Pakurmatan Agung Grebeg Suro Digelar di Desa Sambongrejo Gondang Bojonegoro
Jumat, 28 September 2018 13:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Gondang) - Acara Pakurmatan Agung Grebeg Suro digelar di Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (27/09/2018) malam. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muawanah.
Acara Pakurmatan Agung Grebeg Suro menjadi agenda rutin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Merupakan kegiatan yang setiap tahun dilakukan, dan taun ini merupakan tahun yang kedua dilaksanakan.
Menurut warga setempat, bahwa Desa Sambongrejo sebagai kepanjangan tangan dari keraton Surokarto Hadiningrat, sehingga Desa Sambongrejo dianggap sebagai “Rekso Budoyo” atau pelestari budaya. Hal ini dibuktikan juga dengan hadirnya perwakilan dari Keraton Surokarto Hadiningat yakni Raden Tumenggung Samsu Dini.

Bupati Anna Mu’awanah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mempunyai 4 (empat) makna dalam kehidupan ini, yang pertama bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, yang kedua memberikan makna bentuk kegotong-royongan masyarakat desa Sambongrejo dan yang ketiga adalah sebagai bentuk kerukunan.
“Tepo sliro tidak ada batas antara pejabat dengan rakyat karena kita berbaur,” tutur Bupati.
Dan yang terahkir, lanjut Bupati, adalah merupakan kearifan lokal (local wisdom). “Kegiatan ini sebagai wisata budaya yang perlu dilestarikan dan dapat meminimalisir dampak dari penggunaan media sosial,” tutur Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sambongrejo, Eko Prasetyono mengatakan bahwa pada malam ini warga masyaraka Desa Sambongrejo bersyukur kepada Allah SWT dengan melaksanakan Pakurmatan Agung Grebeg Suro.
“Kegiatan ini sebagai perwujudan rasa syukur kita, semoga kita semua mendapat hidayah, innayah dan berkah daari Allah SWT.” harap Kepala Desa Sambongrejo, Eko Prasetyono.
Acara Pakurmatan Agung Grebeg Suro tersebut diawali dengan arakan-arakan gunungan dan tumpeng buah-buahan, sayuran-sayuran serta makan-makanan yang merupakan hasil dari Desa Sambongrejo. Gunungan tersebut diarak dari batas Desa Sambonrejo menuju lapangan desa, yang kemudian arakan tersebut diperebutkan oleh masyarakat. Usai rebutan gunungan, acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit. (red/imm)































.md.jpg)






