Rencana Pembangunan Geopark dan Geoheritage Dimatangkan
Kamis, 01 Oktober 2015 16:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Berkaitan dengan sumber daya alam yang ada, pihak Pemerintah Kabupaten berencana membangun sebuah Geopark dan Geoheritage di Bojonegoro. Menindaklanjuti hasil rapat Agustus lalu dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Jogjakarta, Kamis (01/10), Pemkab menggelar rapat koordinasi lanjutan terkait rencana pembangunan geopark dan geoheritage itu.
Rapat dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati sekitar pukul 10.00 WIB. Hadir dalam rapat Hanang Samudra dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, wakil dari UPN Jogjakarta, Kepala Dinas ESDM Agus Supriyanto, Badan Lingkungan Hidup, serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan.
Hanang Samudra, saat membuka rapat, mengatakan, pada tahun 2000-an para ahli geologi memikirkan sumbangsihnya geologi terhadap negara itu dalam wujud apa. Sehingga dua tahun kemudian muncul istilah geopark. Keragaman geodiversity terbagi atas mineral, batuan, fosil, struktur geologi tektonik, dan bentang alam.
"Geodiversity adalah kekayaan alam yang dimiliki oleh suatu daerah untuk sebesar-besarnya untuk menyejahterakan masyarakat setempat. Keduanya akan menyatu dalam geoheritage, yaitu warisan geologi," katanya.
Hanang menambahkan, dalam pengembangan heritage nantinya akan memiliki tiga fungsi, yakni sebagai sarana konservasi, edukasi dan penumbuhan ekonomi lokal baik pariwisata maupun geo produk. Di Indonesia ini, ada tiga heritage masuk dalam geopark nasional dan geopark global. Lainnya masih dalam rintisan yang salah satunya terletak di Provinsi Jawa Barat.
"Budaya, maupun legenda bisa masuk dalam heritage apabila bisa dijelaskan secara geologi dan biologi," terangnya.
Pada kesempatan berikutnya, Jatmiko, dari UPN Jogjakarta, meminta tanah yang termasuk dalam pemetaan wilayah potensi geologi agar dimiliki oleh pemerintah setempat. Status kepemilikan tanah menjadi faktor paling penting.
"Bagaimana cara pemerintah kabupaten supaya mengupayakan tanah tersebut agar dimiliki. Karena mungkin saja tanah tersebut milik warga, investor, atau milik desa. Kedepan tanah tersebut akan menjadi aset kabupaten," ujarnya.
Dia juga mencetuskan gagasan terkait nama geoheritage di Bojonegoro. Misalnya, Petrolium Sistem Heritage Bojonegoro. Mengingat Bojonegoro merupakan wilayah yang terdapat minyak dan gas bumi.
"Namun ketika Geopark telah selesai dibangun, maka bukan hanya milik Bojonegoro saja tetapi juga dimiliki oleh dunia," imbuh Jatmiko.
Kepala Dinas ESDM Bojonegoro Agus Supriyanto turut mempresentasikan potensi alam yang ada di Bojonegoro. Misalnya, Waduk Pacal, sumber api abadi di Kahyangan Api, Kedung Maor, Wali Kidangan dan Makam Panjang, sumur tua Wonocolo, fosil ikan paus purba dan masih banyak potensi lainnya di Bojonegoro.
"Bojonegoro wilayah barat kebanyakan fosil hewan darat seperti gajah dan badak. Sedangkan bagian timur ditemukan fosil hewan laut seperti ikan paus purba," jelasnyanya. (ver/tap)





































