Upacara Kesaktian Pancasila, 37 Siswa Pingsan
Kamis, 01 Oktober 2015 10:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kota – Ratusan pelajar SD, SMP, SMA serta anggota TNI dan Polri mengikuti kegiatan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada hari ini, Kamis (01/10) di Alun-Alun Bojonegoro. Namun, cuaca yang panas mengakibatkan sebanyak 37 peserta upacara jatuh pingsan dan 15 peserta upacara kelelahan.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto. Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkup Pemkab Bojonegoro juga mengikuti upacara tersebut.
Namun, di sela berlangsungnya upacara banyak siswa yang jatuh pingsan dan kelelahan. Mereka kemudian ditolong dan dibopong keluar oleh petugas PMI Bojonegoro ke tenda yang telah disiapkan. Sedangkan, peserta upacara yang kelelahan juga dibawa keluar barisan upacara dan istirahat di sekitar alun-alun.
Menurut Kasi ESDM PMI Bojonegoro, Nur Khamid, setiap kali berlangsung kegiatan upacara memang selalu ada peserta upacara yang pingsan atau kelelahan. Apalagi, kata dia, saat ini cuaca sangat panas saat musim kemarau.
“Peserta upacara yang pingsan langsung dirawat dan mendapatkan pengobatan. Tak lama kemudian, mereka siuman dan istirahat,” ujarnya saat merawat peserta upacara yang pingsan.
Ia menambahkan, faktor atau penyebab mereka pingsan dan kelelahan ini disebabkan karena kondisisi fisik yang kurang fit dan belum sarapan. Mereka bergegas mengikuti kegiatan upacara yang berlangsung sejak pagi hari.
Dari pantauan beritabojonegoro.com di lokasi, perserta yang pingsan rata-rata dari pelajar SMP yang ditangani langsung oleh petugas kesehatan dari Palang Merah Indonesia atau PMI Bojonegoro yang sejak pagi sebelum acara dimulai sudah ada di lokasi.
Di lokasi upacara tersebut, di Alun-Alun Bojonegoro tampak petugas kesehatan dari PMI Bojonegoro disibukan dengan peserta yang mengalami pingsan dan kelelahan. Petugas beberapa kali menggotong dengan tandu atau membopong peserta upacara yang pingsan atau kelelahan.
Mereka yang mengalami kelelahan, kecapekan dan bahkan pingsan, ditangani oleh petugas kesehatan dari PMI di sebuah posko kesehatan yang telah disedikan yang letaknya tidak jauh dari tempat upacara. (yud/kik)





































