News Ticker
  • Truk Tabrak 2 Motor di Balen, Bojonegoro, Kedua Pengendara Motor Luka-luka
  • Warga Kanor, Bojonegoro Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Tim SAR Lakukan Pencarian
  • Pamit Pergi ke Warung Tuak, Warga Semanding, Tuban Ditemukan Tewas di Bekas Galian Tambang
  • Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Ditutup Total, Arus Lalu Lintas Dialihkan
  • Swiwings Indonesia, Buka Cabang di Kota Bojonegoro
  • Diduga Pengemudi Mengantuk, Truk Tabrak Portal Jembatan Kare di Kanor, Bojonegoro
  • Jelang Pemberangkatan Jemaah Haji, Kemenag Tuban Gelar Bimbingan Manasik Haji
  • Mulai Besok, Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total
  • Promo Halal Bihalal dengan Sajian Spesial di ASTON Bojonegoro City Hotel
  • Jelang Akhir Bulan, Intip Empat Ide Kegiatan Seru yang Ramah Kantong
  • Pemkab Blora Segera Bangun Rumah Pemotongan Hewan Ternak Modern
  • Nafisatul, Atlet Angkat Besi asal Blora Raih Medali Perunggu di Sea Games 2022
  • Ribuan Santri di Jatim Doakan Ganjar Pranowo Presiden 2024
  • Diterjang Angin Kencang, Sejumlah Rumah di Desa Socorejo, Tuban Alami Kerusakan
  • Pemkab Blora Dorong Banjir di Cepu dapat Segera Ditangani dengan Solusi yang Tepat
  • Bupati Apresiasi 2 Mahasiswi, Anak Petani Blora yang Lulus dengan Predikat Cum Laude
  • Profesional Muda? Simak Hacks Keuangan ala Financial Planner Ini bagi Kamu yang Baru Mulai Bekerja
  • Sebagai Penghasil Sapi Terbesar di Jateng, Bupati Blora Ajak Peternak Waspadai Wabah PMK
  • Cegah Penyebaran PMK, Petugas Gabungan di Bojonegoro Lakukan Pengawasan di Pasar Hewan
  • Ini Tips Berbisnis Ibu Titin, Sosok Ibu Tunggal yang Berhasil Membesarkan Ketiga Anaknya
  • Seorang Warga Ngasem, Bojonegoro Ditemukan Meninggal Membusuk di Pinggir Sungai
  • Pemkab Tuban Alokasikan Anggaran Rp 10 Miliar untuk Renovasi GOR Rangga Jaya Anoraga
  • Polisi Blora Tangkap Seorang Residivis Narkotika Berikut Barang Bukti 3 Paket Ganja
  • Antisipasi PMK, Petugas Gabungan di Blora Lakukan Pengawasan Pasar Hewan

Resensi Buku: La Rangku

Novel La Rangku karangan Niduparas Erlang ini berisikan kumpulan-kumpulan cerpen yang memiliki cerita yang unik, dan menyuguhkan kejadian-kejadian yang mungkin akan dirasa seperti kejadian nyata yang ditemui dalam kehidupan nyata pembaca.
 
Cerita yang dibawakan dalam cerpen-cerpennya menggunakan pendeskripsian yang sangat jelas, dengan memberikan gambaran suatu objek maupun suasananya seakan kita dapat membayangkan apa yang dimaksud dalam cerita tersebut. Cerita yang disuguhkan memiliki alur yang tidak terduga di setiap cerpennya dan membuat kita semakin penasaran saat membacanya.
 
Niduparas Erlang mampu memberikan gambaran jelas tentang masalah-masalah yang mungkin sering kita jumpai dengan menggunakan bahasanya yang mudah dipahami. Di setiap cerita memiliki banyak kata yang sering kita dengar saat masa lalu yang kini mungkin sudah jarang kita dengar, seakan memberikan kesan nostalgia bagi pembaca.
 
 
Novel La Rangku ini menghadirkan 21 cerpen, yang dikemas menjadi 3 buah judul, yang pertama La Rangku, kedua Penanggung Tiga Butir Lada Hitam di Dalam Pusar, ketiga Pagar Ayah.
 
Kumpulan cerpen pertama La Rangku ini pernah diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur setelah memenangi sayembara Manuskrip Cerpen Festival Seni Surabaya pada tahun 2011 dan telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman pada tahun 2016.
 
Kumpulan cerpen pertama dengan judul La Rangku ini berisikan 10 cerpen dengan judul: Api Terus Menggelora dalam Matanya, La Rangku, Tarawengkal, Pernikahan Itu, Balon Itu Menyimpan Sisa Napasnya, Re, Sayap Malaikat Ini Untukmu, Sesuatu Retak di Senja Itu, Aku Harus Tidur, Purna, Gaco, dan 10 Sula.
 
Kumpulan cerpen yang kedua berjudul Penanggung Tiga Butir Lada Hitam di Dalam Pusar. Kumpulan cerpen ini pernah diterbitkan secara indie oleh penerbit Berjaya Buku pada tahun 2015, setelah memenangi Sayembara Manuskrip Cerpen Siwa Nataraja Award pada tahun yang sama. Kumpulan cerpen ini memuat 9 cerpen dengan judul: Sirubahung, Bayi Kemarau, Seruncing Hangat Cengkeh, Oray Tutug Wak Ginjir, Penanggung Tiga Butir LadaHitam di Dalam Pusar, Tiga Cerita Yang Tak Kunjung Usai Dikisahkan Lelaki Itu, Yang Mengganggu di Bubungan, Menyesap Mokla, dan Boyboyan.
 
 

Ilustrasi: Cover novel La Rangku, karya Niduparas Erlang. (Foto: Dok Istimewa)

 
Kumpulan cerpen ketiga merupakan cerpen yang tidak dimuat dalam dua buku sebelumnya dan dimuat dalam buku ini dengan judul Pagar Ayah yang berisikan 2 cerpen dengan judul: Burusuh dan Pagar Ayah.
 
Cerpen La Rangku ini becerita tentang layang-layang yang pertama. Tentang Kaghati dari suku Muna. Tentang seorang raja bernama La Pasindaedaeno yang mengorbankan anaknya, La Rangku. Kemudian di makam La Rangku tumbuh gadung, yang dibuat layang-layang menggunakan daunnya dan serat dari nanas untuk benangnya.
 
Kaghati yang diterbangkan selama tujuh hari tujuh malam lalu benangnya diputus pada malam terakhir. Di sini menggambarkan kepercayaan dari suku Muna pada Kaghati yang akan terbang mencapai matahari dan akan memberkati mereka.
 
Cerita ini mengisahkan Wadi yang kembali memiliki La Rangku, menjadi layang-layang dan terbang menuju matahari. Tetapi Wadi tak ingin terbang ke matahari, Wadi ingin terbang ke surga, ke tempat ibunya yang telah tiada. Ia ingin dapat terbang bersama bapaknya menemui ibu yang ada di surga untuk memenuhi undangannya, di mana di surga ibunya hidup bahagia dalam rumah megah yang bawahnya mengalir sungai madu, sungai susu, sungai air mineral.
 
Bukankah matahari dan surga sama-sama lebih tinggi dari awan-awan, dari bintang-bintang? Batinnya. Maka Wadi pun meminta dibuatkan sebuah layang-layang.
 
 
Novel ini masih memiliki beberapa cerita yang tidak kalah menarik dari cerpen La Rangku. Dalam cerpen-cerpen lainnya memiliki cerita yang beragam, mulai dari kesedihan, kemalangan, trauma, perselingkuhan, dan juga mitos yang berkembang di suatu daerah.
 
Cerita yang disuguhkan memiliki penggambaran yang unik menggunakan bahasa-bahasa yang jarang kita gunakan, seperti menggunakan kata ulang yang jarang kita ketahui, seperti mendeking-deking, melengking-melenting, dan bintang-gemintang.
 
Selain cerpen yang berjudul La Rangku, terdapat juga sebuah cerpen yang berjudul Balon Itu Menyimpan Sisa Napasnya. Dalam cerpen ini memuat cerita menarik yang mengisahkan tentang seorang lelaki tua yang merenungkan kesedihannya setelah ditinggal sang istri tercintanya.
 
Ia merupakan seorang yang sangat menyayangi istrinya, walau kini istrinya tidak lagi cantik seperti saat muda namun dia masih memberikan senyuman yang selalu manis. Di kala sang istri yang sudah tua dan semakin hari semakin lemah karena sakit, dia dengan sekuat tenaga mencarikan jalan kesembuhan untuk sang istri, mulai dari dibawa berobat ke puskesmas dan selalu mendapat tanggapan buruk dari pihak puskesmas karena tidak memiliki ‘kartu sehat’.
 
Pernah dia memiliki keinginan untuk membawa sang istri berobat ke rumah sakit yang lebih memadai, namun apa daya karena jarak rumah sakit yang sangat jauh dan dia hanya memiliki sepeda yang sama rentanya dengan dirinya. Apalagi dengan biaya yang diperlukan untuk berobat pun tidak ada, maka diurungkannya niatnya tersebut.
 
 
Selain mencari pengobatan dari puskesmas, dia juga mencari pengobatan lewat dukun yang disarankan oleh tetangganya, namun tidak ada perubahan yang ada, hingga pada suatu malam tiba-tiba ada suatu suara dari bilik kamar istrinya yang tiba-tiba terbangun dan berkata “Bah, sebelum ibu mati, ibu ingin sekali saja bertemu dengan Sodik!”
 
Sodik merupakan anak mereka yang kini telah pergi dari desa karean diusir oleh tetua desa dikarenakan dianggap meracuni penduduk desa dengan mazhab yang berbeda.
 
Suatu hari lelaki tua itu memperhatikan bocah-bocah SD yang berjingkrak-jingkrak sembari bermain dengan balon yang warna-warni. Dia kembali mengingat anak dan istrinya yang kini telah tiada. Tidak disangka datang seorang anak kecil membawa sebuah balon yang sudah sedikit mengempis dan memintanya untuk meniupkan balon itu. Kejadian itu membuat lelaki tua ini kembali mengingatkannya pada keceriaan sederhana Sodik kecil yang suka meniup-niupi balon.
 
Novel La Rangku ini memiliki cerita-cerita yang sangat menarik untuk dibaca dan banyak dari ceritanya menggunakan kata-kata yang mungkin tidak kita pahami, namun penulis memberikan catatan kaki yang sangat membantu pembaca untuk mengetahui arti dari kata-kata tersebut. (*/kik)
 
 
 
Identitas Buku:
Judul Buku: La Rangku (Kumpulan Cerpen)
Penulis: Niduparas Erlang
Penerbit: Yayasan Seni Surabaya bekerjasama dengan Selasar Surabaya
Tahun Terbit: 2011
ISBN: 979-979-25-9420-1
Deskripsi Fisik (Tebal): 128 halaman
 
 
Penulis Resensi: Puguh Prianggoro SPd (Penulis adalah Guru Pegiat Kampung Ilmu Bojonegoro).
Editor: Muhammad Roqib
Publisher: Imam Nurcahyo
 
SKK Migas - Pertamina EP
Berita Terkait

Videotorial

Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah

Video

Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah

Road to Indonesia Digital Conference (IDC) yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) siap digelar pekan depan di delapan provinsi ...

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Bojonegoro - Seekor buaya air tawar (crocodylus novaeguinae) ditemukan di tengah sawah Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Opini: Cegah Stroke dengan Makanan Sehat

Opini: Cegah Stroke dengan Makanan Sehat

Hari Stroke Sedunia atau World Stroke Day diperingati pada tanggal 29 Oktober 2021. Peringatan tersebut diprakarsai oleh World Stroke Organization ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Infotorial

Swiwings Indonesia, Buka Cabang di Kota Bojonegoro

Swiwings Indonesia, Buka Cabang di Kota Bojonegoro

Bojonegoro - Swiwings Indonesia, salah satu bisnis waralaba yang telah memiliki cabang di sejumlah kota di Pulau Jawa, kini membuka ...

Berita Foto

Foto Mobil Tertabrak Kereta Api di Kalitidu, Bojonegoro

Berita Foto

Foto Mobil Tertabrak Kereta Api di Kalitidu, Bojonegoro

Bojonegoro - Sebuah mobil Daihatsu Grandmax pikap yang hendak melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kilometer 112+300, ...

Religi

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Bojonegoro - Jemaah atau warga Muhammadiyah di Kota Bojonegoro, pada Rabu (26/05/2021) malam atau usai sala magrib, menggelar salat gerhana ...

1653296829.5967 at start, 1653296829.7486 at end, 0.15191602706909 sec elapsed