News Ticker
  • Sukses Tipu Pembeli, Sales Mobil Ini Dibekuk Polisi
  • Rumah Warga di Ngraho Ludes Terbakar, Diduga Api dari Tungku Dapur
  • PNS Ini Daftar Bacabub di Partai Demokrat Bojonegoro
  • Pengurus AMSI 2017-2020 Akhirnya Ditetapkan
  • Melihat Pusat Kerajinan Bonggol Jati di Blora
  • Wisuda STIKes ICsada Meriah
  • Melihat Aktivitas Belajar di Kampung Samin Kecamatan Sambong
  • Cegah Radikalisme, Polres Bojonegoro Tandatangani MOU dengan Ormas
  • Polres Bojonegoro Sosialisasikan Aplikasi Penanganan Karhutla
  • STIKes ICsada Wisuda dan Kukuhkan 87 Mahasiswa Besok
  • 5 Hari Lakukan Penyelidikan, Polsek Sumberrejo Berhasil Ungkap Kasus Curat
  • Nilai Belum Jelas, DPRD Pangkas 1 M Pengajuan Program Hibah Bibit Jambu Disperta
  • SPR Mega Jaya Jalin Kerjasama Penggemukan Pedet dengan Ikasmada Kediri
  • Pemkab Magelang Kunjungi Bojonegoro Pelajari Pembentukan Unit Kerja Keimigrasian
  • Pastikan Ketertiban Bayar Pajak Motor Dinas, Sekda Blora Lakukan Pengecekan
  • Seorang PNS di Tuban Ditemukan Tewas Tertindih Motor
  • Jamaah Haji Kloter 38 Tiba Di Blora
  • Mobil Tabrak 4 Motor di Tuban, 1 Orang Meninggal Dunia 4 Orang Lainnya Luka-Luka
  • Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Seminar Wisata Matematika Bela Negara
  • Jenazah Mr X di Yang Ditemukan di Pos Kamling di Gondang, Telah Dimakamkan

Detik - Detik Menegangkan dan Tatapan Masa Depan

Detik - Detik Menegangkan dan Tatapan Masa Depan

Oleh Mujamil Edi Wahyudi

Hari itu, tepatnya pada tanggal 18 Desember 2016 adalah hari yang benar-benar membahagiakan kami. Sebab saya dan sahabat-sahabat seperjuangan diwisuda. Yakni wisuda ke-3 STAI Attanwir tahun akademik 2016. di Aula Attanwir prosesi wisuda dilakukan, sekitar pukul 08.00 WIB. Namun sebelum prosesi wisuda benar-benar dilakukan, kami melakukan gladi kotor hingga gladi bersih. Dengan harapan saat prosesi wisuda, calon wisudawan/wisudawati mengetahui tempat duduknya dan teknis prosesi wisuda.

Gladi kotor tersebut, dilakukan di Aula Attanwir. Pada tanggal 15 Desember 2016. Waktu itu gladi kotornya dijadwal oleh panitia wisuda dikakukan pada pukul 13.00 WIB, namun molor menjadi sekitar 1 jam an. Akhirnya, pada pukul 14.00 WIB teman-teman calon wisudawan/wisudawati berkumpul di Aula tersebut dan kemudian melakukan gladi kotornya. Dalam gladi kotor itu, kami dipandu oleh salah satu panitia wisuda 2016 yakni Bapak Muhajir. Dalam hal ini pak muhajir, sapaan akarabnya, tidak sendirian. Beliau ditemani oleh beberapa panitia yang lain.

Mula-mula kami ditunjukan tempat duduk kami. Setelah itu kami ditunjukan bagamana teknis prosesi wisuda. Bagi kami, hari itu adalah detik-detik terakhir proses perkuliahan kami. Sebelum kami mempraktekan jalannya wisuda, kami diberi contoh oleh panitia wisuda yang bernama Bapak Gito. Yang dipandu oleh Pak Muhajir. Pak Gito, begitulah teman-teman mahasiswa memanggil, mempraktekan bagaimana berjalannya calon wisudawan/wisudawati saat prosesi wisuda. Beliau mencontohkan awal berjalannya hingga hingga calon wisudawan/wisudawati berhadapan dan bersalaman dengan enam Senat Wisudawan/wisudawati dan juga berhadapan dan bersalaman dengan Kiyai.

Kiyai itu adalah K.H Fuad Sahal. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir. Setelah itu, kami mempraktekannya satu persatu yang diawali dari Prodi Ekonomi Syari’ah (Putra-Putri). Kemudian disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (Putra-Putri). Namun demikian, dalam praktiknya kami banyak mengalami banyak kekeliruan. Kami diprotes oleh Pak Muhajir karena proses jalan kami masih amburadul. Namun panitia dan calon wisidawan/wisudawati tidak lantas berputus asa. Kami melakukan praktik lagi. Mulai dari kami duduk, berdiri, berjalan hingga kembali ke temnpat duduk semula.

Dalam praktik yang kedua ini agaknya kami sudah berbeda dengan praktik yang pertama. Praktik yang kedua ini, kami mengalami perbaikan. Artinya sudah lebih bagus dari praktik yang pertama. Dalam praktik itu atau gladi kotor, kami juga diiringi oleh MC, Bapak Veri (Dosen Muda Baru) dan tim paduan suara. Karena, selain calon wisudawan/wisudawati yang gladi kotor mereka juga gladi. Saat gladi kotor, yang membacakan Ikrar Wisuda adalah Pak Roni dari Prodi Ekonomi Syari’ah. Dan yang mewakili wisudawan/wisudawati sambutan atau pidato adalah Mujamil Edi Wahyudi dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Yakni saya sendiri.

Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB. Dan sebelum bubar, kami oleh panitia, diminta lebih serius dalam gladi bersih pada tanggal 17 Desember 2016. setelah hal itu disampaikan oleh Pak Muhajir, kami diperbolehkan pulang dan pada gladi bersih itu kami diminta datang jam 13.00 WIB. Namun saat kami hendak pulang, tiba-tiba Pak Muhajir, mengajak kami untuk khatmul qur’an di mushola sebelahnya kampus. Saat itu, cuaca memang terlihat mendung dan mau turun hujan. Tidak berselang lama, setelah melakukan sholat asyar berjama’ah hujan tiba-turun dengan intensitas deras. Sehingga kami tidak jadi khatmul qur’an dan pulang kerumah masing-masing sembari menunggu hujan reda.

Sehari setelah gladi kotor, tepatnya tanggal 17 Desember 2016, yang memang terjadwal gladi bersih kami berkumpul diparkiran sepeda dihalaman kampus sembari menunggu teman-teman yang belum datang. Sekitar pukul 14.00 WIB, satu persatu-satu calon wisudawan/wisudawati berkumpul. Kami bergegas menuju Aula. Tempat yang akan kami gunakan untuk melakukan gladi bersih. Sesampainya kami di ruangan (didalam) Aula, kami menempati tempat duduk yang disediakan oleh panitia wisuda. Namun pada saat itu, tim paduan suara dan MC sudah berada di tempat yang disediakan oleh panitian. Mereka juga bersiap-siap melakukan gladi bersih bersama kami.

Mula-mula, kami diberi arahan oleh Panitia Wisuda, Pak Muhajir, untuk melakukan apa yang telah kami lakukan atau praktikan dalam gladi kotor kemarin dengan lebih serius dan sungguh-sungguh. Setelah Pak Muhajir memberikan arahan, kami langsung mempraktikan apa yang telah kami praktikan pada gladi kotor kemarin dengan sungguh-sungguh dan serius. Dalam gladi bersih ini agaknya ada tambahan dari panitia wisuda. Mulanya kami diminta untuk berbaris menjadi dua barisan dari bawah Aula dan kemudian berjalan perlahan-lahan menuju tempat duduk yang telah disediakan.

Setelah kami semua dipandu untuk duduk, kami dengan serentak duduk ditempat duduk masing-masing. Kemudian kami mempraktikan apa yang telah kami praktikan dalam gladi kotor kemarin. Pertama diawalai dari Prodi Ekonomi Syari’ah dan kemudian disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam. Dalam gladi bersih ini, praktiknya tidak jauh beda dengan gladi kotor. Namun demikian, yang membacakan Ikrar Wisudawan/wisudawati dan sambutan atau pidato mewakili wisudawan/wisudawati diminta untuk dibacakan sampai selesai.

Saat pembacaan Ikrar itu, kami diminta untuk berdiri dan menirukan apa yang dikatakan oleh Pak Roni selaku pembaca Ikrar. Setelah pembacaan Ikrar, kami diminta untuk duduk kembali. Lalu dilanjut dengan sambutan atau pidato dari wakil wisudawan/wisudawati, yang disampaikan oleh Mujamil Edi Wahyudi. Dalam hal ini adalah saya sendiri. Setelah mendapat panduan dari MC, saya langsung berjalan ke podium atau mimbar yang telah disediakan oleh panitia wisuda. Pada saat saya pidato atau sambutan, tampak calon wisudawan/wisudawati serius dalam mendengarkan. Setelah hampir 15 menit sambutan, kembali ke tempat duduk semula. Setelah saya duduk, tiba-tiba teman disebelah saya, M. Candra Arif atau yang akrab dipanggil Candra, itu memberitahukan kepada saya bahwa ada yang tidak suka dengan pidato saya karena kelamaan. Namun bagi saya itu adalah suatu yang wajar.

Setelah rangkaian demi rangkaian kami lakukan, tiba saatnya untuk kami pulang. Namun sebelum kami pulang, kami diberi arahan lagi oleh Pak Muhajir, bahwa gladi bersih kali ini sudah oke dan mantap, namun saat proses wisuda benar-benar berlangsung kami diminta untuk hikmat. Ketika misalnya ada teman yang keliru kita tidak boleh mentertawakan, namun harus diingatkan supaya tidak keliru. Selesailah Pak Muhajir memberikan arahan. Tibalah saatnya kami pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan fisik dan mental kami saat prosesi wisuda. Namun, sebelum kami pulang kami diminta oleh pihak Tata Usaha untuk mengambil Toga (Busana wisuda) supaya dipakai dalam prosesi wisuda. Dan bagi saya, hari itu betul-betul menjadi detik-detik menegangkan bagi saya dan bagi sahabat-sahabat seperjuangan saya.

Tatapan Masa Depan

Hari itu benar-benar telah tiba. Hari dimana kami akan diwisuda dan pasca wisuda tentu tatapan masa depan lah yang ada dibenak kami. Hari Ahad tertanggal 18 Desember 2016 itu adalah menjadi awal dari perjuangan kami dalam kehidupan. Harapan semua civitas akademika kami diminta mampu untuk mempraktikan apa yang telah kami peroleh dari bangku perkuliyan. Namun demikian, saya sadar bahwa persoalan-persoalan bangsa ini semakin menumpuk dan semakin rumit untuk urai. Dalam hal ini, saya insyaf dan sadar bahawa saya dan teman-teman wisudawan/wisudawati siap hadir menjadi solusi dari persoalan-persoalan tersebut.

Bermula pada hari ahad 18 Desember 2016 sekitar pukul 07.00 WIB. Kami berbondong-bondong beserta keluarga untuk hadir dan menyaksikan prosesi wisuda 2016 ini. Sebelum kami disiapkan dan kemudian masuk ke Gedung Aula, teman-teman wisudawan/wisudawati ada yang berfoto-foto keluarga dahulu di tempat yang disediakan oleh panitia wisuda. Namun juga ada yang terlihat foto selfi-selfi bersama keluarga dan suaminya (yang sudah bersuami). Setelah beberapa jam kemudian, sekitar 07.15 WIB kami disiapkan untuk berbaris dua barisan (rapi) di bawah gedung Aula untuk bersiap-siap berjalan menuju ke ruangan prosesi wisuda (ruangan gedung aula).

Setelah kami berbaris rapi, atas komando Mater of Ceremony (MC), Bapak Veri, kami diminta berjalan menuju ke ruangan prosesi wisuda. Perlahan-lahan dan dengan wajah yang nampak sedih serta murung , kami berjalan ke ruangan tersebut melalui anak tangga. Setelah beberapa menit kami sampai diruangan dan ditempat duduk masing-masing, kami latas duduk atas komando dari MC tersebut. “wisudawan/wisudawati dipersilahkan untuk duduk,” ucap Master of Ceremony, Pak Veri, dengan nada tinggi. Duduklah kami semua.

Diruangan tersebut, tampak wali wisudawan/wisudawati dan tamu undangan larut dalam suasana wisuda tersebut. Dalam wisuda kali ini, banyak pihak keluarga dari wisudawan/wisudawati hadir untuk menyaksikan anak atau cucunya yang diwisuda. Ada berangkat pakai sepeda motor dan ada yang berangkat rombongan pakai mobil pribadi. Tampak pula berbagai tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan momentum ini. Baik dari dosen maupun dari tokoh masyarakat dan kiyai sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir.

Tidak begitu lama, Senat Wisudawan/wisudawati yang terdiri dari PK I, PK II, PK III dan Ketua Perguruan Tinggi STAI Attanwir menuju tempat yang telah disediakan oleh panitia diatas panggung. Mereka dikawal oleh pasukan khusus yang terdiri dari dua orang membawa bendera STAI Attanwir dan bendeta Indonesia serta satu orang membawa tongkat berukuran besar dengan tinggi tongkat sekitar 3 meter berjalan mengawal Senat wisudawan/wisudawati menuju kursi diatas panggung untuk meligitimasi prosesi wisuda.

Sebelum prosesi wisuda 2016 dimulai, melalaui tiga kali ketokan palu Ketua STAI Attanwir menandai bahwa prosesi wisuda telah dibuka. Kemudian dilanjutkan pembacaan SK wisuda 2016 oleh Pembantu Ketua (PK) I, Bapak Sukardi. Setelah pembacaan SK tersebut selesai dilanjutkan prosesi wisuda atas komando Master of Ceremony yang kemudian diiringi musik dan lagu dari tim paduan suara (anak-anak BEM dan HMPS STAI Attanwir). Prosesi wisuda agaknya sama dengan gladi yang kami lakukan. Atas komando dari MC, Prodi Ekonomi Syari’ah lebih dulu berdiri untuk melakukan legitimasi wisuda 2016 ini. Dan baru disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam.

Setelah proses, legitimasi tersebut selesai. Tampak wajah dari teman-teman wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan murung dan sedih. Dan bahkan sampai ada wisudawati yang sampai meneteskan airmata karena terharu. Ia berfikir masa-masa suka dan duka dalam menempuh studi selama empat tahun tidak akan terulang kembali. Sebab, ia banyak cerita yang ia torehkan selama dibangku perkuliahan dan mengapa waktu begitu cepat yang seolah merenggut keceriaan selama berproses dibangku perkuliyahan.

Setelah itu, dilanjut dengan pembacaan Ikrar wisudawan/wisudawati. Dan dilanjut sambutan wakil wisudawan/wisudawati oleh Mujamil Edi Wahyudi (saya sendiri). Dalam sambutan atau pidato, saya menyeru dan menyampaikan yang pada intinya adalah bahwa “Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita, hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita. Namun, Hari ini adalah awal dari perjuangan lain, yang telah menanti kita. Banyak Lini yang harus kita benahi untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Banyak sekali permasalahan bangsa yang pada hari ini semakin menumpuk, maka, kita, sebagai Lulusan STAI ATTANWIR Bojonegoro, Siap hadir dan menjadi solusi atas persoalan-persoalan tersebut.

Hari ini adalah tentang masa depan. Dimana yang kita bicarakan adalah bukan kita sebagai penonton masa depan. Akan tetapi kita adalah Aktor masa depan. Dengan kerja keras dan tanggungjawab sesuai keilmuwan dan profesi kita, maka kita tidak hanya akan menghadapi masa depan, tetapi kita menjadi masa depan, untuk hadir menjawab seluruh persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini. Jika boleh diibaratkan sebuah buku, wisuda merupakan halaman pertama. Sehingga, masih banyak halaman-halaman berikutnya yang harus kita buka dan kita baca. Kita harus dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari semua pengalaman yang kita dapatkan di bangku perkuliahan. Bagaimanapun pengalaman merupakan guru terbaik, sekaligus bekal berharga bagi kita semua. Lebih dari pada itu, kita dituntut mampu mengamalkan apa yang kita peroleh dari bangku perkuliyahan”.

Setelah hampir 15 menit pidato, saya menutup salam dan kemudian kembali ke tempat duduk semula. Dengan harapan, sambutan atau pidato saya mempu menginspirasi teman-teman wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan. Lalu dilanjutkan orasi ilmiah dari Ketua STAI Attanwir Bojonegoro, Perwakilan Kopertais Wilayah IV dan dari Dosen UIN Sunan Kalijaga, Bapak Sodiq, Yogyakarta Jawa Tengah. Usainya orasi ilmiah dari beberapa orang tersebut, diakhiri do’a oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun-Sumberrejo-Bojonegoro, K.H Fuad Sahal. Dan setelah itu kami dipersilahkan untuk kembali kerumah masing-masing. Namun sebelum itu, untuk mngabadikan momentum ini kami melakukan foto bersama dengan bapak/ibu dosen, keluarga dan teman-taman kami. Dan setelah kita bernostalgia bersama teman-teman, wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan. Kami lalu kembali kerumah masing-masing. 

Harapan kami sebagai lulusan STAI Attanwir Talun-Sumberrejo-Bojonegoro, mampu memberi warna dimanapun tempat kami. Dan hadir sebagai solusi ditengah carut-marutnya problematika bangsa ini. Kami sadar bahwa kami adalah Aktor Masa Depan. Sekian & Salam 

 

Penulis aktivis PMII Cabang Bojonegoro dan penggerak Kampung Ilmu

Alumnus Prodi BKI Fak.Dakwah STAI Attanwir Bojonegoro

   

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

AKP  Sri Ismawati, Mengantarkan Anak-Anaknya Menuju Kesuksesan

AKP Sri Ismawati, Mengantarkan Anak-Anaknya Menuju Kesuksesan

*Oleh Imam Nurcahyo TIDAKLAH mudah bagi seorang wanita berjuang sendiri membesarkan anak-anaknya, namun sosok Kasat Binmas Polres Bojonegoro AKP Sri ...

Quote

Sambutan Bupati Bojonegoro pada Idul Adha 1438 H

Berkorban Untuk Masa Depan Bersama Yang Lebih Baik!

Sambutan Bupati Bojonegoro pada Idul Adha 1438 H

Berkorban Untuk Masa Depan Bersama Yang Lebih Baik! Allahu Akbar Allahu Akbar walillahil hamd Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakaatuh Yang saya cintai, ...

Opini

Kisah Inspiratif, Kelas Inspirasi di Kecamatan Gondang

Kisah Inspiratif, Kelas Inspirasi di Kecamatan Gondang

*Oleh Siti Mukaromah TERIK matahari serasa terabaikan karena bahagia bersama mereka. Anak anak desa SDN Pragelan 2 dengan kobaran semangatnya ...

Eksis

Hobi Bermain Musik,  Bercita-Cita Jadi Anggota Polisi

Briyan Armando

Hobi Bermain Musik, Bercita-Cita Jadi Anggota Polisi

Oleh Vera Astanti TUBUHNYA besar seperti anggota tentara. Bahkan wajahnya lebih dewasa dibanding teman-teman yang ada di sekitarnya meski seharusnya ...

Pelesir

Belanja Buku Bekas di Pojok Pasar Kota Bojonegoro

Belanja Buku Bekas di Pojok Pasar Kota Bojonegoro

Oleh Vera Astanti Bojonegoro Kota Buku tak harus baru. Asalkan masih bisa terbaca tulisannya dan diambil manfaatnya, bekas tidak masalah. ...

Religi

Polres Bojonegoro Gelar Salat Ied Bersama di Masjid Al-Ikhlas

Polres Bojonegoro Gelar Salat Ied Bersama di Masjid Al-Ikhlas

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Sambut hari raya Idul Adha 1438 H, jajaran Polres Bojonegoro pada Jumat (01/09/2017) pagi tadi, ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Kamis, 21 September 2017

Berita Foto

Bendera Dengan Ukuran 17 kali 45 Meter, Membentang Di Bengawan Solo

Bendera Dengan Ukuran 17 kali 45 Meter, Membentang Di Bengawan Solo

Oleh Vera Astanti MESKI cukup lama menunggu selesainya penjahitan bendera sebesar 17 meter kali 45 meter, akhirnya bendera tersebut bisa ...

Infotorial

Hijaukan Desa dengan Tanaman Bermanfaat

Program Penghijauan SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)

Hijaukan Desa dengan Tanaman Bermanfaat

*Oleh Imam Nurcahyo DI BAWAH hangatnya sinar matahari sore Desa Brabowan Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, sekelompok pemuda nampak sibuk menyiram ...

Resensi

Bekisar Merah

Bekisar Merah

*Oleh Muhammad Roqib Saya selalu terpesona dengan karya-karya Ahmad Tohari. Ya boleh dibilang karyanya selalu jaminan bermutu. Seperti halnya karya ...

Feature

Melihat Pusat Kerajinan Bonggol Jati di Blora

Melihat Pusat Kerajinan Bonggol Jati di Blora

Oleh Redaksi Blora Sebagian besar wilayah Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah adalah hutan. Dari luas wilayah 1.821,59 km2 yang terdiri ...

Teras

Menikmati Senja di Jakarta

Menikmati Senja di Jakarta

Oleh Heriyanto Jakarta Liburan Lebaran yang berbarengan dengan liburan sekolah terasa kurang lengkap apabila tidak memanfaatkannya untuk liburan. Melepas penat ...

Statistik

Hari ini

249 pengunjung

648 halaman dibuka

24 pengunjung online

Bulan ini

72.684 pengunjung

204.019 halaman dibuka

Tahun ini

780.131 pengunjung

3.101.501 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 534.990

Indonesia: 13.208

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015