News Ticker
  • Jaga Kerukunan, Danramil 0813-08 Kedungadem Beri Wawasan Kebangsaan Anggota Pencak Silat
  • Peringati Hari Bumi, FPAB Bagi Bibit Ke Masyarakat
  • Scoopy Seruduk Becak di Kapas, 3 Orang Alami Luka-luka
  • Dugaan Korupsi Mantan Kades Pragelan, Ini Kata Komisi A
  • I Putu Gede: Memang Kita Belum Melatih Finishing
  • CEO Persema: Mungkin Pemain Demam Panggung Dihadapan Ribuan Suporter
  • Penjualan Produk Di Galeri UKM Capai Jutaan Rupiah
  • Setelah Digrebek Warga, Pasangan Selingkuh di Sekar ini Dibawa ke Kantor Polisi
  • Honda Revo Seruduk Suzuki Satria di Baureno, Pengendara Revo Luka-Luka
  • Warga Keluarahan Jetak Temukan Mayat Tanpa Identitas, Mengapung di Bengawan Solo
  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Bantaran Sungai Bengawan Solol, Kecamatan Rengel
  • Persibo Berhasil Menang Tipis 1-0 Atas Persema
  • 35 Anak SD/MI Ikuti Lomba Baca Puisi Pekan Buku Kampung Ilmu 2017
  • Berikut Para Pemain Inti Laskar Angling Dharma Sore Ini
  • Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman
  • Kurang Konsentrasi, Vario Sruduk Truk di Margomulyo, Pengendara Patah Kaki
  • Ketahuan Malak di Sekolah, 3 Pelajar Ini Diberi Pembinaan Oleh Polisi
  • Disdik Mulai Bahas Mekanisme PPDB
  • Perseman Lakukan Uji Coba Stadion Pagi Ini 
  • Dana Pinjaman Usaha Tembakau Macet Rp 21 Miliar

Detik - Detik Menegangkan dan Tatapan Masa Depan

Detik - Detik Menegangkan dan Tatapan Masa Depan

Oleh Mujamil Edi Wahyudi

Hari itu, tepatnya pada tanggal 18 Desember 2016 adalah hari yang benar-benar membahagiakan kami. Sebab saya dan sahabat-sahabat seperjuangan diwisuda. Yakni wisuda ke-3 STAI Attanwir tahun akademik 2016. di Aula Attanwir prosesi wisuda dilakukan, sekitar pukul 08.00 WIB. Namun sebelum prosesi wisuda benar-benar dilakukan, kami melakukan gladi kotor hingga gladi bersih. Dengan harapan saat prosesi wisuda, calon wisudawan/wisudawati mengetahui tempat duduknya dan teknis prosesi wisuda.

Gladi kotor tersebut, dilakukan di Aula Attanwir. Pada tanggal 15 Desember 2016. Waktu itu gladi kotornya dijadwal oleh panitia wisuda dikakukan pada pukul 13.00 WIB, namun molor menjadi sekitar 1 jam an. Akhirnya, pada pukul 14.00 WIB teman-teman calon wisudawan/wisudawati berkumpul di Aula tersebut dan kemudian melakukan gladi kotornya. Dalam gladi kotor itu, kami dipandu oleh salah satu panitia wisuda 2016 yakni Bapak Muhajir. Dalam hal ini pak muhajir, sapaan akarabnya, tidak sendirian. Beliau ditemani oleh beberapa panitia yang lain.

Mula-mula kami ditunjukan tempat duduk kami. Setelah itu kami ditunjukan bagamana teknis prosesi wisuda. Bagi kami, hari itu adalah detik-detik terakhir proses perkuliahan kami. Sebelum kami mempraktekan jalannya wisuda, kami diberi contoh oleh panitia wisuda yang bernama Bapak Gito. Yang dipandu oleh Pak Muhajir. Pak Gito, begitulah teman-teman mahasiswa memanggil, mempraktekan bagaimana berjalannya calon wisudawan/wisudawati saat prosesi wisuda. Beliau mencontohkan awal berjalannya hingga hingga calon wisudawan/wisudawati berhadapan dan bersalaman dengan enam Senat Wisudawan/wisudawati dan juga berhadapan dan bersalaman dengan Kiyai.

Kiyai itu adalah K.H Fuad Sahal. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir. Setelah itu, kami mempraktekannya satu persatu yang diawali dari Prodi Ekonomi Syari’ah (Putra-Putri). Kemudian disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (Putra-Putri). Namun demikian, dalam praktiknya kami banyak mengalami banyak kekeliruan. Kami diprotes oleh Pak Muhajir karena proses jalan kami masih amburadul. Namun panitia dan calon wisidawan/wisudawati tidak lantas berputus asa. Kami melakukan praktik lagi. Mulai dari kami duduk, berdiri, berjalan hingga kembali ke temnpat duduk semula.

Dalam praktik yang kedua ini agaknya kami sudah berbeda dengan praktik yang pertama. Praktik yang kedua ini, kami mengalami perbaikan. Artinya sudah lebih bagus dari praktik yang pertama. Dalam praktik itu atau gladi kotor, kami juga diiringi oleh MC, Bapak Veri (Dosen Muda Baru) dan tim paduan suara. Karena, selain calon wisudawan/wisudawati yang gladi kotor mereka juga gladi. Saat gladi kotor, yang membacakan Ikrar Wisuda adalah Pak Roni dari Prodi Ekonomi Syari’ah. Dan yang mewakili wisudawan/wisudawati sambutan atau pidato adalah Mujamil Edi Wahyudi dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Yakni saya sendiri.

Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB. Dan sebelum bubar, kami oleh panitia, diminta lebih serius dalam gladi bersih pada tanggal 17 Desember 2016. setelah hal itu disampaikan oleh Pak Muhajir, kami diperbolehkan pulang dan pada gladi bersih itu kami diminta datang jam 13.00 WIB. Namun saat kami hendak pulang, tiba-tiba Pak Muhajir, mengajak kami untuk khatmul qur’an di mushola sebelahnya kampus. Saat itu, cuaca memang terlihat mendung dan mau turun hujan. Tidak berselang lama, setelah melakukan sholat asyar berjama’ah hujan tiba-turun dengan intensitas deras. Sehingga kami tidak jadi khatmul qur’an dan pulang kerumah masing-masing sembari menunggu hujan reda.

Sehari setelah gladi kotor, tepatnya tanggal 17 Desember 2016, yang memang terjadwal gladi bersih kami berkumpul diparkiran sepeda dihalaman kampus sembari menunggu teman-teman yang belum datang. Sekitar pukul 14.00 WIB, satu persatu-satu calon wisudawan/wisudawati berkumpul. Kami bergegas menuju Aula. Tempat yang akan kami gunakan untuk melakukan gladi bersih. Sesampainya kami di ruangan (didalam) Aula, kami menempati tempat duduk yang disediakan oleh panitia wisuda. Namun pada saat itu, tim paduan suara dan MC sudah berada di tempat yang disediakan oleh panitian. Mereka juga bersiap-siap melakukan gladi bersih bersama kami.

Mula-mula, kami diberi arahan oleh Panitia Wisuda, Pak Muhajir, untuk melakukan apa yang telah kami lakukan atau praktikan dalam gladi kotor kemarin dengan lebih serius dan sungguh-sungguh. Setelah Pak Muhajir memberikan arahan, kami langsung mempraktikan apa yang telah kami praktikan pada gladi kotor kemarin dengan sungguh-sungguh dan serius. Dalam gladi bersih ini agaknya ada tambahan dari panitia wisuda. Mulanya kami diminta untuk berbaris menjadi dua barisan dari bawah Aula dan kemudian berjalan perlahan-lahan menuju tempat duduk yang telah disediakan.

Setelah kami semua dipandu untuk duduk, kami dengan serentak duduk ditempat duduk masing-masing. Kemudian kami mempraktikan apa yang telah kami praktikan dalam gladi kotor kemarin. Pertama diawalai dari Prodi Ekonomi Syari’ah dan kemudian disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam. Dalam gladi bersih ini, praktiknya tidak jauh beda dengan gladi kotor. Namun demikian, yang membacakan Ikrar Wisudawan/wisudawati dan sambutan atau pidato mewakili wisudawan/wisudawati diminta untuk dibacakan sampai selesai.

Saat pembacaan Ikrar itu, kami diminta untuk berdiri dan menirukan apa yang dikatakan oleh Pak Roni selaku pembaca Ikrar. Setelah pembacaan Ikrar, kami diminta untuk duduk kembali. Lalu dilanjut dengan sambutan atau pidato dari wakil wisudawan/wisudawati, yang disampaikan oleh Mujamil Edi Wahyudi. Dalam hal ini adalah saya sendiri. Setelah mendapat panduan dari MC, saya langsung berjalan ke podium atau mimbar yang telah disediakan oleh panitia wisuda. Pada saat saya pidato atau sambutan, tampak calon wisudawan/wisudawati serius dalam mendengarkan. Setelah hampir 15 menit sambutan, kembali ke tempat duduk semula. Setelah saya duduk, tiba-tiba teman disebelah saya, M. Candra Arif atau yang akrab dipanggil Candra, itu memberitahukan kepada saya bahwa ada yang tidak suka dengan pidato saya karena kelamaan. Namun bagi saya itu adalah suatu yang wajar.

Setelah rangkaian demi rangkaian kami lakukan, tiba saatnya untuk kami pulang. Namun sebelum kami pulang, kami diberi arahan lagi oleh Pak Muhajir, bahwa gladi bersih kali ini sudah oke dan mantap, namun saat proses wisuda benar-benar berlangsung kami diminta untuk hikmat. Ketika misalnya ada teman yang keliru kita tidak boleh mentertawakan, namun harus diingatkan supaya tidak keliru. Selesailah Pak Muhajir memberikan arahan. Tibalah saatnya kami pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan fisik dan mental kami saat prosesi wisuda. Namun, sebelum kami pulang kami diminta oleh pihak Tata Usaha untuk mengambil Toga (Busana wisuda) supaya dipakai dalam prosesi wisuda. Dan bagi saya, hari itu betul-betul menjadi detik-detik menegangkan bagi saya dan bagi sahabat-sahabat seperjuangan saya.

Tatapan Masa Depan

Hari itu benar-benar telah tiba. Hari dimana kami akan diwisuda dan pasca wisuda tentu tatapan masa depan lah yang ada dibenak kami. Hari Ahad tertanggal 18 Desember 2016 itu adalah menjadi awal dari perjuangan kami dalam kehidupan. Harapan semua civitas akademika kami diminta mampu untuk mempraktikan apa yang telah kami peroleh dari bangku perkuliyan. Namun demikian, saya sadar bahwa persoalan-persoalan bangsa ini semakin menumpuk dan semakin rumit untuk urai. Dalam hal ini, saya insyaf dan sadar bahawa saya dan teman-teman wisudawan/wisudawati siap hadir menjadi solusi dari persoalan-persoalan tersebut.

Bermula pada hari ahad 18 Desember 2016 sekitar pukul 07.00 WIB. Kami berbondong-bondong beserta keluarga untuk hadir dan menyaksikan prosesi wisuda 2016 ini. Sebelum kami disiapkan dan kemudian masuk ke Gedung Aula, teman-teman wisudawan/wisudawati ada yang berfoto-foto keluarga dahulu di tempat yang disediakan oleh panitia wisuda. Namun juga ada yang terlihat foto selfi-selfi bersama keluarga dan suaminya (yang sudah bersuami). Setelah beberapa jam kemudian, sekitar 07.15 WIB kami disiapkan untuk berbaris dua barisan (rapi) di bawah gedung Aula untuk bersiap-siap berjalan menuju ke ruangan prosesi wisuda (ruangan gedung aula).

Setelah kami berbaris rapi, atas komando Mater of Ceremony (MC), Bapak Veri, kami diminta berjalan menuju ke ruangan prosesi wisuda. Perlahan-lahan dan dengan wajah yang nampak sedih serta murung , kami berjalan ke ruangan tersebut melalui anak tangga. Setelah beberapa menit kami sampai diruangan dan ditempat duduk masing-masing, kami latas duduk atas komando dari MC tersebut. “wisudawan/wisudawati dipersilahkan untuk duduk,” ucap Master of Ceremony, Pak Veri, dengan nada tinggi. Duduklah kami semua.

Diruangan tersebut, tampak wali wisudawan/wisudawati dan tamu undangan larut dalam suasana wisuda tersebut. Dalam wisuda kali ini, banyak pihak keluarga dari wisudawan/wisudawati hadir untuk menyaksikan anak atau cucunya yang diwisuda. Ada berangkat pakai sepeda motor dan ada yang berangkat rombongan pakai mobil pribadi. Tampak pula berbagai tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan momentum ini. Baik dari dosen maupun dari tokoh masyarakat dan kiyai sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir.

Tidak begitu lama, Senat Wisudawan/wisudawati yang terdiri dari PK I, PK II, PK III dan Ketua Perguruan Tinggi STAI Attanwir menuju tempat yang telah disediakan oleh panitia diatas panggung. Mereka dikawal oleh pasukan khusus yang terdiri dari dua orang membawa bendera STAI Attanwir dan bendeta Indonesia serta satu orang membawa tongkat berukuran besar dengan tinggi tongkat sekitar 3 meter berjalan mengawal Senat wisudawan/wisudawati menuju kursi diatas panggung untuk meligitimasi prosesi wisuda.

Sebelum prosesi wisuda 2016 dimulai, melalaui tiga kali ketokan palu Ketua STAI Attanwir menandai bahwa prosesi wisuda telah dibuka. Kemudian dilanjutkan pembacaan SK wisuda 2016 oleh Pembantu Ketua (PK) I, Bapak Sukardi. Setelah pembacaan SK tersebut selesai dilanjutkan prosesi wisuda atas komando Master of Ceremony yang kemudian diiringi musik dan lagu dari tim paduan suara (anak-anak BEM dan HMPS STAI Attanwir). Prosesi wisuda agaknya sama dengan gladi yang kami lakukan. Atas komando dari MC, Prodi Ekonomi Syari’ah lebih dulu berdiri untuk melakukan legitimasi wisuda 2016 ini. Dan baru disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam.

Setelah proses, legitimasi tersebut selesai. Tampak wajah dari teman-teman wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan murung dan sedih. Dan bahkan sampai ada wisudawati yang sampai meneteskan airmata karena terharu. Ia berfikir masa-masa suka dan duka dalam menempuh studi selama empat tahun tidak akan terulang kembali. Sebab, ia banyak cerita yang ia torehkan selama dibangku perkuliahan dan mengapa waktu begitu cepat yang seolah merenggut keceriaan selama berproses dibangku perkuliyahan.

Setelah itu, dilanjut dengan pembacaan Ikrar wisudawan/wisudawati. Dan dilanjut sambutan wakil wisudawan/wisudawati oleh Mujamil Edi Wahyudi (saya sendiri). Dalam sambutan atau pidato, saya menyeru dan menyampaikan yang pada intinya adalah bahwa “Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita, hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita. Namun, Hari ini adalah awal dari perjuangan lain, yang telah menanti kita. Banyak Lini yang harus kita benahi untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Banyak sekali permasalahan bangsa yang pada hari ini semakin menumpuk, maka, kita, sebagai Lulusan STAI ATTANWIR Bojonegoro, Siap hadir dan menjadi solusi atas persoalan-persoalan tersebut.

Hari ini adalah tentang masa depan. Dimana yang kita bicarakan adalah bukan kita sebagai penonton masa depan. Akan tetapi kita adalah Aktor masa depan. Dengan kerja keras dan tanggungjawab sesuai keilmuwan dan profesi kita, maka kita tidak hanya akan menghadapi masa depan, tetapi kita menjadi masa depan, untuk hadir menjawab seluruh persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini. Jika boleh diibaratkan sebuah buku, wisuda merupakan halaman pertama. Sehingga, masih banyak halaman-halaman berikutnya yang harus kita buka dan kita baca. Kita harus dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari semua pengalaman yang kita dapatkan di bangku perkuliahan. Bagaimanapun pengalaman merupakan guru terbaik, sekaligus bekal berharga bagi kita semua. Lebih dari pada itu, kita dituntut mampu mengamalkan apa yang kita peroleh dari bangku perkuliyahan”.

Setelah hampir 15 menit pidato, saya menutup salam dan kemudian kembali ke tempat duduk semula. Dengan harapan, sambutan atau pidato saya mempu menginspirasi teman-teman wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan. Lalu dilanjutkan orasi ilmiah dari Ketua STAI Attanwir Bojonegoro, Perwakilan Kopertais Wilayah IV dan dari Dosen UIN Sunan Kalijaga, Bapak Sodiq, Yogyakarta Jawa Tengah. Usainya orasi ilmiah dari beberapa orang tersebut, diakhiri do’a oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun-Sumberrejo-Bojonegoro, K.H Fuad Sahal. Dan setelah itu kami dipersilahkan untuk kembali kerumah masing-masing. Namun sebelum itu, untuk mngabadikan momentum ini kami melakukan foto bersama dengan bapak/ibu dosen, keluarga dan teman-taman kami. Dan setelah kita bernostalgia bersama teman-teman, wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan. Kami lalu kembali kerumah masing-masing. 

Harapan kami sebagai lulusan STAI Attanwir Talun-Sumberrejo-Bojonegoro, mampu memberi warna dimanapun tempat kami. Dan hadir sebagai solusi ditengah carut-marutnya problematika bangsa ini. Kami sadar bahwa kami adalah Aktor Masa Depan. Sekian & Salam 

 

Penulis aktivis PMII Cabang Bojonegoro dan penggerak Kampung Ilmu

Alumnus Prodi BKI Fak.Dakwah STAI Attanwir Bojonegoro

   

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Mbah Jony, Menjaga Tradisi Membuat Wayang dari Kertas Karton

Mbah Jony, Menjaga Tradisi Membuat Wayang dari Kertas Karton

Oleh Vera Astanti Lelaki yang sudah tak muda itu asyik melayani setiap permintaan dan pertanyaan dari anak-anak yang datang di ...

Quote

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Note From Kang Yoto

Ubahlah Pertanyaan Terhadap Anak-Anak Kita

Oleh Kang Yoto BERAPA lama lagi kita menunggu lahirnya generasi kuat lahir batin, sehat, cerdas dan produktif menciptakan nilai tambah, ...

Opini

Depresi, Ayo Curhat

Hari Kesehatan Sedunia

Depresi, Ayo Curhat

Oleh dr Achmad Budi Karyono TANGGAL 7 April ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Di era medsos ini dunia kesehatan mengangkat ...

Eksis

Membagi Bibit Pohon, Mengajak Masyarakat Menanam Pohon Agar Terhindar Bencana Alam

Niko Fatkuria

Membagi Bibit Pohon, Mengajak Masyarakat Menanam Pohon Agar Terhindar Bencana Alam

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Kejadian bencana alam yang terjadi bisa membawa perubahan yang besar bagi kehidupan seseorang. Hal inilah ...

Pelesir

Bakso Beranak dalam Mangkuk di Temayang, Nyam Nyam

Kuliner

Bakso Beranak dalam Mangkuk di Temayang, Nyam Nyam

Oleh Muliyanto Temayang Makanan popular ini banyak diperbincangkan di media sosial akhir akhir ini. Rasa penasaran yang berawal dari perbincangan ...

Religi

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Pos Sholat

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Jadikan Pekerjaan Sebagai Sarana Ibadah

Oleh Heriyanto Bojonegoro Kota - Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Polres Bojonegoro, pada Kamis (23/02/2017) mulai pukul 08.30 WIB pagi tadi, ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Senin, 24 April 2017

  • Giat Seleksi Mencari Bakat Calon Atlit PSHT

    Ds. Sranak Kec. Trucuk Kab. Bojonegoro - Pukul 00:00 WIB

  • Pramuka / Festival Wirakarya

    Lapangan Ds. Sumberarum Kec. Dander Kab. B - Pukul 07:00 WIB

  • Penatas Lumba Lumba

    jl. veteran Bojonegoro - Pukul 09:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds. Kalisumber Kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Pasar Malam

    Ds/Kec. Ngambon Kab. Bojonegoro - Pukul 17:00 WIB

  • Turnamen Bola Voli Dander Cup II

    lapangan kantor Perhutani ( BKPH ) Dander Kab. Bojonegoro - Pukul 19:00 WIB

  • Electune

    Ds. Pandantoyo Kec. Temayang Kab. Bojonegoro - Pukul 19:30 WIB

  • Pengajian Umum

    Ds. Pejok kec. Kepohbaru kab. Bojonegoro - Pukul 19:30 WIB

  • Electune

    Ds. siwalan kec. Sugihwaras kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Sitiaji Kec. Sukosewu Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Panemon Kec. Sugihwaras Kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Electune

    Ds. Balongrejo kec. Sugihwaras kab. Bojonegoro - Pukul 20:00 WIB

  • Wayang Thengul

    Ds/Kec. Kanor Kab. Bojonegoro - Pukul 21:00 WIB

  • Reog SINGO GUNTUR BAWONO

    Ds/Kec. Ngasem Kab. Bojonegoro - Pukul 21:00 WIB

Berita Foto

Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman

Antusisasme Pendukung Persibo di Stadion Letjend H Soedirman

Oleh Piping Dian Permadi Bojonegoro Kota - Antusiasme pendukung Persibo Bojonegoro sangat tinggi. Terlihat ribuan suporter berdatangan untuk melihat Laskar ...

Infotorial

Bintang Toedjoe Apresiasi Kaum Muda Bojonegoro Dalam Gerakan 50k Kantong Darah

Ngeblend No Fear!

Bintang Toedjoe Apresiasi Kaum Muda Bojonegoro Dalam Gerakan 50k Kantong Darah

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro Kota - PT Bintang Toedjoe selaku produsen Extra Joss Blend, telah berhasil melaksanakan aksi kemanusiaan dengan ...

Resensi

Membaca Kitab Sukses Bong Chandra

Unlimited Wealth Bong Chandra

Membaca Kitab Sukses Bong Chandra

Oleh Muliyanto BONG Chandra, namanya sudah melambung sebagai seorang motivator ulung Indonesia. Bukunya juga laris manis di pasaran menjadi pegangan ...

Feature

Mbah Masripah, 25 Tahun Membuat Kue Serabi dan Berjualan di Telon Tobo

Mbah Masripah, 25 Tahun Membuat Kue Serabi dan Berjualan di Telon Tobo

Oleh Heriyanto Bojonegoro Pagi-pagi enaknya menyantap serabi sambil menyesap teh atau menyeruput kopi. Kue tradisional itu tidak semua orang bisa ...

Teras

Anak-anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual

Anak-anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Terungkapnya grup facebook yang berisikan konten pornografi anak-anak tentu membuat siapapun, khususnya orangtua bergidik ngeri. ...

Statistik

Hari ini

5.366 pengunjung

12.280 halaman dibuka

219 pengunjung online

Bulan ini

72.947 pengunjung

258.077 halaman dibuka

Tahun ini

324.055 pengunjung

1.403.976 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 544.770

Indonesia: 13.209

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

\