Tingkatkan Kemampuan Pelaku Usaha Tani, Ajak Produksi Jamur Tiram
Rabu, 30 September 2015 16:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro menggelar acara sosialisasi untuk para pelaku usaha tani, hari ini, Rabu (30/09). Acara tersebut bertempat di Aula Mliwis Putih Satlantas Polres Bojonegoro.
Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Djupari. Diikuti oleh sekitar 200 pelaku usaha tani, dan dihadiri pula oleh Aiptu Suparnoto (Kanit Dikyasa satlantas Polres Bojonegoro), Dwi Santoso (pemateri dari Formulator), Proffesor Suwandi (ahli pertanian), PT MKD, serta beberapa perusahaan pertanian lokal.
Kasi Pengembangan SDM Dinas Pertanian, Djoko Poedjowijono, saat ditemui di sela-sela acara, kepada BBC mengungkapkan bahwa peningkatan kelompok tani dan gabungan akan terus diupayakan kepada kelompok tani dewasa, taruna, serta wanita tani.
"Melalui pertemuan semacam ini, kita mampu meningkatkan SDM (sumber daya manusia), pengetahuan, skill, dan kemampuan dalam mengelola pertanian," terang Djoko PW, nama akrab Djoko Poedjowijono.
Menurutnya, dalam kegiatan sosialisasi pertanian yang sering diselenggarakan oleh Dinas Pertanian ini, terdapat "5 Tepat" yang harus dikuasai oleh para petani. Yaitu tepat dosis, waktu, cara, pestisida dan konsetrasi. Beberapa pelaku tani ditemukan terkadang kurang memperhatikan penggunaan pestisida pada tanaman yang dapat membahayakan lingkungan dan keselamatan manusia.
"Acara ini mengundang narasumber dari Formulator untuk menjelaskan bagaimana penggunaan pestisida yang benar, sehingga pelaku dan ekosistem tetap aman," imbuhnya.
Pada sosialisasi ini, tambahnya, Dinas Pertanian juga memaparkan materi tentang budidaya jamur tiram. Harapannya, para pelaku tani, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) bisa lebih produktif. Jamur ini, menjadi pilihan masyarakat tani dikarenakan penanamannya mudah, tidak membutuhkan waktu khusus dan lahan yang luas.
Dalam pertemuan sosialisasi lintas bidang itu, diberikan juga demonstrasi oleh petani jamur tiram asal Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Suyanto. Pria yang juga ketua RT tersebut memaparkan tentang bagaimana proses budidaya jamur tiram. Dia juga memberi semangat agar para pelaku usaha tani memproduksi jamur tiram sebagaimana telah dilakukan secara massal di desanya, Klampok. (lyn/moha)


































.md.jpg)






