Harga Daging Ayam Terus Melambung Omset Pedagang di Bojonegoro Turun Drastis
Jumat, 03 Agustus 2018 13:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro - Harga daging ayam di pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro pada awal bulan Agustus 2018 masih melambung tinggi. Dalam sepekan ini harga daging ayam potong naik hingga dua kali. Kenaikan pertama yakni terjadi dari harga Rp 32 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Sementara kenaikan kedua dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Bahkan ada sebagian pedagang yang menjual dengan harga Rp 40 ribu per kilogramnya.
Selain kenaikan harga pada daging ayam potong, kenaikan juga terjadi pada daging ayam kampung yang awalnya Rp 45 ribu per kilogram , saat ini menjadi Rp 55 ribu per kilogram.
Lonjakan harga daging ayam tersebut diduga dipicu menurunnya produksi daging ayam yang berakibat suplai daging ayam ke pasar tradisional berkurang. Akibat kenaikan tersebut, omset para pedagang ayam di pasar tradisional kota Bojonegoro turun drastis hingga 50 persen.
Ngasripah (50) salah satu penjual daging ayam di pasar tradisional Bojonegoro mengatakan, bahwa harga daging ayam masih belum stabil. Menurutnya, hingga pekan ini harganya masih terus mengalami kenaikan.
"Dari kenaikan daging ayam ini membuat pembeli turun drastis dibandingkan hari biasa. Pembeli daging ayam turun hingga separo," ungkap Ngasripah.
Ngasripah menambahkan, selain akibat kenaikan harga, sepinya pembeli kemungkinan juga dikarena kebutuhan masyarakat akan daging ayam menurun.
“Bulan ini minim orang hajatan, kemungkinan hal tersebut juga menjadi penyebeb pembeli daging ayam sepi.” imbuh Ngasripah.
Lonjakan harga ini menurut Ngasripah diduga karena menurunnya produksi ayam dari peternak yang akhirnya mengakibatkan suplai daging ayam ke pasar berkurang.
“Kemu gkinan juga karena kekurangan stok sehinigga menjadi naik harganya.” pungkas Ngasripah. (mol/imm)































.md.jpg)






