Warga Desa Kedungadem Minta Penerangan Jalan.
Jumat, 25 September 2015 15:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kedungadem - Kurangnya lampu penerangan jalan di wilayah Desa Geger, Kecamatan Kedungadem, menyebabkan keresahan para pengendara motor. Saat malam hari, mereka mengaku was-was ketika melintasi jalan penghubung Desa Geger dengan Desa Kedungadem. Apalagi jalan sepanjang satu kilometer itu jauh dari pemukiman warga.
Saiful (40), warga Desa Kedungadem, yang biasa melintasi jalan tersebut, mengatakan, warga desa sudah cukup lama mengeluhkan ketiadaan lampu penerangan jalan. Tanpa lampu tepi jalan, bisa sangat membahahayan pengendara yang melintasi jalan tersebut. Apalagi ruas jalan itu jauh dari pemukiman warga, dan kanan-kiri sawah.
"Jalan ini juga termasuk jalan poros dari Kecamatan Sugihwaras menuju Kecamatan Kedungadem," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Jumat (25/09).
Hal senada dikatakan Adi (45), warga Desa Geger. Dia menjelaskan, seharusnya jalan ini ada penerangannya sehingga bisa membuat rasa aman pengendara yang melintasi jalan Desa Geger. Jalan ini termasuk jalan poros sehingga para pengguna jika melewati daerah situ tidak merasa was-was.
"Dulu pernah ada kejadian begal, dan petani yang mempunyai lahan persawahan di kanan-kiri jalan tersebut kehilangan kendaraannya. Paling tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro," harapnya. (nam/tap)
*) Jalan desa yang butuh lampu penerangan jalan





































