Peristiwa Penemuan Mayat
Mayat Mr X Yang Ditemukan di Bendung Gerak Bojonegoro, Identitasnya Telah Diketahui
Rabu, 01 Mei 2019 11:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, mayat seorang laki-laki yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya (Mr X), yang diduga adalah warga Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (30/04/2019) sekira pukul 20.21 WIB, ditemukan mengapung di Bendung Gerak Bengawan Solo, turut wilayah Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya pada Rabu (01/05/2019) siang, identitasnya telah diketahui.
Korban adalah warga binaan yang sedang dirawat di Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Kabupaten Sragen, yang sejak Jumat (26/03/2019) lalu, meninggalkan balai rehabilitasi, hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia, mengapung di Bendung Gerak Bengawan Solo, turut wilayah Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
Mayat Isnaini (35) warga binaan Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen yang ditemukan meninggal dunia di Bendung Gerak Bengawan Solo Bojonegoro, saat dilakukan visum di Kamar Mayat RSUD Bojonegoro. Rabu (01/05/2019)
Menurut keterangan salah satu staf Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen, Warjo (60), saat ditemui awak media ini Rabu (01/05/2019) pagi di RSUD Bojonegoro, membenarkan bahwa korban adalah warga binaan di Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen, yang sejak Jumat (26/04/2019) lalu, pergi meningglkan balai rehabilitasi.
Menurut Warjo, korban adalah penderita gangguan kejiawaan yang tidak diketahui asal-usulnya atau keluarganya, sehingga saat korban ditemukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sragen, korban dititipkan ke Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo, untuk dilakukan perawatan atau pembinaan.
“Korban adalah warga binaan Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen yang sehari-hari biasa dipanggil denagan nama Isnaini, umurnya kurang lebih 35 tahun,” tutur Warjo.
Masih menurut Warjo, mengingat di Kabupaten Sragen korban sudah tidak memiliki keluarga, akhirnya diputuskan korban akan dimakamkan di Pemakaman milik RSUD Bojonegoro, yang berada di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kota.
“Dengan mempertimbangkan waktu dan kondisi mayat, akhirnya kami putuskan untuk dimakamkan di Bojonegoro saja,” katanya mengimbuhkan.
Sementara itu, menurut keterangan dokter Soepadjar dari RSUD Bojonegoro, diduga korban telah meninggal dunia kurang lebih lima hari yang lalu dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.
“Penyebab kematian korban murni karena tenggelam,” tuturnya.
Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Balai Rehabilitasi Sosial Raharjo Sragen, jenazah korban akan dimakamkan di tempat pemakaman RSUD Bojonegoro di Desa Sukorejo kecamatan Bojonegoro Kota.
“Rencananya hari ini jenazah korban akan dimakamkan,” pungkasnya. (red/imm)