November Diperkirakan Mulai Turun Hujan
Rabu, 30 September 2015 08:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyatakan musim kemarau tahun ini akan lebih panjang jika dibandingkan dengan musim kemarau tahun lalu. Selain itu, awal musim hujan juga diperkirakan terjadi pada awal November mendatang.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang menyebutkan untuk wilayah Bojonegoro awal musim hujan dimulai pada dasarian pertama November.
"Tahun ini kemarau lebih panjang, karena turunnya hujan masih pada November mendatang,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, Rabu (30/09).
Ia menerima laporan prakiraan cuaca dari BMKG Karangploso, Malang, pada 25 September 2015 lalu. Sesuai prakiraan, pada bulan November nanti sifat hujan di daerahnya masih di bawah normal berkisar 31-50 persen, dan curah hujan berkisar 101-150 milimeter. Pada Oktober, lanjut dia, curah hujan berkisar 21-50 milimeter, sehingga belum masuk musim hujan.
Berdasarkan prakiraan BMKG itu, musim kemarau di daerahnya akan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun lalu, yang menyebabkan puluhan desa mengalami kesulitan air bersih.
Data di BPBD Bojonegoro menyebutkan, warga yang mengalami kesulitan air bersih sebanyak 24.389 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 80.514 jiwa di 123 dusun di 67 desa yang tersebar di 16 kecamatan, per 11 September.
“Pendistribusian air bersih kami lakukan lima hari sekali/dusun,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Budi Moelyono.
BPBD melakukan pendistribusian air bersih bersama Disnakertransos dan operator migas, dengan lokasi di wilayah kerjanya masing-masing. "Kalau memang warga yang mengalami kesulitan air bersih terus bertambah, maka armada truk tangki untuk mendisribusikan air bersih akan ditambah,” tandasnya. (lyn/kik)
Ilustrasi foto mediaiyaa.com





































