beras hingga Minyak Goreng di Bojonegoro Melejit
  • Belum Teridentifikasi, Mayat Perempuan yang Ditemukan di Hutan Ngasem, Bojonegoro Dimakamkan
  • Permudah Layanan Literasi, Dispusip Bojonegoro Luncurkan Program Tanya Pustakawan
  • Musim Kemarau Ekstrem, Enam Kabupaten di Jatim Siaga Darurat Kekeringan
  • Tinggal Sendirian, Warga Padangan, Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
  • HMI Cabang Bojonegoro Rumuskan Arah Gerakan Progresif Lewat Konfercab Ke-XXIII
  • Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Tembus 9 Ribu Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus
  • Prakiraan Cuaca  19 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 19 Mei dalam Sejarah
  • Rumah Warga di Kanor Hangus Terbakar, Wabup Bojonegoro Gerak Cepat Bantu Korban
  • Kerangka Manusia Ditemukan di Tengah Hutan Temayang, Bojonegoro
  • Tingkatkan Kapasitas Kelembagaan, PDKB Bojonegoro Lakukan Studi Pembelajaran ke Kediri
Cicipi Sate Padang yang Aneh

Cicipi Sate Padang yang Aneh

Oleh Vera Astanti

Pekanbaru - Makanan bernama sate memang tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Daging Hewan yang digunakan juga banyak mulai dari ayam, kambing, kelinci, dan sapi. Kata sate identik dengan daging yang dipotong kecil-kecil kemudian ditusukkan ke lidi atau bambu kemudian dibakar. Yang memebdakan jenis sate adalah bumbunya .Bumbunya juga berbeda dengan sate yang ada di jawa yang khas dengan sate padang.

Beberapa waktu lalu, BeritaBojonegoro.com mencicipi sate padang di Pekanbaru. Dengan gerobaknya yang bertuliskan Sate Padang berwarna kuning. Suara diesel yang membelah sepi. Kursi plastik berjejer-jejer di trotar, kursi dengan lengan digunakan untuk duduk, sedangkan bangku yang tak ada lengan itu digunakan sebagai meja.

Penjual yang masih tergolong usia muda itu mengenakan kaos bergaris hitam putih. Di lehernya tersampir syal hitam penghalau dingin. Dengan bahasa Indonesia yang terlalu cepat dan artikulasi yang tidak begitu jelas, dia dengan senang hati menjawab semua pertanyaan kami. Namanya lham, usianya sekitar 28 tahun. Dia sudah selama tiga - empat tahun sudah mulai berjualan di jalan belakang kantor gubernur Riau. 

Memandangi lampu-lampu di kantor Gubernur yang masih mentereng,sangat berbeda dengan kantor Perpustakaan Soeman yang gelap lantaran sudah tutup operasional sejak pukul 17.00 wib. Anggaran yang tidak ada kata petugasnya. Sungguh ironis.

Setelah ditunggu sebentar, sate pun disajikan di atas piring plastik dilapisi daun pisang. Sate padang sangat berbeda dengan sate di Jawa, mulai dari bumbu dan tekstur dagingnya. Bila sate di Jawa terkenal dengan bumbu kacang dan bumbu kecapnya, maka sate padang dikenal dengan bumbu seperti fla berwarna kuning. 

Daging sapi yang kami nikmati sangat lembut di kunyah, berbeda dengan sate jawa yang mashih alot dimakan. Kemudian bumbunya terasa aneh di lidah, dengan tekstur kental terasa manis gurihnya. Meskipun rasa bumbunya sedikit tidak biasa, namun kami mampu menghabiskan sate tersebut beserta potongan ketupatnya.

"Sate padang, dagingnya lembut karena kami merebusnya terlebih dahulu. Baru dibakar dan diolesi minyak beberapa kali supaya luar dalam matang. Sehingga empuk dimakan," terang Ilham.

Dia bercerita pernah mencoba sate jawa dan merasakan alot dagingnya, bahkan masih mentah. Nenek-nenek, akan susah untuk memakannya, katanya, sambil memeragakan mengunyah sate yang alot.

"Setiap harinya saya membeli satu kilogram daging sapi dan satu kilogram daging ayam, kalau hari ini tidak laku besok diturunin jumlah modalnya," ujarnya.

Sebab Ilham tau bahwa profesinya sebagai penjual memang tidak akan memiliki pendapatan tetap. Karena setiap orang memiliki indra pengecapan yang berbeda-beda. Ada orang yang mengatakn satenya enak, adapula yang mengatakan bahwa satenya tidak enak. "Kalau jualan sudah biasa seperti itu, kan lidah orang beda-beda," katanya.

Sate padang dengan daging sapinya dia bandrol sebesar Rp12ribu per porsi. Dengan harga itu kami mendapatkan lima tusuk sate, dan ketupat yang disiram bumbu sate yang aneh itu. (ver/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1779274771.9115 at start, 1779274772.3586 at end, 0.44706702232361 sec elapsed