News Ticker
  • Pj Bupati Bojonegoro Pimpin Apel Pengamanan Pilkada Serentak 2018
  • Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng
  • 30 Mahasiswa UGM KKN PPM di Desa Palon Kecamatan Jepon Blora
  • Polres Blora Gelar Apel Gabungan dalam Pengamanan Pilkada
  • Kapolres Bojonegoro Ingatkan Para Pendukung Paslon Agar Tidak Saling Ejek Melalui Medsos
  • Nikmat
  • Pengawas Pemilu Kabupaten Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan
  • KPU Blora Mulai Didistribusikan Logistik Pilgub Jateng 2018
  • Antisipasi Politik Uang, Panwaskab Bojonegoro Akan Laksanakan Patroli Pengawasan
  • Diduga Pengendara Mengantuk, Honda Supra di Dander Bojonegoro Ditabrak Yamaha Jupiter
  • Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu
  • Sat Lantas Polres Bojonegoro Pasang Speed Alarm System pada Armada Bus AKDP
  • Kapolres Bojonegoro Imbau Seluruh Paslon Tidak Laksanakan Politik Uang
  • Jelang Masa Tenang, Panwaskab Bojonegoro Akan Tertibkan APK Pilkada 2018
  • Panwaskab Bojonegoro Imbau Seluruh Paslon Tidak Lakukan Kampanye Saat Masa Tenang
  • Diduga Pengemudi Kurang Kosentrasi, Mobil Xenia di Ngraho Bojonegoro, Tabrak Pagar Jembatan
  • KPU Bojonegoro Distribusikan Logistik Pemilukada 2018 ke PPK
  • Cinta
  • Mulai Juni 2018, 10 Kecamatan di Blora Bisa Cetak e-KTP
  • "VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan
Siapakah Muhammad Sebelum Diangkat Menjadi Nabi?

Siapakah Muhammad Sebelum Diangkat Menjadi Nabi?

Oleh  Rhachmad Ridho R, S.Pd., M.E

Muhammad, keturunan bangsa Quraisy. Suatu kaum yang termulia di Makkah. Nasabnya bersambung dengan Nabi Ismail as bin Ibrahim as. Nasab ibu dan ayah bertemu di datuk yang kelima yaitu Kilaab. Ibunya Aminah binti Wahb bin Abdi Manaaf bin Zuhrah bin Kilaab. Ayahnya Abdullah bin Abdul muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaaf bin Qushaiy bin Kilaab.

 Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih dalam kandungan. Lahir di kota Makkah pada hari Senin 12 Rabiul Awwal tahun Gajah. Dinamakan tahun gajah karena raja Habasyah ketika itu mengirimkan tentara ke Makkah untuk menghancurkan Kabah. Pada saat itu banyak sekali gajah. Lalu Allah membinasakan mereka (tentara gajah) sebagai penghormatan kepada kelahiran Muhammad. Ia disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyah lalu Halimah as-Sa’diyah sampai umur empat tahun.

Ia ditinggal oleh ibunya ketika berumur 4 tahun. Lalu bersama kakeknya Abdul Muthalib. Ketika umur Muhammad 8 tahun, kakeknya meninggal. Akhirnya diasuh pamannya (Abu Thalib). Pada masa pemeliharaan dengan pamannya, Muhammad menggembala kambing. Dengan upah tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan makan dan lainnya. Saat berumur 9 tahun (ada yang mengatakan 13 tahun) pergi ke Syam bersama pamannya (Abu Thalib) dengan membawa dagangan. Ketika sampai Bushra, seorang pendeta yang bernama Buhaira melihatnya. Lalu mengabarkan kepada pamannya bahwa Ia akan menjadi nabi yang terakhir. Pendeta memaparkan tanda kenabian Muhammad yang ada di Kitab Injil dan meminta pamannya untuk membawanya pulang.


Ketika berumur 25 tahun Muhammad kembali ke Syam dengan membawa dagangan Khadijah (seorang perempuan yang mulia, kaya raya). Ia (Khadijah) memilih Muhammad karena kejujuran dan akhlaknya yang sangat mulia. Pelayannya, Maisaroh turut membersamai untuk berjualan. Pada akhirnya Muhammad pun (25 tahun) menikah dengan Khadijah (40 tahun).

Pada saat ia berusia 35 tahun kaum Quraisy meruntuhkan Ka’bah dan memperbaharuinya. Muhammad turut serta dalam pembangunan tersebut. Kaum Quraisy berselisih paham tentang siapa yang meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. Kemudian mereka sepakat bahwa yang paling berhak adalah yang pertama masuk Masjidil Haram. Ternyata Muhammad orangnya. Ia meletakkan batu itu di suatu kain selendang dan meminta dari tiap-tiap ketua kaum Quraisy untuk masing-masing memegang ujung selendang itu. Kemudian ia meminta untuk mengangkat batu tadi. Ketika mereka sampai pada batu yang dimaksud, ia mengambil batu itu dengan tangannya sendiri. Dengan demikian hilanglah perselisihan pada masalah ini, mereka kaum Quraisy mengagumi kecerdasan pikiran Muhammad.

Semasa hidupnya Muhammad terkenal dengan sifat terpuji, benar, jujur, amanat, sabar, malu, rendah hati, sehingga mendapat gelar “Al-Amin” (orang yang dapat dipercaya). Allah menjaganya dari perbuatan jahiliyah sejak kecil. Tidak sekalipun minum arak dan sujud menyembah berhala. Sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul, Ia suka menyendiri untuk beribadah kepada Allah di Gua Hira. Ia menjalankan ibadah dengan tuntunan ibadah agama kakeknya, Nabi Ibrahim as, dari sepuluh hari sampai sebulan lamanya.

Dari sejarah Nabi Muhammad SAW, sebagai umatnya, kita harus meneladaninya. Meski di tengah ketimpangan dunia. Tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW sebelum menjadi nabi dan rasul senantiasa memiliki komitmen yang kuat untuk berakhlak mulia. Jika melihat kondisi generasi muda yang terpuruk dan semakin jauh dari Islam, serta tidak punya semangat memperjuangkan agamanya. Perlu para ulama dan tokoh Islam mencari solusi bagaimana membangkitkan keislaman para pemuda dari cengkraman hedonisme liberal. Pada suatu zaman seorang raja Al-Malik Mudhaffaruddin, mengundang para ulama dan masyaikh ke istana untuk bermusyawarah. Mereka membahas bagaimana membangkitkan semangat umat Islam, membebaskan diri dari penjajah, serta menanamkan kecintaan kepada Rasulullah. Dengan begitu diharapkan mampu meneladani beliau. Dari musyawarah ulama tersebut, ada usulan agar diadakan peringatan peristiwa bersejarah dalam Islam. Diantaranya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini kemudian dikampanyekan besar-besaran. Ada yang mengusulkan agar mengundang para penyair untuk menuliskan syair pujian kepada Nabi. Para ulama dan mubaligh yang bertugas menceritakan sejarah Nabi. Al-Malik Mudhaffaruddin menanggapi usulan ini dengan antusias. Sudah seharusnya momen Maulid Nabi dijadikan sebagai pengingat bahwa kita punya idola, Muhammad SAW. Dalam bersikap dan berkata sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW. Semoga peringatan kelahiran Nabi bukan hanya sekedar seremonial saja. Namun yang lebih penting adalah meneladani apa-apa yang dibawa serta menyebarkannya. Semoga Allah meridai kita. Aamiin.

Penulis guru dan alumni pasca sarjana UINSA

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro Apa yang dilakukan oleh Kang Yoto, sapaan Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008-2013 dan ...

Opini

Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu

Hari Bidan Nasional 24 Juni

Peran Bidan Dalam Menekan Angka Kematian Ibu

*Oleh dr Achmad Budi Karyono GARDA terdepan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan para ibu, khususnya ibu hamil adalah bidan. Hari ...

Quote

Nikmat

Nikmat

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd Nikmat dapat diartikan lezat, senang dan pemberian atau anugerah dari Allah Swt. Bentuk nikmat ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Eksklusif

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - Terlihat sebuah mobil tiba menuju belakang Gedung Serba Guna Bojonegoro, tempat dilaksanakannya malam pagelaran ...

Religi

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

Oase Ramadan

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes LEBARAN hampir tiba. Hari kemenangan, hari iedul fitri. Berikut ini beberapa nukilan yang ...

Berita Foto

Menabrak Formalitas

Menabrak Formalitas

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Tak ingin terlihat monoton dengan pose foto bersama yang begitu begitu saja, sejumlah pejabat yang ...

Feature

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Berawal dari ketakutan pada matematika dan kerisauan akan budaya yang semakin terkikis, tiga mahasiswa Universitas ...

Resensi

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur Oleh Muhammad Roqib Bagaimana bila khutbah yang dilakukan setiap hari Jumat ditulis dalam sebuah buku?. ...

Statistik

Hari ini

10 kunjungan

23 halaman dibuka

14 pengunjung online

Bulan ini

83.058 kunjungan

141.745 halaman dibuka

Tahun ini

689.323 kunjungan

1.211.751 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 646.363

Indonesia: 12.840

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015