Ketua PMII Bojonegoro Tolak Keputusan Muktamar NU 33 Jombang
Sabtu, 08 Agustus 2015 11:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh : Mujamil E. Wahyudi
Kota - Sidang Komisi Organisasi Muktamar Ke33 Nahdlatul Ulama, Selasa (4/8), di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, salah satunya memutuskan dan menetapkan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom (banom) NU.
Keputusan ini mendapatkan berbagai tanggapan pro dan kontra dari beberapa Pengurus Cabang PMII Se Indonesia.
Seperti halnya Pengusus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Bojonegoro. Menurut Ketua Umum PMII Cabang Bojonegoro, A. Dhili Nasrullah, sebenarnya ia tidak sepakat apabila PMII menjadi Badan Otonom (Banom) NU.
“Secara Kultural PMII sudah NU, kalau PMII menjadi Banom NU dikemudian hari akan membuat arah gerarakan lebih sempit dan tidak leluasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, namun PMII Bojonegoro bukan milik segelintir kader saja, semua berhak memberi tanggapan terkait perihal itu.
Sepakat atau tidak sepakat, harus dimuali dari analisa tentang pengembangan PMII kedepan, karena Organ Mahasiswa ini adalah Organisasi pengkaderan.
“Organisasi kaderisasi itu harus beriiringan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya. [Yud]































.md.jpg)






