Ini Proses Penggunaan Kartu Tani untuk Mendapatkan Pupuk Bersubsidi
Rabu, 05 Juli 2017 08:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Kepala Cabang BNI46 Kabupaten Bojonegoro Rachmad Muji Widodo menerangkan mudahnya penggunaan kartu tani bagi para petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Dengan kemudahan akses tersebut diharapkan para petani mampu memperoleh jatah alokasi pupuk sesuai yang dibutuhkan.
Setelah para petani memperoleh kartu tani dari bank BNI, maka petani dapat mendatangi kios - kios distributor pupuk guna mendapatkan pupuk bersubsidi. Besaran alokasi yang dibutuhkan nantinya sudah tercatat dalam data iwalet yang tertuang dalam kartu tani.
Petugas dari kios kata Rachmat bisa membantu petani untuk mengecek besaran jatah pupuk di dalam kartu tani melalui mesin EDC (elektronik data capturning), seperti yang ada di kasir swalayan. Nantinya akan terlihat berapa besaran jatah pupuk yang dimiliki oleh petani tersebut dan bisa diambil.
"Petani datang membawa kartu, kartu digesek, kios melakukan (Inqwery) melihat alokasi petani. Lalu kios mempertanyakan mau bayar pakai apa," kata Rachmat.
Pembayaran bisa dilakukan secara tunai, dengan harga yang sudah ditentukan. Setelah petani membeli pupuk, otomatis kuota pupuk dalam iwalet juga akan berkurang sesuai pengambilan.
Jika ada uang lebih atau kembalian, petani juga bisa memilih untuk ditabung atau langsung diberikan kembalian. Karena petani juga peroleh manfaat buku tabungan dari BNI46 ketika memperoleh kartu tani.
"Kios sebagai agen menabung atau agen 46 dari BNI. Jadi kartu bisa digunakan sebagai ATM dimana pun dia berada," jelasnya.
Kios juga memperoleh manfaat karena mendapatkan mesin EDC dari bank BNI. Mesin EDC ini tidak terbatas sebagai pembayaran pupuk, namun angsuran, token listrik, transfer dan lainnya.
"Kios juga akan mendapatkan penghasilan dari setiap transaksi yang dilakukan di kios," imbuhnya.
Yang ada di kartu Tani adalah alokasi pupuk bukan nominal uang. Dengan sistem tersebut kata Rachmat, penyaluran pupuk bersubsidi diharapkan bisa tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, dan tepat waktu. (pin/kik)































.md.jpg)






