KSE Bacakan Cerkak dan Gurit di UGM Yogyakarta
Rabu, 14 Oktober 2015 13:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Usai mengadakan acara Maca Cerkak dan Gurit di Jatim Expo, Jum’at (9/10) lalu dalam memeriahkan Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI), kini Komunitas Sastra Etnik (KSE) Bojonegoro, tengah menyiapkan acara serupa di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada Minggu (18/10) depan. Rencananya acara akan dimulai pada jam 19.00 WIB.
“KSE memang diundang khusus ke UGM untuk menggelar acara membaca sastra etnik Djawa, berupa cerita cekak dan geguritan,” tutur Arieyoko, pendiri KSE Bojongoro.
Menurutnya, acara ini tergolong spesial, lantaran kian langkanya pagelaran Sastra Etnik Jawa. Karena masih kalah jika dibandingkan dengan pagelaran sastra lain seperti Indonesia, Asia, Barat dan Inggris.
Padahal, lanjut dia, sastra jawa memiliki kandungan keindahan yang luar biasa. Sekaligus filsafat hidup yang amat tinggi. “Jadi, acara ke Surabaya dan Yogya ini, sekaligus untuk membangkitkan kesadaran masyarakat luas tentang sastra leluhur sendiri,” ujarnya
Khusus untuk pagelaran sastra etnik di UGM tersebut, ditampilkan Sitoresmi Prabuningrat yang akan membacakan tiga buah geguritan karya Arieyoko. Sedang untuk dua buah cerita cekak yang dibacakan, smuanya karya Djajoes Pete.
Pembaca geguritan lainnya, adalah Budi Palopo (Gresik), Maria Widy Aryani (Yogya) dari Bojonegoro adalah Bambang Soen, Kang Zen Samin, Choirul Anas, Fauzy, serta Jeng Sus.
“Karya-karya cerita mas Djajoes Pete memang sangat beda dan memiliki bentuk narasi yang unik. Sangat layak untuk diangkat menjadi sebuah tontonan sastra tersendiri,” kata Arieyoko menjelaskan.
Acara ini terselenggarakan berkat kerja sama Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri (PKKH) UGM dengan KSE. Adapun event ini digelar secara terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. (rul/moha)
Foto KSE dalam sebuah acara pembacaan gurit































.md.jpg)






