Jelang Rendengan, Petani Mulai Ndeder Bibit Tanaman
Kamis, 15 Oktober 2015 22:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Balen - Menurut perkiraan BMKG musim kemarau di wilayah Bojonegoro akan berakhir November mendatang. Artinya pada saat itu hujan mulai turun, meskipun intensitasnya masih rendah. Namun bagi para petani kondisi itu sudah cukup untuk memulai musim tanam baru.
Untuk itu, sejumlah petani mulai bersiap-siap menyongsong masa rendengan tersebut. Mereka mulai melakukan pendederan bibit tanaman yang bakal ditanam di lahan sawahnya pada musim rendengan. Beberapa bibit mulai dideder, diantaranya cabai dan terong.
Seperti yang dilakukan salah satu petani di Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, bernama Kesmadi (43).
Saat ditemui beritabojonegoro.com di lahan sawahnya, Kamis (15/10) sore, Kesmadi sedang asyik mencabuti rumput yang tumbuh di sela-sela dederan bibit cabai dan terongnya. Menurutnya, usia dederan bibit itu kini sudah mencapai satu bulan. Rencananya bibit-bibit itu hendak ditanam pada musim hujan atau rendengan mendatang.
"Saya tanam dederan bibit cabai dan terong pada lahan seluas seperempat hektare. Bibit ini sebenarnya untuk saya tanam sendiri. Tapi jika nanti lebih saya juga akan menjualnya ke sesama petani di sini," ujarnya.
Kesmadi memanfaatkan damen atau batang padi kering untuk menutupi dederan bibit cabai dan terong agar tidak terkena terik matahari secara langsung. Penutup itu dibuat sederhana, tingginya kira-kira 1 meter. Dengan penutup itu dimaksudkan kelembaban tanah tetap terjaga.
"Saya mulai tanam pertengahan September lalu. Kalau sekarang sudah pertengahan Oktober, berarti ya sudah sekitar satu bulanan lah Mas usianya," jelasnya.
Dederan bibit cabai dan terong milik Kesmadi, kini mulai tumbuh normal. Selama ini tidak ada hama yang mengganggu. Hanya saja perawatannya harus intensif. Karena kondisi saat ini ketersediaan air terbatas.
"Alhamdulillah, masih ada sumur di dekat lahan yang airnya belum mengering. Air sumur itulah yang saya manfaatkan untuk menyiram dederan bibit, tiap pagi dan sore. Saya ambil air sumur dengan menggunakan mesin pompa diesel, Mas," jelasnya.
Dederan yang bulan depan siap tanam itu, lanjutnya, diperkirakan harganya mencapai kisaran Rp 100 ribu untuk per seribu bibit cabai dan terong. "Tapi harga itu bisa jadi tambah mahal, kalau pas musim tanam. Bisa juga kurang dari harga segitu, kalau pasokan bibit melimpah," pungkasnya. (ori/tap)
*) Ilustrasi dari indonesiabangundesa.org































.md.jpg)






