Satu Lagi, Jamaah Haji Asal Bojonegoro Meninggal Dunia di Tanah Suci Makkah
Sabtu, 25 Agustus 2018 13:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Satu lagi, jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro bernama Slamet Masirun Rekso bin Masirun (63), warga Jalan Sersan Mulyono Nomor 109 Kelurahan Klangon Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (23/08/2018) sekira pukul 02.00 waktu setempat, meninggal dunia di Tanah Suci Makkah
Slamet Masirun Rekso bin Masirun (63), berangkat haji bersama istrinya, Nurul Hidayati (60), tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 39 Surabaya (SUB), yang sebelumnya pasangan suami istri tersebut mengikuti bimbingan haji di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Mubarak Bojonegoro.
Sebelumnya, pada Jumat (10/08/2018) lalu, seorang jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro bernama Mat Kaer Iskak bin Iskak (76), yang beralamatkan di Gang Wongso Desa Wedi RT 014 RW 002 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, yang juga tergabung pada kelompok terbang (Kloter) 39 Surabaya, meninggal dunia di RS Al Noor, Saudi Arabia, karena sakit ambien dan mengalami pendarahan setelah menjalani operasi di rumah sakit tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro Masrukhin SAg MSi, ketika dikonfirmasi awak media ini melalui sambungan telepon seluler pada Sabtu (25/08/2018) siang membenarkan, bahwa satu lagi, jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro, bernama Slamet Masirun Rekso bin Masirun (63), warga Jalan Sersan Mulyono Nomor 109 Kelurahan Klangon Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan meninggal dunia, pada Kamis (23/08/2018) sekira pukul 02.00 waktu setempat.
“Meninggalnya di Mina saat sebelum melempar jumroh,” terang Masrukhin SAg MSi.
Hal senada juga disampaikan Ketua Rombongan jamaah haji Kabupaten Bojonegoro, Kelompok Terbang (Kloter) 39 Surabaya, Mohammad Muhlisin Mufa MPd I, melalui pesan WhastApp menyampaikan, bahwa jamaah haji dari kelompok terbang (kloter) 39 SUB asal Kabupaten Bojonegoro, hingga saat ini ada 2 yang meninggal dunia, yaitu Mat Kaer Iskak bin Iskak (76) dan Slamet Masirun Rekso bin Masirun (63).
“Untuk almarhum Slamet Masirun Rekso bin Masirun, diduga penyebabnya karena dehidrasi.” terang Mohammad Muhlisin Mufa MPd I, dalam pesan WhastApp, (Sabtu (25/08/2018).
Sementara itu, menurut keterangan Siti Khotiah (52) jamaah haji asal Desa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, yang sebelum keberangkatan haji, bersama almarhum Slamet Masirun Rekso bin Masirun mengikuti bimbingan di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Mubarak Bojonegoro dan saat keberangkatan, sama-sama tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 39 Surabaya (SUB).
Saat dihubungi awak media ini melalui sambunga telepon seluler, Siti Khotiah mengungkapkan, bahwa almarhum Slamet Masirun Rekso bin Masirun, meninggal dunia saat sebelum melaksanakan ibadah jumroh.
“Meninggalnya saat berada di Mina. Saat hendak melaksanakan jumroh aqabah,” tutur Siti Khotiah.
Siti Khotiah juga menceritakan, bahwa almarhum Mbah Slamet, panggilan almarhum Slamet Masirun Rekso bin Masirun, sebelumnya bersama-sama jamaah haji yang lainnya telah melaksanakan ibadah wuquf di Arafah dan mabit (menginap) di Muzdalifah, yang kemudian dilanjutkan dengan mabit (menginap) di Mina untuk melempar jumroh.
Saat itu, istri almarhum mengajak untuk bersiap-siap berangkat melempar jumroh, namun almarhum meminta kepada istrinya untuk ditunggu sejenak dan beberapa saat kemudian, ternyata almarhum diketahui telah meninggal dunia.
“Saat istrinya hendak mengajak bersiap-siap berangkat melempar jumroh, ternyata Mbah Slamet sudah meninggal dunia,” tutur Siti Khotiah, melalui sambungan telepon. (red/imm)































.md.jpg)






