News Ticker
  • Polres Bojonegoro Titipkan Sembilan Tahanan ke Lapas
  • Pengendara Mio Tabrak Truk, Patah Tulang Tiga Jari Kaki
  • Menteri ESDM Besok Kunjungi Lapangan Migas Banyu Urip Blok Cepu
  • JMPK Minta PT SI Kaji Ulang Kelompok Aliansi 10 Desa Kartar Ring 1
  • Gemar Membaca Bersama PEPC Digelar di SDN Bandungrejo 1 dan 2
  • Bojonegoro Kota Kembali Masuk Status Dibawah Siaga, Banjir Bengawan Solo
  • Beras Petani 14 Desa Ini Masuk di Mini Market Milik Koperasi Kareb
  • Seorang Nenek 80 Tahun di Tuban Ditemukan Tak Bernyawa di Tambak Udang
  • Aliansi 10 Desa Karang Taruna Ring 1 PT Semen Indonesia Gelar Unjuk Rasa
  • Kapolres Tuban Beri Kuliah Umum Tentang Kebhinekaan di Unirow
  • Kompor di Sebuah Warung Makan Pasar Kota Meledak Saat Ganti Tabung Gas
  • Lelang Parkir Sekitar Pasar Kota Digelar Hari Ini, Dishub Belum Tentukan Pemenang
  • Bojonegoro Kota Siaga Hijau, Trend Mulai Turun
  • Sukirno: Api Kecil Itu Sahabat, Api Besar Itu Bencana
  • Investasi Emas Mulai Dilirik Masyarakat
  • Blusukan Cara Tepat Dekat dengan Masyarakat
  • Perbuatan Termohon Mengalihkan Aset Klenteng adalah Tindakan Melawan Hukum 
  • Kapolres Ajak Pesantren Antisipasi Aksi Radikal Kelompok Garis Keras
  • 4 dari 71 Koperasi yang akan Dibubarkan Ternyata Masih Aktif
  • Bojonegoro Kota Masuk Status Siaga Hijau Banjir Bengawan Solo

Detik - Detik Menegangkan dan Tatapan Masa Depan

Detik - Detik Menegangkan dan Tatapan Masa Depan

Oleh Mujamil Edi Wahyudi

Hari itu, tepatnya pada tanggal 18 Desember 2016 adalah hari yang benar-benar membahagiakan kami. Sebab saya dan sahabat-sahabat seperjuangan diwisuda. Yakni wisuda ke-3 STAI Attanwir tahun akademik 2016. di Aula Attanwir prosesi wisuda dilakukan, sekitar pukul 08.00 WIB. Namun sebelum prosesi wisuda benar-benar dilakukan, kami melakukan gladi kotor hingga gladi bersih. Dengan harapan saat prosesi wisuda, calon wisudawan/wisudawati mengetahui tempat duduknya dan teknis prosesi wisuda.

Gladi kotor tersebut, dilakukan di Aula Attanwir. Pada tanggal 15 Desember 2016. Waktu itu gladi kotornya dijadwal oleh panitia wisuda dikakukan pada pukul 13.00 WIB, namun molor menjadi sekitar 1 jam an. Akhirnya, pada pukul 14.00 WIB teman-teman calon wisudawan/wisudawati berkumpul di Aula tersebut dan kemudian melakukan gladi kotornya. Dalam gladi kotor itu, kami dipandu oleh salah satu panitia wisuda 2016 yakni Bapak Muhajir. Dalam hal ini pak muhajir, sapaan akarabnya, tidak sendirian. Beliau ditemani oleh beberapa panitia yang lain.

Mula-mula kami ditunjukan tempat duduk kami. Setelah itu kami ditunjukan bagamana teknis prosesi wisuda. Bagi kami, hari itu adalah detik-detik terakhir proses perkuliahan kami. Sebelum kami mempraktekan jalannya wisuda, kami diberi contoh oleh panitia wisuda yang bernama Bapak Gito. Yang dipandu oleh Pak Muhajir. Pak Gito, begitulah teman-teman mahasiswa memanggil, mempraktekan bagaimana berjalannya calon wisudawan/wisudawati saat prosesi wisuda. Beliau mencontohkan awal berjalannya hingga hingga calon wisudawan/wisudawati berhadapan dan bersalaman dengan enam Senat Wisudawan/wisudawati dan juga berhadapan dan bersalaman dengan Kiyai.

Kiyai itu adalah K.H Fuad Sahal. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir. Setelah itu, kami mempraktekannya satu persatu yang diawali dari Prodi Ekonomi Syari’ah (Putra-Putri). Kemudian disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (Putra-Putri). Namun demikian, dalam praktiknya kami banyak mengalami banyak kekeliruan. Kami diprotes oleh Pak Muhajir karena proses jalan kami masih amburadul. Namun panitia dan calon wisidawan/wisudawati tidak lantas berputus asa. Kami melakukan praktik lagi. Mulai dari kami duduk, berdiri, berjalan hingga kembali ke temnpat duduk semula.

Dalam praktik yang kedua ini agaknya kami sudah berbeda dengan praktik yang pertama. Praktik yang kedua ini, kami mengalami perbaikan. Artinya sudah lebih bagus dari praktik yang pertama. Dalam praktik itu atau gladi kotor, kami juga diiringi oleh MC, Bapak Veri (Dosen Muda Baru) dan tim paduan suara. Karena, selain calon wisudawan/wisudawati yang gladi kotor mereka juga gladi. Saat gladi kotor, yang membacakan Ikrar Wisuda adalah Pak Roni dari Prodi Ekonomi Syari’ah. Dan yang mewakili wisudawan/wisudawati sambutan atau pidato adalah Mujamil Edi Wahyudi dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Yakni saya sendiri.

Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB. Dan sebelum bubar, kami oleh panitia, diminta lebih serius dalam gladi bersih pada tanggal 17 Desember 2016. setelah hal itu disampaikan oleh Pak Muhajir, kami diperbolehkan pulang dan pada gladi bersih itu kami diminta datang jam 13.00 WIB. Namun saat kami hendak pulang, tiba-tiba Pak Muhajir, mengajak kami untuk khatmul qur’an di mushola sebelahnya kampus. Saat itu, cuaca memang terlihat mendung dan mau turun hujan. Tidak berselang lama, setelah melakukan sholat asyar berjama’ah hujan tiba-turun dengan intensitas deras. Sehingga kami tidak jadi khatmul qur’an dan pulang kerumah masing-masing sembari menunggu hujan reda.

Sehari setelah gladi kotor, tepatnya tanggal 17 Desember 2016, yang memang terjadwal gladi bersih kami berkumpul diparkiran sepeda dihalaman kampus sembari menunggu teman-teman yang belum datang. Sekitar pukul 14.00 WIB, satu persatu-satu calon wisudawan/wisudawati berkumpul. Kami bergegas menuju Aula. Tempat yang akan kami gunakan untuk melakukan gladi bersih. Sesampainya kami di ruangan (didalam) Aula, kami menempati tempat duduk yang disediakan oleh panitia wisuda. Namun pada saat itu, tim paduan suara dan MC sudah berada di tempat yang disediakan oleh panitian. Mereka juga bersiap-siap melakukan gladi bersih bersama kami.

Mula-mula, kami diberi arahan oleh Panitia Wisuda, Pak Muhajir, untuk melakukan apa yang telah kami lakukan atau praktikan dalam gladi kotor kemarin dengan lebih serius dan sungguh-sungguh. Setelah Pak Muhajir memberikan arahan, kami langsung mempraktikan apa yang telah kami praktikan pada gladi kotor kemarin dengan sungguh-sungguh dan serius. Dalam gladi bersih ini agaknya ada tambahan dari panitia wisuda. Mulanya kami diminta untuk berbaris menjadi dua barisan dari bawah Aula dan kemudian berjalan perlahan-lahan menuju tempat duduk yang telah disediakan.

Setelah kami semua dipandu untuk duduk, kami dengan serentak duduk ditempat duduk masing-masing. Kemudian kami mempraktikan apa yang telah kami praktikan dalam gladi kotor kemarin. Pertama diawalai dari Prodi Ekonomi Syari’ah dan kemudian disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam. Dalam gladi bersih ini, praktiknya tidak jauh beda dengan gladi kotor. Namun demikian, yang membacakan Ikrar Wisudawan/wisudawati dan sambutan atau pidato mewakili wisudawan/wisudawati diminta untuk dibacakan sampai selesai.

Saat pembacaan Ikrar itu, kami diminta untuk berdiri dan menirukan apa yang dikatakan oleh Pak Roni selaku pembaca Ikrar. Setelah pembacaan Ikrar, kami diminta untuk duduk kembali. Lalu dilanjut dengan sambutan atau pidato dari wakil wisudawan/wisudawati, yang disampaikan oleh Mujamil Edi Wahyudi. Dalam hal ini adalah saya sendiri. Setelah mendapat panduan dari MC, saya langsung berjalan ke podium atau mimbar yang telah disediakan oleh panitia wisuda. Pada saat saya pidato atau sambutan, tampak calon wisudawan/wisudawati serius dalam mendengarkan. Setelah hampir 15 menit sambutan, kembali ke tempat duduk semula. Setelah saya duduk, tiba-tiba teman disebelah saya, M. Candra Arif atau yang akrab dipanggil Candra, itu memberitahukan kepada saya bahwa ada yang tidak suka dengan pidato saya karena kelamaan. Namun bagi saya itu adalah suatu yang wajar.

Setelah rangkaian demi rangkaian kami lakukan, tiba saatnya untuk kami pulang. Namun sebelum kami pulang, kami diberi arahan lagi oleh Pak Muhajir, bahwa gladi bersih kali ini sudah oke dan mantap, namun saat proses wisuda benar-benar berlangsung kami diminta untuk hikmat. Ketika misalnya ada teman yang keliru kita tidak boleh mentertawakan, namun harus diingatkan supaya tidak keliru. Selesailah Pak Muhajir memberikan arahan. Tibalah saatnya kami pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan fisik dan mental kami saat prosesi wisuda. Namun, sebelum kami pulang kami diminta oleh pihak Tata Usaha untuk mengambil Toga (Busana wisuda) supaya dipakai dalam prosesi wisuda. Dan bagi saya, hari itu betul-betul menjadi detik-detik menegangkan bagi saya dan bagi sahabat-sahabat seperjuangan saya.

Tatapan Masa Depan

Hari itu benar-benar telah tiba. Hari dimana kami akan diwisuda dan pasca wisuda tentu tatapan masa depan lah yang ada dibenak kami. Hari Ahad tertanggal 18 Desember 2016 itu adalah menjadi awal dari perjuangan kami dalam kehidupan. Harapan semua civitas akademika kami diminta mampu untuk mempraktikan apa yang telah kami peroleh dari bangku perkuliyan. Namun demikian, saya sadar bahwa persoalan-persoalan bangsa ini semakin menumpuk dan semakin rumit untuk urai. Dalam hal ini, saya insyaf dan sadar bahawa saya dan teman-teman wisudawan/wisudawati siap hadir menjadi solusi dari persoalan-persoalan tersebut.

Bermula pada hari ahad 18 Desember 2016 sekitar pukul 07.00 WIB. Kami berbondong-bondong beserta keluarga untuk hadir dan menyaksikan prosesi wisuda 2016 ini. Sebelum kami disiapkan dan kemudian masuk ke Gedung Aula, teman-teman wisudawan/wisudawati ada yang berfoto-foto keluarga dahulu di tempat yang disediakan oleh panitia wisuda. Namun juga ada yang terlihat foto selfi-selfi bersama keluarga dan suaminya (yang sudah bersuami). Setelah beberapa jam kemudian, sekitar 07.15 WIB kami disiapkan untuk berbaris dua barisan (rapi) di bawah gedung Aula untuk bersiap-siap berjalan menuju ke ruangan prosesi wisuda (ruangan gedung aula).

Setelah kami berbaris rapi, atas komando Mater of Ceremony (MC), Bapak Veri, kami diminta berjalan menuju ke ruangan prosesi wisuda. Perlahan-lahan dan dengan wajah yang nampak sedih serta murung , kami berjalan ke ruangan tersebut melalui anak tangga. Setelah beberapa menit kami sampai diruangan dan ditempat duduk masing-masing, kami latas duduk atas komando dari MC tersebut. “wisudawan/wisudawati dipersilahkan untuk duduk,” ucap Master of Ceremony, Pak Veri, dengan nada tinggi. Duduklah kami semua.

Diruangan tersebut, tampak wali wisudawan/wisudawati dan tamu undangan larut dalam suasana wisuda tersebut. Dalam wisuda kali ini, banyak pihak keluarga dari wisudawan/wisudawati hadir untuk menyaksikan anak atau cucunya yang diwisuda. Ada berangkat pakai sepeda motor dan ada yang berangkat rombongan pakai mobil pribadi. Tampak pula berbagai tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan momentum ini. Baik dari dosen maupun dari tokoh masyarakat dan kiyai sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir.

Tidak begitu lama, Senat Wisudawan/wisudawati yang terdiri dari PK I, PK II, PK III dan Ketua Perguruan Tinggi STAI Attanwir menuju tempat yang telah disediakan oleh panitia diatas panggung. Mereka dikawal oleh pasukan khusus yang terdiri dari dua orang membawa bendera STAI Attanwir dan bendeta Indonesia serta satu orang membawa tongkat berukuran besar dengan tinggi tongkat sekitar 3 meter berjalan mengawal Senat wisudawan/wisudawati menuju kursi diatas panggung untuk meligitimasi prosesi wisuda.

Sebelum prosesi wisuda 2016 dimulai, melalaui tiga kali ketokan palu Ketua STAI Attanwir menandai bahwa prosesi wisuda telah dibuka. Kemudian dilanjutkan pembacaan SK wisuda 2016 oleh Pembantu Ketua (PK) I, Bapak Sukardi. Setelah pembacaan SK tersebut selesai dilanjutkan prosesi wisuda atas komando Master of Ceremony yang kemudian diiringi musik dan lagu dari tim paduan suara (anak-anak BEM dan HMPS STAI Attanwir). Prosesi wisuda agaknya sama dengan gladi yang kami lakukan. Atas komando dari MC, Prodi Ekonomi Syari’ah lebih dulu berdiri untuk melakukan legitimasi wisuda 2016 ini. Dan baru disusul oleh Prodi Bimbingan dan Konseling Islam.

Setelah proses, legitimasi tersebut selesai. Tampak wajah dari teman-teman wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan murung dan sedih. Dan bahkan sampai ada wisudawati yang sampai meneteskan airmata karena terharu. Ia berfikir masa-masa suka dan duka dalam menempuh studi selama empat tahun tidak akan terulang kembali. Sebab, ia banyak cerita yang ia torehkan selama dibangku perkuliahan dan mengapa waktu begitu cepat yang seolah merenggut keceriaan selama berproses dibangku perkuliyahan.

Setelah itu, dilanjut dengan pembacaan Ikrar wisudawan/wisudawati. Dan dilanjut sambutan wakil wisudawan/wisudawati oleh Mujamil Edi Wahyudi (saya sendiri). Dalam sambutan atau pidato, saya menyeru dan menyampaikan yang pada intinya adalah bahwa “Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita, hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita. Namun, Hari ini adalah awal dari perjuangan lain, yang telah menanti kita. Banyak Lini yang harus kita benahi untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Banyak sekali permasalahan bangsa yang pada hari ini semakin menumpuk, maka, kita, sebagai Lulusan STAI ATTANWIR Bojonegoro, Siap hadir dan menjadi solusi atas persoalan-persoalan tersebut.

Hari ini adalah tentang masa depan. Dimana yang kita bicarakan adalah bukan kita sebagai penonton masa depan. Akan tetapi kita adalah Aktor masa depan. Dengan kerja keras dan tanggungjawab sesuai keilmuwan dan profesi kita, maka kita tidak hanya akan menghadapi masa depan, tetapi kita menjadi masa depan, untuk hadir menjawab seluruh persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini. Jika boleh diibaratkan sebuah buku, wisuda merupakan halaman pertama. Sehingga, masih banyak halaman-halaman berikutnya yang harus kita buka dan kita baca. Kita harus dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari semua pengalaman yang kita dapatkan di bangku perkuliahan. Bagaimanapun pengalaman merupakan guru terbaik, sekaligus bekal berharga bagi kita semua. Lebih dari pada itu, kita dituntut mampu mengamalkan apa yang kita peroleh dari bangku perkuliyahan”.

Setelah hampir 15 menit pidato, saya menutup salam dan kemudian kembali ke tempat duduk semula. Dengan harapan, sambutan atau pidato saya mempu menginspirasi teman-teman wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan. Lalu dilanjutkan orasi ilmiah dari Ketua STAI Attanwir Bojonegoro, Perwakilan Kopertais Wilayah IV dan dari Dosen UIN Sunan Kalijaga, Bapak Sodiq, Yogyakarta Jawa Tengah. Usainya orasi ilmiah dari beberapa orang tersebut, diakhiri do’a oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun-Sumberrejo-Bojonegoro, K.H Fuad Sahal. Dan setelah itu kami dipersilahkan untuk kembali kerumah masing-masing. Namun sebelum itu, untuk mngabadikan momentum ini kami melakukan foto bersama dengan bapak/ibu dosen, keluarga dan teman-taman kami. Dan setelah kita bernostalgia bersama teman-teman, wisudawan/wisudawati serta sahabat-sahabat seperjuangan. Kami lalu kembali kerumah masing-masing. 

Harapan kami sebagai lulusan STAI Attanwir Talun-Sumberrejo-Bojonegoro, mampu memberi warna dimanapun tempat kami. Dan hadir sebagai solusi ditengah carut-marutnya problematika bangsa ini. Kami sadar bahwa kami adalah Aktor Masa Depan. Sekian & Salam 

 

Penulis aktivis PMII Cabang Bojonegoro dan penggerak Kampung Ilmu

Alumnus Prodi BKI Fak.Dakwah STAI Attanwir Bojonegoro

   

Pertamina - Hari Jadi bojonegoro ke-339
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Pendidikan Harus Dilakukan Secara Istiqomah

Sutar, Kepala MTs Negeri Padangan

Pendidikan Harus Dilakukan Secara Istiqomah

Oleh Sucipto BANYAK sisi menarik jika bicara mengenai pendidikan. Sistem apapun yang diterapkan, pendidikan akan selalu menjadi perhatian. Baik oleh ...

Quote

Pelajaran dari 2016 untuk 2017

Pelajaran dari 2016 untuk 2017

Oleh Kang Yoto Assalamu alaikum wr wb Tahun 2016 baru saja kita lalui. 2017 kita masuki bersama sama. Tahun demi ...

Opini

Generasi Malang Cermin Rapor Merah Pendidikan

Generasi Malang Cermin Rapor Merah Pendidikan

Oleh Liya Yuliana Rapot merah potret generasi emas kembali tercoreng. Pelaku pendidikan kembali dirundung lara dan nestapa. Hilangnya nyawa seorang ...

Eksis

Blusukan Cara Tepat Dekat dengan Masyarakat

Brigadir Isna, Bhabinkamtibmas Desa Banjaranyar Baureno

Blusukan Cara Tepat Dekat dengan Masyarakat

Oleh Rischa Novian Indriyani Bojonegoro Sebagai petugas yang paling bersinggungan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas harus selalu melakukan upaya-upaya pendekatan emosional. ...

Pelesir

Serunya Naik Perahu Motor di Telaga Sarangan 

Serunya Naik Perahu Motor di Telaga Sarangan 

Oleh Vera Astanti TELAGA Sarangan berada lereng gunung Lawu turut Kabupaten Magetan Jawa Timur, tepatnya di Desa Sarangan Kecamatan Pelaksanaan. ...

Religi

Ribuan Masyarakat Bojonegoro Habiskan Malam Pergantian Tahun Dengan Selawat

Ribuan Masyarakat Bojonegoro Habiskan Malam Pergantian Tahun Dengan Selawat

Oleh Linda Estiyanti Bojonegoro Kota - Meski rintik gerimis mengguyur Bojonegoro semalam, Sabtu (31/12/2016), sama sekali tidak mengurangi semangat masyarakat ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Jumat, 20 Januari 2017

Berita Foto

Truk Rusak di Watu Jago, Polisi Pantau Kelancaran Lalu Lintas

Truk Rusak di Watu Jago, Polisi Pantau Kelancaran Lalu Lintas

Oleh Heriyanto Margomulyo - Satu truk bermuatan semen cair nomor polisi L 8165 RG mengalami kerusakan sehingga berakibat mogok di ...

Infotorial

Menyederhanakan Perizinan Industri Hulu Migas

Menyederhanakan Perizinan Industri Hulu Migas

*) Oleh Imam Nurcahyo Perizinan memegang peranan penting di industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Banyak kegiatan eksplorasi maupun ...

Resensi

Tidak Sesempurna Yang Dikira

Resensi Film The Matchbreaker (2016)

Tidak Sesempurna Yang Dikira

Oleh Irvan Ramadhon FILM The Macthbreaker menunjukkan seseorang yang dianggap sempurna, namun tetap memiliki kekurangan. Ada hal-hal negatif dalam diri ...

Feature

Tim Robotik SMAN 1 Baureno Sudah Banyak Raih Prestasi

Tim Robotik SMAN 1 Baureno Sudah Banyak Raih Prestasi

Oleh Piping Dian Permadi SUDAH banyak prestasi yang diraih oleh Tim Robotik dari SMA Negeri 1 Baureno baik di tingkat ...

Teras

Gerutu Warga Kota

Gerutu Warga Kota

Oleh Totok AP ANDA tahu Persibo kan? Klub sepak bola yang dulu jadi kebanggaan warga Kota B kelihatannya bisa eksis ...

Statistik

Hari ini

960 pengunjung

1.997 halaman dibuka

103 pengunjung online

Bulan ini

104.906 pengunjung

236.992 halaman dibuka

Tahun ini

104.906 pengunjung

236.992 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 547.673

Indonesia: 12.100

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015