Omzet Penjualan Seragam Sekolah Meningkat 50 Persen
Sabtu, 08 Juli 2017 17:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro - Omzet penjualan seragam sekolah meningkat mencapai 50 persen menjelang kenaikan kelas dan tahun ajaran baru. Diprediksi, puncak pembelian seragam akan terjadi pada H-1 masuk sekolah pertama kali.
Penjual seragam di toko pasar tradisonal Bojonegoro, Nanik menuturkan, peningkatan penjualan seragam sekolah sudah terjadi sejak setelah Lebaran lalu sampai saat ini. Jika dibandingkan dengan hari biasa, peningkatan terjadi sekitar 50 persen.
“Sebelum Lebaran memang sudah libur, namun masyarakat masih konsentrasi pada pemenuhan kebutuhan Lebaran. Dan untuk pembelian seragam sekolah mulai marak setelah lebaran,” tuturnya, Sabtu (08/7/2017).
Menurut Nanik, meskipun terjadi peningkatan omzet namun harga jual seragam tidak dinaikkan. Untuk seragam SD dijual mulai dari Rp 46.000/set hingga Rp 60.000/set tergantung kualitas bahan. Sedangkan untuk seragam SMP dijual mulai dari Rp 67.000/set hingga Rp 70.000/set.
“Untuk seragam SMA mayoritas sudah disediakan di sekolah masing-masing dan untuk standarnya menggunakan bahan kain drill. Sebenarnya kendala ada pada model seragam dimana hampir setiap sekolah memiliki model seragam berbeda. Jadi kami belum bisa memenuhi seluruh permintaan,” imbuhnya.
Nanik menambahkan harga jual seragam masih sama, penjualan sekarang mencapai 100 potong hingga 200 potong per hari. Sebelumnya tidak mencapai jumlah tersebut pada hari biasa. Puncaknya mendekati waktu masuk sekolah mendatang. (mol/kik)































.md.jpg)






