Program Ayo Inklusif UTSG, Beri Kesempatan Magang Pada Penyandang Disabilitas
Jumat, 14 September 2018 19:00 WIBOleh Junaidi Ahmad
Oleh Junaidi Ahmad
Tuban – Program Ayo Inklusif yang di launching pada pertengahan tahun 2018 oleh United Tractor (UT) dan United Tractor Semen Gresik (UTSG) Tuban, telah memberikan kesempatan kepada penyandang desabilitas (difabel) untuk magang kerja di perusahaan tersebut.
Salah satunya ialah Muhammad Agus Rahmatullah (25), warga Kabupaten Jombang yang mengalami tuna wicara sejak kecil. Ia diberi kesempatan untuk magang di perusahaan bertaraf internasional tersebut Sebagai Information Technology (IT) dalam pengerjaan proyek pembuatan Website Core Business UTSG.
“Saya sangat bangga dan tidak menyangka diberi kesempatan magang di UTSG,” ungkap Agus, saat ditemui di kantor UTSG, di. Desa Sumberarum Kecamatan Kerek Kabupaten , Jumat (14/09/2018).
Agus mengaku butuh waktu dan persiapan untuk mengumpulkan bahan agar dapat merangkai web hingga sebagus mungkin, dan proyek pembuatan website tersebut pihaknya diberi waktu selama dua bulan untuk bisa menyelesaikanya.
“Saya berharap ke depan bisa memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan mendapat kesempatan berkarir. Sekaligus meneruskan pendidikan yang lebih tinggi,” harapnya.

Sementara, menurut Supervisor CSR PT UTSG, Widya Winarno, Program Ayo Inklusif adalah bagian dari program grup UT, sedangkan UTSG Tuban yang dipercaya perama kali mendapat jatah untuk menerima dan mendidik peserta magang difabel.
“Sebelumya kami mendapat dua orang peserta difabel, tapi dengan beberapa pertimbangan, akhirnya kami memilih Agus untuk menggarab proyek website tersebut,” ungkap Pak Win sapaan akrabnya.
Kinerja penyandang disabilitas tersebut akan selalu dipantau oleh UTSG, agar pekerjaanya bisa maksimal dan selama dua bulan ke depan akan dinilai hasilnya. Selanjutnya akan dikembalikan ke UT Surabaya untuk dilakukan evaluasi dan raportnya akan dikirim ke Jakarta.
”Sebagai peserta magang, UT menanggung uang makan, transport, maupun kos,” imbuh pria asal Madiun tersebut.
Data peserta magang yang dimiliki UTSG per 14 September 2018 sudah ada 17 peserta. Mereka berasal dari SMKN 1 Singgahan, SMKN 1 Tuban, SMKN 3 Tuban, SMK Taruna Jaya Prawira Tuban dan SMKN Pertambangan Jatirogo.
Sebagai bagian dari upaya penjaringan peserta magang untuk jangka panjangnya, UTSG berharap peserta magang difabel tidak usah jauh-jauh dari luar kota. Karena Tuban juga ada Organisasi Disabilitas Tuban (Orbit). Sedangkan management sudah berkoordinasi dengan Fira Fitria selaku Ketua Orbit.
"Kalau difabel Tuban memenuhi kriteria magang tentu akan kami utamakan,” pungkas pria yang murah senyum tersebut. (jon/imm)































.md.jpg)






