Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Kunjungi Sesepuh Warga Samin
Kamis, 27 September 2018 13:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro DR Hj Ana Muawanah dan Wakil Bupati Drs H Budi Irawanto MPd, pada Rabu (26/09/2018) malam, hadiri tasyakuran yang digelar warga masyarakat Samin, di kediaman Mbah Harjo Kardi, selaku sesepuh masyarakt Samin, di Dusun Jipang Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro.
Acara tersebut digelar untuk mensyukuri apa yang telah didapat oleh masyarakat Samin dan selain kedua pejabat tersebut, turut hadir jajaran Muspika Kecamatan Margomulyo dan masyarakat sekitar.
Diberitakan sebelumnya, mulai Minggu (23/09/2018) hingga Kamis (27/09/2018) mendatang, bertempat di Balai Dusun Jipang Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro, digelar Festival Samin 2018. Sejumlah kegiatan telah diagendakan untuk digelar dalam festival tersebut, diantaranya, Pentas Seni, kemudian kegiatan Ngangsu Kawruh Samin, Ngudi Rosi, Pemilihan Duta Samin-Samini, Kontemplasi, Sudan Samin dan Gotong Royong Selapanan.
Baca: Semarak Festival Samin 2018

Mbah Harjo Kardi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat Samin itu masyarakat yang memegang teguh aturan. Menurutnya, dalam konsep hidup masyarakat Samin semua yang dilakukan itu ada aturannya.
“Bahkan untuk dudukpun ada aturan yang mengaturnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarkat Samin itu masih memegang teguh kebudayaan nenek moyang.” terang Mbah Harjo Kardi.

Sementara Bupati Bojonegoro, DR Hj Anna Muawanah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat Samin harus punya tenger atau yang dalam bahasa indonesia itu berarti tanda, sehingga masyarakat yang mengetahui, kalau sudah masuk wilayah masyarakat Samin, mereka harus menjunjung tinggi adat istiadat di tempat tersebut.
“Masyarakat Samin harus punya tanda kalau di Desa Jipang ini merupakan pusat budaya Samin di Bojonegoro.” tutur Bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengutip pesan yang disampaikan dari Mbah Harjo, bahwa "pucuk iling bongkot, bongkot nyunggi pucuk" yang artinya bahwa seorang pemimpin itu harus bisa melihat dan peduli terhadap masyarakat yang ada dibawah, serta masyarakat juga harus mendukung para pemimpinnya.
“Sehingga hal ini bisa menjadikan acuan dalam pembangunan.” jelas Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengibaratkan dirinya adalah seorang pilot dan Budi Irawanto selaku Wakil Bupati adalah co-pilot, serta camat dan OPD adalah para pramugari dan pramugaranya serta masyarakat adalah penumpang.
“Sehingga harus ada kerja sama dari semua pihak agar Bojonegoro bisa sampai ke tujuan dengan selamat.” pungkasnya.












































.md.jpg)






