Jelang Tahun Ajaran Baru Sekolah, Banyak Warga di Bojonegoro Jual Perhiasan
Kamis, 05 Juli 2018 14:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro - Usai lebaran idulfitri 2018 dan jelang tahun ajaran baru sekolah, membuat sejumlah toko perhiasan emas di Kabupaten Bojonegoro di serbu warga, mereka hendak menjual perhiasan untuk biaya masuk sekolah anak-anaknya.
Meski mereka harus mengalami kerugian sebesar sepuluh persen dari harga beli, sejumlah warga mengaku terpaksa menjual perhiasan lantaran terdesak kebutuhan biaya sekolah anaknya, karena saat ini sudah jelang memasuki tahun ajaran baru.
Salah satu warga DesaMori Kecamatan Trucuk, Musripah (35) mengatakan dirinya rela menjual kalung untuk persiapan anak-anaknya masuk sekolah.
“Untuk biaya masuk sekolah anak, sehingga saya harus jual kalung.” tuturnya, Kamis (05/07/2017) siang.

Sementara itu, salah satu pemilik toko emas yang ada di Jalan Pasar Kota Bojonegoro, Heri Tejo Purnomo, kepada awak media ini mengatakan bahwa setiap jelang tahun ajaran baru sekolah seperti saat ini, tujuh puluh persen warga yang datang ke tokonya adalah untuk menjual perhiasan.
“Harga emas dunia saat ini berkisar 580 ribu rupiah per gram, sementara untuk kandungan emas 40 persen seharga 200 hingga 300 ribu rupiah per gramnya,” ungkap Heri Tejo
Menurutnya, meningkatnya warga yang menjual perhiasan emas ini di perkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.
“Biasanya berlangsung hinga hari pertama atau kedua masuk sekolah,” pungkasnya. (red/imm)































.md.jpg)






