Warga Tuban Korban Tsunami di Palu, Belum Ditemukan
Selasa, 02 Oktober 2018 14:00 WIBOleh Acmad Junaidi
Oleh Acmad Junaidi
Tuban - Bencana tsunami yang melanda pantai Talise Kota Palu Sulawesi Tengah pada Jumat (28/09/2018) lalu, turut meninggalkan duka keluarga Adi Sungkono (45), warga Desa Mulung Kecamatan Bogorejo Kabupaten Tuban. Pasalnya adik istrinya atau iparnya turut menjadi korban tsunami tersebut.
Usai kejadian tersebut, jenazah adik iparnya langsung diketemukan sedangkan keberadaan suami adik iparnya, hingga kini masih belum diketemukan atau belum diketahui nasibnya.
Ditemui di rumahnya pada Selasa (02/09/2018), Adi Sungkono menuturkan, bahwa adik dari istrinya atau iparnya yang menjadi korban tersebut bernama Darwati (31) dan suaminya yang bernama Lasmono (40), yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual bakso, sekitar Pantai Talise atau dekat Jembatan Rajamuili Kota Palu.
“Sementara rumah tinggalnya berada di sekitar Jalan Pimpilido Kota Palu, yang jaraknya antara warung dengan rumah tinggalnya sekitar 1 kilometer.” terang Adi
Adi Sungkono menjelaskan, bahwa adik iparnya tersebut dalam perantauan bersama 3 orang anaknya yang semuanya laki-laki, yakni M Agus (14), Dwi Noval Aryanto (9), dan Davala yang masih berusia 2 tahun.
"Yang pertama kelas 1 SMP, yang kedua masih baru kelas 2 SD dan yang terakhir masih usia 2 tahun," terang Adi.
Adi menambahkan, bahwa menurut informasi yang ia terima, kronologi musibah yang menimpa adik iparnya tersebut bermula pada Jumat (28/09/2018) lalu, saat itu adik iparnya bersama suaminya baru saja membuka warung baksonya dan tiba-tiba ada gempa yang kemudian disusul dengan datangnya ombak tsunami yang pertama.
“Gelombang tsunami yang pertama menerjang, masih ringan,” jelas Adi.
Selanjutnya pemerintah setempat juga sudah memperingatkan warga yang ada di sekitar pantai untuk menjauh dari lokasi pantai, tetapi warga yang ada di sekitar pantai tersebut banyak yang tidak menghiraukan.
“Selanjutnya datang gelombang tsunami susulan cukup besar, yang menghantam seluruh wilayah pantai tersebut sehingga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa,” lanjut Adi.
Masih menurut Adi, bahwa usai peristiwa tersebut, adik iparnya, Darwati, jasadnya langsung ditemukan atau sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Tetapi suaminya, Lasmono, hingga saat ini belum diketahui beneradaannya," ungkap Adi.
Sementara anak-anaknya, ketiganya selamat karena gelombang tsunami tidak sampai ke rumah tinggalnya. Menurut Adi, rencananya ketiga anak keponakannya yang yatim piatu tersebut akan dibawa pulang ke Tuban dan akan dia rawat layaknya anak sendiri.
“Saat ini ketiga anak tersebut masih berada di tempat pengungsian,” lanjut Adi.
Sejak mendengar berita duka tersebut, keluarganya yang ada di Tuban setiap malam telah melaksanakan tahlil dan doa bersama tetangga sekitar.
“Kami atas nama keluarga korban mohon doanya semoga adik saya diampuni dosanya dan suaminya dapat segera ditemukan jasadnya. Sedangkan anak-anaknya diberi keselamatan hingga bisa pulang ke Tuban,” imbuh Adi mengakhiri ceritanya. (jun/imm)































.md.jpg)






