Tak Bisa Ditanami, Petani di Blora Jual Bongkahan Tanah Lahan Persawahan
Kamis, 27 September 2018 14:00 WIBOleh Priyo Spd
Oleh Priyo Spd
Blora – Musim kemarau berkepanjangan di Kabupaten Blora membuat sejumlah petani kesulitan untuk menanami lahan pertaniannya. Hal ini tentu menjadi masalah bagi para petani di sejumlah desa di Blora. Sehingga sebagian petani di wilayah Blora harus menjual bongkahan tanah sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Seperti yang di lakukan warga Dukuh Teleng, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarrejo, Blora, menjual bongkahan tanah kering lahannya yang tidak bisa ditanami.
Supardi mengaku menjual bongkahan tanah lantaran lahan sawah yang dimiliki tak bisa di tanami jenis apapu lantaran kerasnya tanah.
”Ya mau bagaimana lagi. Karena tidak bisa ditanami, tanahnya dijual. Lumayan untuk pemasukan selama musim kemarau,” jelas Supardi, Kamis (27/09/2018)
Menurutnya,musim kemarau yang lama membuat lahan persawahan yang merekah dan keras sudah tak bisa ditanami lagi sehingga diambil dan dijual. Karena jika musim kemarau banyak yang membutuhkan tanah kering untuk mengurug halaman rumah maupun lahan yang ingin dibuat perumahan.
"Tanahnya biasanya untuk tanah uruk pembangunan rumah, terkadang juga untuk di proyek" terangnya.
Supardi menjelaskan selama musim kemarau ini para petani jarang yang melakukan aktivitas bertani. Adapun beberapa petani saja yang area persawahannya terdapat sumur bor.
”Hanya dengan menjual bongkahan tanah keras ini kami bisa menghasilkan uang. Meski tak seberapa setidaknya ada pemasukan dari sektor pertanian,” ungkapnya.
Sementara, makmur salah satu petani lainnya juga terpaksa menjual bongkahan tanah lahan sawahnya. Dalam sehari para pengambil tanah bisa balik sampai 10 hingga 15 kali. Dalam satu truk tanahnya dijual seharga Rp 50 ribu- hingga 100 ribu.
”Hampir 4 bulan kami mengalami kekeringan. Semoga saja kemarau tidak berkepanjangan sehingga para petani bisa segera melakukan penggarapan lahan.” harapnya. (teg/kik)































.md.jpg)






