News Ticker
  • Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2018 Digelar di Bojonegoro
  • Tim Teknologi Informasi EMCL Berbagi Ilmu di SMKN 1 dan SMKN 2 Bojonegoro
  • Virus Goyang Dayung Merambah Pada Pelajar di Tuban
  • Tips Bagi Calon Pelamar Dalam Mengikuti Proses Seleksi CPNS 2018
  • Inilah Alur Pendaftaran CPNS 2018
  • Jelang Pileg dan Pilpres, Polres Tuban Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu
  • Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Hari Ini, Situs SSCN BKN Belum Dapat Diakses
  • Polisi di Bojonegoro Amankan Seorang Pelaku Penadahan
  • Perbedaan
  • Pecah Ban, Mobil Milik DLH Bojonegoro Tabrak Tumpukan Batu di Pinggir Jalan
  • Ratusan Warga Mojoagung Soko Tuban, Minta Kejaksaan Tindak Tegas Kades Korupsi
  • Penerimaan CPNS 2018 di Kabupaten Bojonegoro Tersedia 384 Formasi
  • Formasi Penerimaan CPNS 2018 Kabupaten Blora Sebanyak 508 Lowongan
  • Lagi, Kebakaran Menimpa Rumah Milik Warga Balen Bojonegoro
  • Penanggulangan Kemiskinan Menjadi Prioritas Pemerintah
  • Tabrakan Motor di Baureno Bojonegoro Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Berikut ini Syarat Dasar Bagi Pelamar CPNS 2018
  • Sat Lantas Polres Bojonegoro Launching SIMELI
  • Sat Narkoba Polres Bojonegoro Laksanakan Binluh Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar
  • Kapolres Bojonegoro Tekankan 7 Hal Kepada Anggotanya

Opini

Orang Bertaqwa Harus Kaya

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes

DALAM surat Al-Baqoroh (3-4) disebutkan bahwa salah satu ciri orang bertaqwa adalah mereka yang menafkahkan sebagian rezeki  atau hartanya kepada orang yang berhak menerimanya.

Islam mengatur cara mendistribusikan harta yang dimiliki kepada orang lain melalui mekanisme zakat maal dan zakat fitri, Infak serta shodaqoh. Itu semua di atur dalam Islam sebagai bentuk  kepedulian Islam pada sesama, kedermawanan, kesetia kawanan sosial. Dan Islam memandang  harta tidak hanya punya makna secara individu (kesalehan ritual) tapi juga secara sosial (kesalehan sosial) serta sebagai wujud  tanggung-jawab bersama atas manusia lain.

Tapi mungkinkan kita bisa mendistribusikan sebagian harta yang kita miliki kepada orang lain, kalau kehidupan ekonomi kita terbatas atau miskin?. Karena itu salah satu cara untuk menjadi orang bertaqwa, kita perlu menjadi orang kaya (berkecukupan)

Islam mendorong umatnya untuk menjadi orang berharta. Islam menganjurkan kepada pemeluknya untuk kerja, kerja, kerja. Melalui kerja itu, mereka akan mendapatkan rezeki dari Allah. Islam mengharuskan seseorang beriktiyar, berusaha keras, untuk menggapai sukses dunia akhirat. Semangat kerja keras dan menjadi kaya itu juga tersirat dalam Al-quran. Di kitab suci tersebut harta atau uang di sebut qiyaman atau sarana  pokok kehidupan. Karena sebagai sarana, harus digunakan dengan baik. Kelebihan rezeki dari Allah, agar dapat fadhillah, harus selalu di cari agar kita berkecukupan untuk beribadah.

Yang menarik, harta atau uang dalam Al-qur-an di sebut dengan kata maal, di sebut 25 kali. Sedangkan jamak maal adalah amwal di sebut 61 kali. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah berpendapat bahwa pentingnya harta berkecukupan atau menjadi orang kaya

Menjadi orang kaya agar bisa menafkahkan sebagian rezeki yang kita meliki kepada orang lain sudah di contohkan Nabi kita Muhammad. Dalam buku Muhammad sebagai pedagang, Ippho Santoso, 2008, ternyata Nabi kita Muhammad dari 63 tahun umurnya, hanya 3 tahun beliau hidup miskin. Beliau benar-benar businessman andal sejak kecil. Di saat berumur 12 tahun, beliau sudah menjadi enterpreneur dan sudah berdagang sampai ke Syiria. Saat berumur 25 tahun, beliau sudah kaya-raya dan telah melakukan perjalanan bisnis 18 kali keluar negeri. Selain ke Syiria, bisnisnya sampai ke Yaman, Basra, Irak,Yordania, Bahrain dan simpul-simpul bisnis lainnya dari Jazirah Arab, sehingga ketika menikah, beliau mampu membayar maskawin yang besar sekali nilainya. Banyak sumber menyatakan, mahar atau maskawin yang diberikan beliau adalah 100 ekor unta. Kalau di konversikan ke kurs rupiah sekarang, kalau unta harganya Rp 12 juta per ekor, maka mas kawin beliau kepada Siti Khotijah adalah 1,2 miliar, hanya pemuda yang kaya raya saja yang bisa memberi maskawin sebesar itu.

Dan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang sangat padat baik dalam berdagang maupun berdahwah tidak mungkin Nabi ke mana-mana harus menunggu dan menyerahkan nasib perjalanannya kepada kendaraan umum. Dari banyak sumber yang dipercaya, dikatakan bahwa Nabi punya sejumlah keledai dari jenis yang terbaik untuk beraktivitas sehari-hari. Untuk berperang, beliau punya sejumlah kuda dan unta. Juga dari jenis yang terbaik. Bahkan, untanya berjenis Al-Qasha, yang terkenal sebagai jenis kendaraan terbaik saat itu, yang kalau di bawakan ke konteks sekarang tentu tak ada bedanya dengan mobil termewah dan terkuat yang bisa dipacu sangat tinggi dan akselerasi sangat tangguh.Yang mungkin bisa disamakan dengan mobil-mobil sekelas Mercedes, BMW, Ferrari atau Lamborghini.

Sayangnya yang sering diangkat para pendakwah Nabi itu Miskin. Padahal Nabi bukan miskin (baca kaya raya) melainkan Zuhud. Meski berkecukupan, beliau selalu bersikap sederhana, rumahnya, pakaiannya, makanannya, minumannya sederhana. Jadi menurut Nabi sederhana adalah sikap hidup, bukan mental. Kalau sederhana menjadi mental orang muslim, maka selamanya akan menjadi kaum peminta. Nabi mentalnya menjadi orang kaya, sikapnya tetap sederhana. Jadi hidup sederhana, setelah kita berkecukupan harta atau kaya.    

Nabi juga bersabda, bahwa ada sepuluh sahabat Nabi  yang dianggap istimewa dan dijamin Nabi masuk surga. Sembilan diantara sepuluh sahabat itu, ternyata orang yang sangat kaya raya, para konglemerat di zamannya.   

Hanya satu sahabat Nabi yang miskin. Dia adalah Bilal, seorang budak kulit hitam yang punya suara emas (menjadi muazin andal). Sejak awal beriman kepada Allah, walaupun menjadi budaknya Abu Sofyan, agar keluar dari Islam, Bilal di siksa dengan hantaman batu besar, siraman air keras di gurun pasir yang panas, tapi Bilal tetap bertauhid dan dalam bibirnya hanya berucap Allah, Allah, Allah. Artinya walau miskin, Bilal di jamin masuk surga karena tauhid nya sangat tangguh. Bagaimana dengan tauhidnya orang miskin sekarang?.  

Sedangkan sembilan diantara sepuluh sahabat lainnya adalah para sahabat pekerja keras yang berharta. Namun, mereka tidak menggunakan harta yang dimiliki untuk kesenangan pribadi, api untuk kemaslakatan orang banyak. Harta itu memberikan manfaat bukan hanya diri dan keluarganya tapi untuk umat lain.

Salah seorang diantara mereka adalah Abdurrahman bin Auf. Dia pedagang sukses. Ketika bersama Nabi hijrah dari Mekah ke Madinah, semua harta yang dimiliki di Mekah ditinggal begitu saja.Sebagai penduduk baru di Madinah, dia tidak mengenal satu sama lain. Suatu hari dia dipertemukan dengan seorang muslim yang siap membantunya, namanya Sa’d Ibn Al-Rabi’. “Saudaraku,” kata Sa’d ibn Al-Rabi’ kepada Abdurrahman ibn Auf. ”Aku memiliki dua buah kebun yang luas, aku juga memiliki dua rumah yang nyaman. Diantara keduanya pilihlah yang kau suka dan ambillah untukmu.”

Mendengar tawaran itu, bagi sebagian orang pasti menggiurkan, tapi bagaimana sikap Abdurrahman ibn Auf terhadap tawaran itu? Dia berkata, ”Terima kasih atas segala kebaikanmu, saudaraku, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Sebaiknya, tunjukkan saja kepadaku jalan ke pasar.”

Dia punya semangat hidup yang mandiri dan bermental enterpreneur. Ada ungkapan yang menjadi pandangan hidup suksesnya, ”Sungguh seandainya aku mengangkat batu, niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak ”.

Akhirnya, setelah ditunjukkan jalan ke pasar, Abdurrahman ibn Auf  menjadi kuli pada minggu pertama, lalu menjadi makelar pada bulan berikutnya. Selanjutnya dalam waktu yang tidak terlalu lama, dia sudah menjadi pedagang sukses, paling jujur, hingga ia berhasil membasmi kungkungan hegemoni ekonomi riba ala Yahudi dan menggantinya dengan ekonomi Islam.

Saat itu Abdurrahman ibn Auf  sangat populer sebagai usahawan muda yang sukses yang jumlah aset kekayaannya lebih dari 2.560.000 dinar atau mendekati 4 triliun. Itu belum termasuk aset properti yang ia miliki.

Dengan kekayaan itu, untuk melaksanakan perintah Surat Al-Baqoroh (3-4), Abdurrahman ibn Auf  pernah dalam satu kali duduk, ia berinfak sebesar 64 miliyar, Dia juga menyantuni para veteran perang Badar yang masih hidup dengan santunan sebesar 400 dinar (setera setengah miliyar lebih) perorang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.

Dialah contoh orang yang menggunakan keahlian dagangnya untuk mengumpulkan harta kekayaan. Namun harta kekayaan yang diperolehnya  dengan kerja keras didistribusikan untuk kemanfaatan umat atau umum. Maka kalau kita mencontoh Abdurrahman ibn Auf,  sebagai orang bertaqwa masuk surga tanpa hisab, maka harus menjadi orang bertaqwa yang kaya, dengan cara bekerja keras dan bersungguh-sungguh, kemudian kalau sudah kaya sebagian harta yang di miliki harus didistribusikan kepada orang yang berhak menerimanya, yaitu orang-orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang berjhad di jalan Allah, tapi hidupnya tetap sederhana. Ayo ! (*/imm)

Ilustrasi: islampos.com

*) Penulis  Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Kang Yoto, Mantan Bupati Bojonegoro

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Oleh Muhammad Roqib Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008 2013 dan 2013 2018, sungguh menikmati masa-masa senggangnya ...

Opini

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

*Oleh Atik Kholifah SKM PERGAULAN remaja di masa sekarang sungguh sangat merisaukan. Kita biasa menjumpai di tempat-tempat keramaian, muda mudi ...

Quote

Perbedaan

Perbedaan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Allah menciptakan mahluk di dunia ini dengan berbagai perbedaan, tidak ada yang sama persis ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Suwito (56), warga Desa Sumberejo RT 002 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang sehari-hari ...

Religi

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

*Oleh Roli Abdul Rokhman SAg MPdI Saudaraku, sadarilah...! Selama kita masih suka mengagungkan harta, maka diri kita pasti akan mengalami ...

Berita Foto

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro (Kalitidu) Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu membuat lukisan atau mural di tembok yang ada di sekililing ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Bulan Suro, bagi sebagian orang Jawa masih dianggap sebagai bulan yang sakral. Bulan untuk tirakat dan ...

Statistik

Hari ini

2.787 kunjungan

5.017 halaman dibuka

143 pengunjung online

Bulan ini

59.883 kunjungan

107.052 halaman dibuka

Tahun ini

988.225 kunjungan

1.734.515 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 624.798

Indonesia: 10.473

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015