Perajin Keluhkan Turunnya Harga Jual Batu Bata Merah
Sabtu, 08 Agustus 2015 23:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
(Padangan) – Perajin batu bata merah di kawasan Kecamatan Padangan mengeluhkan turunnya harga batu bata merah selama musim kemarau ini. Harga batu bata merah saat ini hanya Rp450 ribu per 1.000 biji batu bata. Padahal sebelumnya harga batu bata merah mencapai Rp500 ribu per 1.000 biji.
Menurut Hasan (37) perajin batu bata merah di Desa Jalakan, Kecamatan Padangan, selama musim kemarau pembuatan batu bata merah bisa cepat karena bahan baku berupa lempung endapan Sungai Bengawan Solo melimpah. Selain itu, terik matahari di siang hari yang panas memudahkan proses penjemuran batu bata yang masih basah.
“Tetapi harga jual batu bata merah saat ini turun,” ujarnya sambil mencetak lempung menjadi batu bata.
Menurutnya, kini dalam sehari bisa membuat cetakan batu bata merah sebanyak 500 biji. Kemudian, batu bata basah itu dijemur selama kurang lebih tiga hari. Selanjutnya, batu bata itu dibakar selama sehari penuh memakai sekam.
Menurut perajin lainnya, Eko Riyanto (40) selama musim kemarau ini biasanya perajin batu bata memaksimalkan pembuatan batu bata merah. Selanjutnya, kata dia, batu bata merah itu akan disimpan hingga sampai musim hujan. “Biasanya pada saat memasuki musim hujan harga jual batu bata merah akan naik. Sebab, persediaan batu bata merah berkurang sementara permintaan juga tetap ada,” terangnya.
Perajin batu bata merah banyak tersebar di kawasan Desa Dengok, Jalakan, Padangan. Para perajin ini mengambil endapan lempung yang berada di tepian Sungai Bengawan Solo. Selanjutnya, mereka membuat produksi batu bata merah itu di bantaran sungai. (mol/kik)































.md.jpg)






