News Ticker
  • Polres Bojonegoro Adakan Pengobatan Massal di Negeri Atas Angin Kecamatan Sekar
  • Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Padangan, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 100 Juta
  • Ambil Lajur Kanan, Honda Vario Tabrak Truk Trailler, Pengendara Vario Meninggal Dunia
  • Tabrak Truk Boks Parkir, Pengendara Scoopy di Sumberrejo Luka-Luka
  • Merah Putih Berhasil Dibentangkan di Puncak Bukit Cinta Negeri Atas Angin
  • Pemkab Bojonegoro Terus Upayakan Realisasi Pembangunan Dry Port
  • Diduga Pengemudi Mengantuk, Suzuki Carry Bertabrakan Dengan Truk Fuso
  • Kobarkan Semangat Merah Putih di Bukit Cinta Negeri Atas Angin
  • Kapolres Bojonegoro Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera
  • Lomba Panahan Turut Meriahkan Agustusan
  • Usai Upacara Peringatan HUT RI ke-72, Bupati Blora Lantik Kades Terpilih Pilkades Serentak
  • 2 Orang Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Bojonegoro Peroleh Remisi Bebas
  • Rayakan Hari Kemerdekaan RI ke-72, Ratusan Warga Kibarkan Bendera Raksasa di Perut Bumi
  • Polres Blora Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkoba Selama Tahun 2017
  • Upacara Peringatan HUT RI ke-72 di Alun-Alun Bojonegoro, 165 Peserta Kelelahan dan Pingsan
  • Polres Bojonegoro Tangkap Seorang Remaja Asal Sumberrejo, Pelaku Persetubuhan Anak
  • Unik, Upacara HUT RI di Bantaran Sungai Bengawa Solo
  • 124 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Terima Remisi, 2 Warga Binaan Bebas
  • Bendera Dengan Ukuran 17 kali 45 Meter, Membentang Di Bengawan Solo
  • Sambutan Bupati Bojonegoro Pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72

Film Train to Busan

Kemanusiaan di Tengah Para Zombie

Kemanusiaan di Tengah Para Zombie

 

Oleh Vera Astanti

Film zombie memang paling banyak bercita rasa barat. Meski begitu, Korea Selatan telah mencoba menyuguhkan rasa yang berbeda melalui Train To Busan. Film yang dibintangi oleh aktor ganteng Gong Yoo ini menjadi magnet sendiri bagi penikmat film.

Train to Busan bercerita tentang seorang manager investasi  bernama Seok Woo (diperankan Gong Yoo) yang berusaha mengabulkan permintaan putri semata wayangnya Soo An diperankan Kim Su An untuk bertemu dengan ibunya. Perpisahan dengan istrinya memang memberikan dampak yang nyata bagi putri yang masih usia kecil itu. Dalam perjalanannya menuju sang ibu yang berada di Busan, seorang penumpang perempuan mengalami luka gigitan di kakinya.

Dari gadis itulah wabah zombie dimulai. Banyak penumpang kereta yang terkena gigitan dan beberapa menit kemudian menjadi zombie. Berbeda dengan zombie di film barat yang memiliki gerak tubuh lambat, zombie dalam Train to Busan ini justru sangat lincah. Terutama bila mengetahui ada mangsa di dekatnya. Zombie jadi semakin beringas dan menyerang secara membabi buta.

Dalam film ini, sutradara  Yeon Sang Ho menyentil kehidupan sosial yang ada di Korea Selatan dewasa ini, terkait terkikisnya kepedulian terhadap orang lain.  Masing-masing orang dalam ini digambarkan berusaha menyelamatkan diri sendiri. Dalam kondisi itu, kemunculan seorang gadis cilik baik hati dalam film ini sedikit memberikan harapan baik. Gadis cilik yang dilanda kesepian dan kesedihan menunjukkan rasa kepedulian tinggi terhadap sesama.

Hadirnya dia menjadi penguat cerita tentang pentingnya bertahan dalam situasi sulit dan menunjukkan rasa kasih terhadap sesama manusia ketika dalam kondisi terjepit. Seok Woo dalam film ini menjadi seorang ayah yang sinis terhadap orang lain. Bahkan putrinya pun kalah keberadaannya dengan pekerjaannya. Pekerjaannya selalu menyita seluruh waktu maupun perhatiannya.

Rasa bersalah muncul ketika dia menghadiahi putrinya sebuah game, yang ternyata sudah pernah dia hadiahkan tahun lalu. Dan putrinya hanya meminta bertemu dengan ibunya di Busan.

Sayangnya perjalanan yang diharapkan mulus tidak terjadi. Wabah zombie menyerang Soul dan beberapa kota lainnya di Korea Selatan. Siapapun yang kena gigitan zombie maka dirinya pun akan berubah menjadi zombie. 

Perjuangan Seok Woo dan penumpang lainnya yang masih belum terinfeksi memuat jantung penonton berdegub kencang. Pasalnya satu demi satu penumpang ini terkena gigitan zombie yang bergerak sangat cepat ini. 

Ada bagian-bagian yang sentimentil, yakni ketika masing-masing orang berusaha melindungi seorang anak dan wanita hamil. Mereka mengorbankan dirinya demi dua orang itu. Sebuah rasa kemanusiaan yang ingin dihadirkan dalam film bergenre horor ini.

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Berita TerkiniBerita Poluler

Sosok

Sosok Dibalik Aplikasi CAS dan System e-Police Polres Bojonegoro

Sosok Dibalik Aplikasi CAS dan System e-Police Polres Bojonegoro

Oleh Imam Nurcahyo SEBAGAIMANA diketahui, berkat ide dan gagasan cemerlang dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSI, ...

Quote

Sambutan Bupati Bojonegoro Pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72

Sambutan Bupati Bojonegoro Pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72

Bekerja Bersama, Bersatu Melangkah Maju Assalamu'alaikum waroh matullahi wabarokaatuh Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua Merdeka!!! Yang saya ...

Opini

Mengamalkan Nilai Pancasila Untuk Keutuhan Bangsa

Sebuah Refleksi Peringatan HUT RI ke-72

Mengamalkan Nilai Pancasila Untuk Keutuhan Bangsa

Oleh: Said Edy Wibowo*) Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa di ...

Eksis

Barang Seni Berkelas Tercipta dari Tangan Kreatif Puguh

Barang Seni Berkelas Tercipta dari Tangan Kreatif Puguh

Oleh Vera Astanti Gelak tawa sering keluar dari orang-orang setelah berbincang dengan pemuda itu. Pemuda dengan favorit kaos warna hitam ...

Pelesir

Belanja Buku Bekas di Pojok Pasar Kota Bojonegoro

Belanja Buku Bekas di Pojok Pasar Kota Bojonegoro

Oleh Vera Astanti Bojonegoro Kota Buku tak harus baru. Asalkan masih bisa terbaca tulisannya dan diambil manfaatnya, bekas tidak masalah. ...

Religi

Pesan Penting Untuk Jamaah Haji Bojonegoro

Pesan Penting Untuk Jamaah Haji Bojonegoro

*Oleh Drs H Sholikin Jamik SH MHes MARI kita panjatkan puji kepada Allah, yang telah melimpahkan taufik kepada kita sekalian ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Sabtu, 19 Agustus 2017

Berita Foto

Bendera Dengan Ukuran 17 kali 45 Meter, Membentang Di Bengawan Solo

Bendera Dengan Ukuran 17 kali 45 Meter, Membentang Di Bengawan Solo

Oleh Vera Astanti MESKI cukup lama menunggu selesainya penjahitan bendera sebesar 17 meter kali 45 meter, akhirnya bendera tersebut bisa ...

Infotorial

Program Pendukung Operasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Mengolah Sampah Jadi Berkah

Program PHBS dan Pengelolaan Sampah di Sekolah

Program Pendukung Operasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Mengolah Sampah Jadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama pemerintah terus melakukan berbagai ...

Resensi

Peluang Sukses dengan Outliers di Sekitar Kita

Buku Outliers Karya Malcom Gladwell

Peluang Sukses dengan Outliers di Sekitar Kita

Oleh Muliyanto OUTLIERS adalah buku karya Malcom Gladwell yang bagus. Tema buku ini menarik minat saya yang ingin hidup sukses. ...

Feature

Sate Jamur Tiram yang Benar-Benar Maknyus

Kuliner

Sate Jamur Tiram yang Benar-Benar Maknyus

Oleh Muliyanto Kapas Tiada orang yang tak yang tak kenal sate, baik daging kambing, sapi, ayam, maupun lainnya. Tapi tidak ...

Teras

Menikmati Senja di Jakarta

Menikmati Senja di Jakarta

Oleh Heriyanto Jakarta Liburan Lebaran yang berbarengan dengan liburan sekolah terasa kurang lengkap apabila tidak memanfaatkannya untuk liburan. Melepas penat ...

Statistik

Hari ini

1.278 pengunjung

2.501 halaman dibuka

162 pengunjung online

Bulan ini

63.905 pengunjung

182.712 halaman dibuka

Tahun ini

684.785 pengunjung

2.771.606 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 516.433

Indonesia: 10.738

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015