News Ticker
  • Pantes Budal Volume 2 Meriahkan Malam Seni dan Budaya di Bojonegoro
  • Pemerintah Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Tetap Prioritas untuk Cegah Learning Loss
  • Rute Baru DAMRI Bojonegoro–Sarangan Diusulkan, Dorong Akses Wisata dan Ekonomi Daerah
  • Kodim Bojonegoro Targetkan 10 Jembatan Darurat Selesai 2026
  • Harga emas di hari ini Minggu 05 April 2026
  • Tahukah Anda ?
  • Djarum Foundation bersama YBSI Gelar Pengobatan Gratis di Sumberrejo, Bojonegoro
  • Review Film Pelangi di Mars, Kemasan Visual Mewah Tapi Cerita Biasa Saja
  • Momen Syukuran HUT ke-36 Perumda Air Minum Bojonegoro, Bupati Wahono Tekankan Peningkatan Jangkauan Layanan
  • Pemprov Jatim Terapkan WFH Hari Rabu untuk Cegah ASN Perpanjang Libur Akhir Pekan
  • Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem El Nino Godzilla, Ini Deretan Bahan Pangan untuk Jaga Cairan Tubuh
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 04 April 2026
  • 04 April dalam Sejarah
  • Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Bojonegoro 2026–2031: Fokus pada Profesionalisme dan Sertifikasi CPOB
  • Cantika Wahono Dikukuhkan Sebagai Ibunda Guru PGRI Bojonegoro
  • Sinergi Dharma Wanita Persatuan Dukung Visi Bojonegoro Sejahtera dan Program Prioritas Daerah
  • Akselerasi Penurunan Pengangguran, Dinperinaker Bojonegoro Gelar Mini Jobfair Pasca Lebaran
  • Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Saat Ramadan, Inflasi Jawa Timur Sentuh Angka 0,39 Persen
  • DPRD Bojonegoro Gelar Rapat Bahas 5 Raperda Strategis Kebijakan Daerah
  • Ribuan Petani Tebu Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Bulog Segera Perbaiki Pabrik GMM
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 03 April 2026
  • 03 April dalam Sejarah
  • Tabrak Bak Belakang Truk, 2 Pemotor di Kalitidu, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Terlindas Truk di Kasiman, Bojonegoro, Seorang Pemotor asal Senori, Tuban Meninggal Dunia
 Gombel Doggar Bikin Kapok Lombok

Pondok Gizi Sukomoro, Sukorejo-Bojonegoro

Gombel Doggar Bikin Kapok Lombok

Oleh Mulyanto

Kota-Warung ini cukup bersahabat bagi yang punya selera pada makanan pedas. Semua menu terasa menggigit pedasnya. Berada di lokasi yang cukup strategis, kurang lebih 50 meter dari Pos Lintasan Kereta Api Jalan Monginsidi, Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, di sebelah timur jalan, Pondok Gizi Suko Moro mengundang orang untuk mampir. Sesuai namanya, Suko Moro, begitulah paling tidak harapannya. Yakni, orang merasa terpanggil secara sukarela untuk mampir menikmati menu makanan dengan cita rasanya yang khas itu

Hal itu dibenarkan Ridwan (55), pemilik warung makan tersebut. "Suko itu artinya ikhlash (rela), moro itu datang," terang Ridwan. Dia berharap orang yang makan di warungnya datang dengan tanpa paksaan, tetapi karena rasa senang.

Saat BBC datang di Sukomoro, Ridwan sedang menyerahkan uang kembalian pada lelaki muda yang membeli beberapa buah lauk.

"Lhoh, Pak uang saya tadi 20 ribu," kata lelaki itu sambil menunjukkan bahwa uang kembaliannya kelebihan. Ridwan mengira uang yang disodorkan lelaki itu Rp 50 ribu.

Pondok Sukomoro menawarkan berbagai menu yang semuanya serba dessin, pedes dan asin. Seperti nasi bungkus yang diberi sebutan Gombel Doggar oleh Ridwan, meski hanya sekepalan tangan tapi bumbu pedasnya benar-benar terasa. Gombel Doggar singkatan dari Sego Sambel Endog Sak Igar (nasi dengan lauk sambal dan telur separo). Yakni nasi bungkus ukuran kecil sekitar 5 sampai 6 sendok habis dengan lauk sederhana, goreng tempe kecap, mie, sambal dan potongan kecil telur ayam. Sambalnya maknyus pedasnya.

Warung yang buka setiap hari mulai pukul 15.30 WIB sampai pukul 03.30 WIB dini hari itu sudah ada sejak tahun 2012. Sebelumnya adalah sebuah toko kelontong yang menjual aneka ragam barang rumah tangga sejak sekitar tahun 60an, milik orang tua Ridwan.

Pengunjung cukup ramai. Sekitar 20an orang sedang menikmati pedasnya menu Sukomoro. Rata-rata mereka adalah masyarakat menengah ke bawah. Banyak yang dari kalangan mahasiswa.

Siska, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Bojonegoro, mengaku sering mampir sepulang kuliah dan senang dengan menu Gombel Doggar. "Porsinya pas. Pedas sekali sambelnya. Tapi saya suka pedas kok," katanya selepas menghabiskan sebungkus gombel doggar. Harganyapun murah, kata Siska, dan itu pas untuk kantong mahasiswa. Gombel Doggar harganya memang cukup murah, hanya Rp 2500.

Pengunjung lain, Sukir (35), juga mengaku sering makan di Sukomoro. Dia mengaku senang dengan desain warung yang unik. "Nama warungnya unik, menu-menunya juga. Terasa bersahabat sekali," terangnya. Sukir menyebut nama Gombel Doggar dan Dessin itu singkatan yang unik, lucu, kreatif dan mengundang rasa senang. Sukir juga tertarik dengan sebuah tulisan yang tertempel di dalam warung, Kejujuran. Kata Sukirno, itu juga menarik. Di sini orang bisa mengambil apa saja, ngambil sayur dan lauk apa saja, dan punya kemungkinan untuk menipu, tapi tulisan di dinding itu seperti jadi pengingat.

Istri Ridwan, Hartini (49), yang bertugas mengatur di belakang, di dapur, mengatakan bahwa pedas adalah ciri khasnya. Sesuatu itu harus punya kekhasan. Hartini mengaku bahwa resep masakannya tidak pernah berubah. Misalnya harga cabai sedang mahal, dia tetap memberlakukan resep dan harga sebagaimana biasanya. "Rugi itu sudah jadi resiko. Yang penting jangan sampai mengubah takaran menu masakan," terangnya. Kepercayaan dan kepuaasan pelanggan adalah yang utama bagi Hartini.

Setiap harinya, Hartini menghabiskan beras sebanyak 40 sampai 50 Kg terhitung mulai buka hingga tutup. Jumlah itu berjalan normal setiap hari. Tidak mengalami penurunan yang cukup berarti.

Sekarang, Sukomoro memiliki 5 karyawan yang bertugas di belakang untuk menyiapkan menu dan 1 orang di depan yang melayani pelanggan. Sukomoro juga mempersilakan pelanggan untuk mengambil nasi atau tanduk sendiri. Hal itu sudah diantisipasi oleh Ridwan kalau ada pelanggan yang tidak betah menunggu lama untuk dilayani. pelanggan bisa mengambil piring, mengeduk nasi sendiri dengan piring yang sudah disediakan di sebuah meja.

Menu-menu di Sukomoro cukup banyak. Ada beberapa sayur seperti lodeh, kare, asem, dan sup yang semuanya tidak ada yang tidak pedas. Ada juga jajanan berupa gorengan seperti tempe, tahu isi, gendos, jadah, kucur, pilus, ote-ote, dan jajanan rebus seperti pisang, kacang tanah, ketela dan lain-lain. Semua ditata menantang di sebuah meja. Bagi penyuka jajanan tradisional, menu itu cukup mengundang syahwat untuk melahapnya. Serta yang mungkin jarang ada di tempat lain, yaitu jenang grendul. Jenang grendul ini berupa butiran-butiran seukuran pentol bakso kecil yang terbuat dari tepung berasa manis, tersaji bersama santan hangat. Baunya wangi dan rasanya tentu saja lezat.

Saat BBC hendak beranjak dari Sukomoro, nampak seorang lelaki sedang berkeringat wajahnya melahap makanan dalam piring. Dia seperti tersiksa. Tapi yakinlah, dia tidak benar-benar tersiksa sehingga kapok. Kalaupun toh kapok, itu sebatas kapok lombok. Besok dia akan datang kembali dan menikmati pedasnya menu masakan Sukomoro.(mol/moha)

 

 

 

Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Bojonegoro - PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) melakukan terobosan besar dalam memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan berencana menghadirkan ...

1775434000.7023 at start, 1775434003.3764 at end, 2.674085855484 sec elapsed