Saat Pencoblosan, Penumpang Bus di Terminal Rajekwesi Bojonegoro Turun 50 Persen
Rabu, 27 Juni 2018 15:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bertepatan dengan pelaksanaan pemungutan suara pilkada serentak, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, pada Rabu (27/06/2018) mulai pagi hingga tengah hari tadi, jumlah penumpang yang tiba dan berangkat dari terminal Rajekwesi Bojonegoro, turun drastis hingga mencapai kurang dari 50 persen.
Kondisi tersebut juga berbanding lurus dengan kondisi arus lalu lintas yang melintas di jalur Bojonegoro - Babat, yang juga terpantau cukup lengang.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Sentot Sugeng Waluyo kepada media ini menjelaskan bahwa sejak Rabu (27/06/2018) pagi hingga tengah hari tadi, jumlah penumpang angkutan umum, khususnya penumpang bus antar kota dalam provisi (AKDP) yang datang maupun yang berangkat dari terminal Rajekwesi Bojonegoro, mengalami penurunan cukup drastis.
Menurut Sentot, pada hari-hari biasa, jumlah penumpang yang datang dan berangkat dari terminal Rajekwesi Bojonegoro mencapai kisaran 1.700 penumpang. Dan hingga tengah hari tadi, jumlah penumpang yang tiba dan berangkat dari terminal Rajekwesi Bojonegoro kurang lebih baru sejumlah 400 penumpang. Hingga malam hari nanti, diperkirakan akan mencapai sekitar 700 sampai 750 penumpang.
“Kami perkirakan jumlah penumpang bus mengalami penurunan lebih dari 50 persen,” jelas Sentot.
Menurunnya penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro tersebut diduga karena masyarakat sedang menunda untuk bepergian karena sedang menyalurkan hak pilihnya dalam pilkada serentak 2018.
“Menurunya penumpang kemungkinan besar karena warga sedang menyalurkan hak pilihnya,” tutur Sentot. (red/imm)































.md.jpg)






