News Ticker
  • Tabrak Mobil Yang Hendak Belok, Pemotor di Margomulyo Bojonegoro Luka-Luka
  • Kurang Hati-Hati, Pikap Tabrak Motor di Balen Bojonegoro, Pengendara Motor Luka Berat
  • Terjatuh dan Terlindas Truk, Seorang Kenek di Dander Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram
  • Porprov Jateng, Novita Andriyani Sumbang Emas Pertama untuk Blora dari Half Maraton
  • Apel HJB ke 341, Bupati Bojonegoro Sampaikan 17 Program Prioritas Pembangunan
  • Persahabatan
  • Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341
  • Grebeg Berkah Jonegaran, Puluhan Gunungan Diperebutkan Warga 
  • Bupati Pimpin Prosesi Penyemayaman Api Semangat di Pendapa Pemkab Bojonegoro
  • Kapolres Jadi Pembawa Obor Api Abadi, Peringatan Hari Jadi ke 341 Kabupaten Bojonegoro
  • Prosesi Pengambilan Api Abadi Peringatan HJB ke 341, di Lokasi Wisata Khayangan Api  
  • Kerugian Akibat Kebakaran Gudang Tembakau di Baureno Bojonegoro, Hampir Mencapai Rp 1 Miliar
  • Gudang Tembakau di Baureno Bojonegoro Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
  • Bupati Bojonegoro Buka Jambore Pramuka Ranting Purwosari
  • 500 Pelajar di Bojonegoro Ikuti Kuliah Umum, Generasi Z dan Revolusi Industri 4.0
  • Mbah Karsini Kini Miliki Rumah Sendiri Yang Layak Huni
  • Cabor Aeromodelling pada Porprov Jateng 2018, Dilaksanakan di Bandara Ngloram Blora
  • Bupati Blora Lepas Atlet Porprov Jateng 2018
  • Tabrakan Motor di Kedungadem Bojonegoro, Seorang Pengendara Luka-Luka
Setelah 2 Kali Gagal, Anak Satpam Asal Bojonegoro ini Akhirnya Berhasil Masuk Polwan

Setelah 2 Kali Gagal, Anak Satpam Asal Bojonegoro ini Akhirnya Berhasil Masuk Polwan

Oleh Imam Nurcahyo

Bojonegoro - Ika Septiani (21) hanyalah anak seoran penjaga keamanan atau boleh dibilang petugas satuan pengamanan (Satpam) dari sebuah perusahaan di Bojonegoro. Meskipun telah dua kali gagal dalam mengikuti seleksi penerimaan Bintara Polri,  yaitu pada tahun 2016 dan tahun 2017, karena tekad dan semangatnya yang luar biasa, akhirnya pada tahun 2018 ini, dirinya berhasil dan dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun 2018 Polda Jawa Timur.

 

Ika Septiani (21), lahir 29 September 1997, anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Ahmad (48) dan ibunya Jumiatun (40), tinggal di Dusun Glagah Desa Sukowati RT 007 RW 005 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Ayahnya sehari-hari berprofesi sebagai petugas satpam, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Ika Septiani, merupakan salah satu dari 25 peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri, yang mendaftar melalui Panitia Bagian Penerimaan (Pabanrim) Polres Bojonegoro. Dari 25 peserta asal Bojonegoro yang lolos seleksi tersebut, 3 diantaranya adalah polwan, termasuk Ika Septiani, sementara 22 lainnya adalah polki.

Sedangkan untuk tingkat Polda Jawa Timur, Ika Septiani, merupakan salah satu dari 15 peserta polwan, yang dinyatakan lolos seleksi di wilayah Polda Jawa Timur.

 

Menurut penuturan ayahnya, Ahmad, bahwa awal  mula anak gadisnya tersebut berkeinginan menjadi anggota polri berawal pada tahun 2014 lalu, saat itu keponakannya atau saudara sepupu anaknya, diterima atau lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri tahun 2014.

“Keponakan saya tersebut juga dari keluarga biasa dan saat masuk menjadi anggota polri juga tanpa melalui koneksi atau menggunakan uang. Murni karena kemampuan keponakan saya,” jelas Ahmad, saat ditemui awak media ini di rumahnya, Minggu (05/08/2018) siang.

Pada saat yang sama, lanjut Ahmad, anaknya Ika Septiani, yang saat itu masih bersekolah, terpilih menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Bojonegoro, sehingga anaknya tersebut sangat terobsesi untuk menjadi anggota polri atau polwan.

“Kalau kakak sepupunya yang juga berasal dari keluarga biasa dapat diterima menjadi anggota polri, dirinya juga harus bisa,” tutur Ahmad, menirukan kata-kata anaknya kala itu.

Ahmad menceritakan, bahwa cita-cita anaknya tersebut ternyata tidak mudah untuk di raih. Setelah lulus dari SMKN 4 Bojonegoro, saat itu anaknya tidak langsung mendaftar. Anaknya ingin mempersiapkan diri terlebih dahulu dan baru pada tahun 2016, anaknya mendaftar, untuk menjadi bintara polri.

“Namun sayang, saat itu dia gagal,” tutur Ahmad.

Setelah gagal saat pertama kali mendaftar, tidak membuat anaknya patah semangat. Saat itu anaknya bertekad untuk mendaftar kembali pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2017. Namun sekali lagi, cita-cita anaknya untuk menjadi polwan, saat itu masih tertunda.

“Usai kegagalan yang kedua, banyak sekali yang berkata miring tentang penyebab kegagalan anak saya. Yang harus mencari koneksi lah, harus pakai uang lah.” tutur Ahmad, menceritakan peristiwa setahun lalu.

Namun demikian, Ahmad tetap yakin, bahwa kegagalan anaknya bukan karena tidak punya koneksi atau karena tidak menggunakan uang, akan tetapi anaknya yang memang dinyatakan belum mampu. Hal tersebut yang mendorong anaknya untuk lebih giat belajar dan berlatih, agar pada pendaftaran tahun berikutnya, atau tahun 2018, dapat berhasil, karena kesempatannya hanya tinggal sekali.

Sajak saat itu, setiap pagi dan sore anaknya giat berlatih fisik, sementara kalau malam, belajar dari buku. beberapa kali anaknya juga mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Polres Bojonegoro.

“Selain latihan fisik tiap pagi dan sore, Ika juga banyak meminjam buku dari teman-temanya yang sekolah di SMA, karena ada beberapa mata pelajaran di SMA yang tidak diterima di SMK.” jelas Ahmad.

Akhirnya, lanjut Ahmad, semua perjuangan anaknya terbayar sudah. Semua pengorbanannya tidak sia-sia. Meskipun sudah gagal 2 kali, dengan semangat dan tekad yang kuat, akhirnya anaknya dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tahun 2018 Polda Jawa Timur.

“Saya dan ibuknya cuma bisa bantu doa. Saat mendaftar, semua persyaratan dia sendiri yang urus. Alhamdulillah akhirnya cita-cita anak saya terkabul,” tutur Ahmad, sambil menahan rasa haru.

Kini Ahamad cukup berbangga diri dan sangat bersyukur dengan keberhasilan anaknya yang diterima menjadi polwan. Dirinya dapat membuktikan bahwa meskipun kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan, namun anaknya dapat diterima masuk menjadi polwan tanpa harus mencari koneksi ataupun menggunakan uang.

“Kalau benar, besarnya uang yang diminta sebesar itu pak, seandainya tanah dan rumah saya ini saya jual, masih belum cukup pak.” tegas Ahmad.

Ketika ditanya, apa ada pesan untuk para orang tua yang anaknya berkeinginan menjadi anggota polri. Ahmad menyampaikan bahwa jangan pernah melarang anak-anak yang ingin menjadi anggota polri, meskipun tidak memiliki uang yang berlimpah.

Ahmad juga menuturkan, kepada para tetangga dan kerabatnya yang datang mengucapkan selamat atas keberhasilan anaknya termasuk kepada para jamaah masjid di kampungnya, dirinya menyampaikan bahwa anaknya dapat diterima menjadi polwan tanpa menggunakan uang sepeserpun.

“Jangan percaya kata orang yang dapat menjamin kelulusan menjadi anggota polri dengan meminta sejumlah uang. Harus percaya pada kemampuan anak. Yang penting giat berlatih, utamanya siapkan fisik dan mental serta belajar yang rajin.” pesannya.(red/imm)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Kang Yoto, Mantan Bupati Bojonegoro

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Oleh Muhammad Roqib Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008 2013 dan 2013 2018, sungguh menikmati masa-masa senggangnya ...

Opini

Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal

Penegakan Hukum Terhadap Peredaran Rokok Ilegal

*Oleh Budi Harjana PENGENDALIAN dan penegakan hukum yang tepat, dapat mencegah dan menanggulangi terjadinya peredaran rokok ilegal. Apa itu rokok ...

Quote

Persahabatan

Persahabatan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Persahabatan menunjukkan perilaku dalam menjalin hubungan antara seorang dengan orang lain atau beberapa orang. ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Warga Kerek Tuban Raup Puluhan Juta Rupiah dari Budidaya Jamur Tiram

Oleh Achmad Junaidi Tuban (Kerek) Salah satu warga Desa Tlogowaru Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban, Darmaun (39), sukses menjadi pembudidaya jamur ...

Religi

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

*Oleh Roli Abdul Rokhman SAg MPdI Saudaraku, sadarilah...! Selama kita masih suka mengagungkan harta, maka diri kita pasti akan mengalami ...

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Berita Foto

Inilah Prosesi Kegiatan Menuju Grebeg Berkah Jonegaran, HJB ke 341

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 341 tahun 2018, telah dilaksanakan pada Jumat ...

Feature

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Udek, Tradisi Unik Masyarakat Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro (Kepohbaru) - Lain ladang, lain belalang. lain lubuk, lain ikannya. barangkali ibarat pepatah itulah yang dilakukan masyarakat ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Bukit Kunci, Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Bukit Kunci, Jadi Destinasi Wisata Baru di Blora

Oleh Priyo Spd Blora - Sibuknya aktivitas selama sepekan terkadang membuat badan ini lelah dan butuh penyegaran berwisata atau berkunjung ...

Statistik

Hari ini

847 kunjungan

1.345 halaman dibuka

72 pengunjung online

Bulan ini

71.544 kunjungan

127.378 halaman dibuka

Tahun ini

1.095.661 kunjungan

1.924.723 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 605.332

Indonesia: 9.552

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015