Disbudpar Seriusi Pembuatan Kawasan Sejarah di Bojonegoro
Selasa, 20 Oktober 2015 12:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mematangkan rencana pembuatan kawasan sejarah atau kawasan arkeologi. Upaya ini dilakukan mengingat banyaknya penemuan benda bersejarah di wilayah kabupaten tersebut. Untuk menetaskan kawasan sejarah itu pihak Disbudpar menggandeng tim ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jogjakarta.
Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Disbudpar, Suyanto, mengatakan bahwa saat ini rencana pembuatan kawasan sejarah itu masih tahap pengajuan ke Bupati Bojonegoro. Kawasan sejarah itu nantinya meliputi, situs Kahyangan Api, Temayang, petilasan Angling Darma Kalitidu, Ngraho, dan Margomulyo.
"Kami akan menangani serius tentang kekayaan fosil di Bojonegoro. Sebab sudah banyak fosil yang tidak terambil dan akhirnya hilang," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Selasa (20/10).
Dari lima kawasan sejarah itu, imbuhnya, telah banyak ditemukan benda-benda bersejarah. Misalnya, di Temayang telah ditemukan fosil ikan hiu purba, di petilasan Angling Darma Kalitidu ditemukan fosil kepala kerbau, di Ngraho ditemukan fosil perahu kuno dan Margomulyo ditemukan fosil molusca dan jejak manusia purba.
Secara khusus, kawasan arkeologi nantinya untuk mempelajari budaya masa silam, yang sudah berusia tua, baik pada masa prasejarah (sebelum dikenal tulisan), maupun pada masa sejarah (ketika terdapat bukti-bukti tertulis). Karena bergantung pada benda-benda peninggalan masa lalu, maka arkeologi sangat membutuhkan kelestarian benda-benda tersebut sebagai sumber data. (mol/tap)
*) Foto situs api abadi kahyangan api































.md.jpg)






