EMCL Gelar Pelatihan Timlak Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat
Jumat, 31 Agustus 2018 20:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Studi Penguatan Masyarakat (LSPM), pada Jumat (31/8/2018), bertempat di Gedung Dekopinda Bojonegoro menggelar pelatihan bagi warga di sembilan desa yang terlibat dalam Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta dari 9 desa, yaitu Desa Sembung, Desa Ngampel, Desa Sambiroto Kecamatan Kapas, Desa Pacul, Desa Sukorejo, Desa Mulyoagung, Desa Kalirejo Kecamatan Bojonegoro dan Desa Ringintunggal Kecamatan Gayam.
Dalam pelatihan ini, LSPM sebagai pendamping program, membekali peserta dengab pemahaman adminitrasi dan teknis dalam program. Mulai dari administrasi dan keuangan program, pembuatan Rencana Anggaran Biaya dan Detail Engineering Design (DED).
Selain itu, LSPM juga menyampaikan tentang fungsi dan tugas masing-masing pengurus timlak mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota, termasuk seksi teknis dan pengadaan barang.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Muchlasin Afan, yang turut memberi arahan kepada peserta.
Dalam arahannya, Afan menyampaikan pemaparan tentang Kontribusi Sumber Daya Alam Migas dalam Pembangunan Nasional dan Daerah terutama Bojonegoro.
“Pelatihan ini penting sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjalankan program kemasyarakatan EMCL,” ujar Muchlasin Afan dalam arahan kepada peserta.
Dia menyampaikan bahwa Bojonegoro menyumbang 25% target lifting migas nasional. Karena begitu strategisnya sumbangsih Blok Cepu dalam memberikan pemasukan keuangan negara maka semua masyarakat harus memberikan dukungan terhadap produksi migas yang ada di bumi Bojonegoro.
“Termasuk yang saat ini dilakukan oleh ExxonMobil dan Pertamina,” tegasnya.
Mohammad Nur Sholikin, salah seorang peserta dari Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro menuturkan bahwa pelatihan ini oleh peserta dianggap perlu dan penting, karena dengan adanya pelatihan ini, setidaknya persepsi anggota Timlak dalam mengelola program menjadi sama.
Menurutnya, pelatihan Timlak ini dapat menambah wawasan dan ilmu tidak hanya dalam bidang infrastruktur tetapi juga dalam pengelolaan keuangan.
“Saya sangat berterima kasih kepada ExxonMobil karena dengan adanya bantuan dan program tersebut desa mendapat tambahan dana, selain dana desa, sehingga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa optimal,” tutur Mohammad Nur Sholikin.
Sementara itu, Perwakilan EMCL, Ali Mahmud mengatakan bahwa Program Pendukung Operasi Lapangan Banyu Urip ini merupakan dukungan EMCL kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membangun desa. Pembangunan infrastruktur, kata dia, bukan yang utama dalam program EMCL.
“Pilar program kami berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi,” ucapnya.
Infrastruktur hanya dilakukan untuk mendukug ketiga pilar tersebut.
“Kami ingin semua program dilakukan ini tidak menggantikan peran Pemerintah, tapi berlangsung sejalan seirama,” ungkap Ali.
Kata dia, sebagai Kontraktor Pemerintah, EMCL ditugasi untuk menjalankan produksi minyak. Sedangkan hasilnya sepenuhnya dikelola Pemerintah.
“Program ini pun atas seijin dan sepengetahuan Pemerintah, dalam hal ini SKK Migas,” pungkasnya. (red/imm)































.md.jpg)






