Festival Wisata Buah dan Sayuran di Galeri Bengawan Trucuk, Upaya Menuju Petani Mandiri
Senin, 06 Juli 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus berkomitmen kuat menggenjot pengembangan sektor destinasi wisata berbasis potensi kearifan lokal sebagai motor penggerak roda ekonomi kemandirian masyarakat. Langkah taktis tersebut ditandai dengan dibukanya secara resmi gelaran Festival Wisata Buah dan Sayuran yang dipusatkan di Objek Wisata Galeri Bengawan, Kecamatan Trucuk, Minggu (05/07/2026) kemarin.
Perhelatan festival edukatif yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara jajaran Pemkab dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Selain diproyeksikan sebagai ajang promosi wisata daerah, agenda ini sekaligus bertindak sebagai etalase besar dalam memasarkan hasil panen pertanian serta produk-produk unggulan berskala desa.
Dalam sambutan taktisnya, Wabup Nurul Azizah memberikan penekanan khusus bahwa kawasan Objek Wisata Galeri Bengawan ke depan tidak boleh hanya sekadar beroperasi sebagai tempat hiburan wisata musiman biasa. Destinasi wisata tepi sungai ini didorong kuat agar mampu menjelma menjadi sumber pendapatan asli desa yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Menurut Wabup, indikator terwujudnya pilar kemandirian fiskal tingkat desa dapat diukur apabila sebuah tempat pengelolaan destinasi wisata sudah sanggup membiayai operasional, menghasilkan pendapatan bersih, serta mengelola pos belanjanya secara mandiri tanpa harus terus-menerus bergantung pada kucuran stimulus atau bantuan dana dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Kemandirian fiskal adalah galeri ini mampu beroperasi, memperoleh pendapatan, kemudian mengelola belanjanya sendiri,” tegas Nurul Azizah di hadapan para tamu undangan.
Guna mewujudkan hal tersebut, orang nomor dua di jajaran Pemkab Bojonegoro ini mengusulkan sebuah strategi taktis agar kawasan Galeri Bengawan dihidupkan secara berkala setiap hari Minggu pagi. Adapun konsep yang diusulkan adalah dengan mengintegrasikan aktivitas senam kebugaran bersama, pasar murah yang menjajakan buah dan sayuran segar langsung dari kebun petani, hingga bazar produk UMKM lokal. Langkah stimulasi berkala ini diyakini sangat ampuh untuk mengundang daya tarik kunjungan wisatawan sekaligus menjaga denyut nadi perputaran ekonomi warga sekitar.
“Strategi ini juga sebagai solusi untuk menyebarkan titik-titik pusat keramaian baru daerah agar tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan saja. Dengan demikian, aktivitas ekonomi diharapkan dapat tumbuh merata dan berputar hingga ke tingkat kecamatan dan pelosok desa,” imbuh Nurul Azizah memaparkan arah kebijakan.
Di samping fokus membedah penguatan sektor pariwisata berbasis desa, pada kesempatan yang sama Wabup Nurul Azizah juga memanfaatkan momentum untuk menegaskan kembali komitmen Pemkab Bojonegoro terhadap keberlanjutan dua sektor program prioritas daerah, yakni klaster jaminan kesehatan dan sektor pertanian.
Pada pilar kesehatan, Pemkab Bojonegoro memastikan sistem jaminan layanan kesehatan gratis melalui skema BPJS Universal Health Coverage (UHC) akan tetap diposisikan berjalan optimal agar hak pelayanan medis seluruh lapisan masyarakat Bojonegoro dapat terlayani secara inklusif dan merata.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan Festival Wisata Buah dan Sayuran ini, sinergi lintas sektor antara dinas terkait, pihak pengelola wisata, pemerintah desa, dan elemen petani diharapkan dapat terjalin semakin kokoh. Sinergitas yang kuat ini diproyeksikan mampu mengakselerasi perluasan pasar pertanian lokal Bojonegoro, menaikkan kelas ekonomi pelaku UMKM, serta mempercepat perwujudan kemandirian ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan.






































