News Ticker
  • Guru Honorer SMA SMK di Jatim Berpeluang Jadi Tenaga Ahli Melalui Uji Kompetensi
  • Penderita Thalasemia Perlu Waspada Konsumsi Zat Besi, Dokter Ingatkan Risiko Penumpukan di Organ
  • 25 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 25 Mei 2026 di Bojonegoro
  • Branding Wisata Lewat Lagu, Pemkab Bojonegoro Sukses Gelar Grand Final Cipta Jingle Geopark di Kayangan Api
  • Kenali Pemicu dan Tahapan Stadium Kanker Usus Besar sejak Dini
  • Disperinaker Bojonegoro Buka Akses Tiga Ribu Lowongan Kerja Lewat Media Sosial Resmi
  • Pemprov Jatim dan BPS Matangkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai Fondasi Kebijakan Satu Dekade
  • Kemeriahan Jalan Santai HUT PMI ke-163 di Bojonegoro Perkuat Nilai Kemanusiaan dan Gotong Royong
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro Hari Ini 24 Mei 2026
  • Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu
  • Band Lokal Hangatkan Panggung Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro Sebelum Ungu Naik Panggung
  • Bahaya Pijat Cedera Tulang, Dokter RSUD Sumberrejo Ingatkan Pentingnya Penanganan Medis
  • Keseruan Final Lomba Senam PGRI Bojonegoro, Momentum Perkuat Solidaritas Guru Perempuan
  • Angka Pengangguran Jawa Timur Menyusut hingga 3,55 Persen
  • HUT ke-30 Bank Daerah Bojonegoro Beri Bantuan Modal Pedagang Kembang Setaman
  • Tabrakan Vario Vs Smash di Jalan PUK Sugihwaras – Balen, Bojonegoro, Satu Orang Meninggal
  • TP PKK Sugihwaras Kampanyekan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Jadi Berkah
  • Disdukcapil Bojonegoro Rekam KTP-el Penyandang Disabilitas di Sekar
  • 23 Mei dalam Sejarah
  • PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar
  • Industri Migas Berdampingan dengan Pertanian, Bojonegoro Kokohkan Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jatim
  • Beroperasi Sejak September 2025, Pengoplos LPG 3 Kg di Kapas Diringkus Polres Bojonegoro
  • BPOM Ungkap 22 Produk Berbahaya Picu Stroke dan Ginjal Rusak, Ini Rinciannya
Kapolres Bojonegoro Sampaikan Potensi Kerawanan Dalam Pilkades Serentak 2020

Pilkades Serentak 2020

Kapolres Bojonegoro Sampaikan Potensi Kerawanan Dalam Pilkades Serentak 2020

Bojonegoro - Dalam sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang Ketiga, Tahun 2020 yang digelar di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro, Senin (07/10/2019), Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, dalam paparannya menyampaikan sejumlah potensi kerawanan yang mungkin tibul dalam pelaksaan Pilkades di Kabupaten Bojonegoro.
 
"Perlu diketahui dalam membuat rencana pengamanan, perlu melihat sisi Asta Gatra, yaitu dari sisi Tri Gatra, yang meliputi sisi geografi, demografi dan sumber daya alam. Kemudian sisi Panca Gatra, meliputi ideologi, politik, ekonimi, sosial budaya dan keamanan." kata Kapolres AKBP Ary Fadli.
 
 
 
 
 
 
 
 

Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang Ketiga, Tahun 2020 Kabupaten Bojonegoro, di Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro. Senin (07/10/2019)

 
Menurut Kapolres, potensi kerawanan dalam pilkades kalau dilihat dari sisi panca gatra ini, ada di keamanan sosial budaya, di mana di Kabupaten Bojonegoro sebagaimana diketahui ada 20 perguruan pencak silat.
 
"Biasanya kalau pilkades ini memanfaatkan perguruan-perguruan yang ada. Jadi tolong ini nanti diantisipasi. Bagi calon kepala desa silakan memanfaatkan segala potensi yang ada, tapi dimanfaatkan secara baik, jangan sampai menimbulkan konflik.
 
 
Kapolres menyampaikan bahwa perguruan silat di Kabupaten Bojonegoro sudah direkatkan dengan Bojonegoro Kampoeng Pesilat.
 
"Jangan sampai gara-gara pilkades pecah lagi. Kepala Desanya bertanggungjawab. Nanti saya minta pertanggungjawabannya kalau membuat pecah lagi. Silahakn kalau mau dimanfaatkan, dengan cara yang positif." kata Kapolres dengan tegas.
 
 
Kerawanan selanjutnya adalah, dari 28 kecamatan di Bojonegoro, ada 12 kecamatan yang menggelar pilkades lebih dari 10 desa. Hal tersebut juga bisa menjadi salah satu potensi, dengan tingkat kerawanan yang berbeda,
 
"Nanti akan kami mapping, sehingga nanti pola pengamanan khusus untuk 12 kecamatan ini akan sedikit berbeda. Nanti kami mohon masukan dari bapak-ibu sekalian, khususnya dari kepala desa, terkait kerawanan-kerawanan yang ada, sehingga nanti pada saat disusun pola pengamanan tidak salah dan bisa tepat sasaran, efisien dan efektif, " kata Kapolres.
 
Sementara dalam tahapan pilkades, kerawanan mulai terjadi saat pembentukan panitia desa. "Jadi silakan bentuklah panitia yang betul-betul profesional dan tidak berpihak kemana-mana," kata Kapolres.
 
Kerawanan selanjutnya terjadi saat pendafftaran bakal calon kepala desa. Menurut Kapolres, berdasarkan evaluasi pilkades tahun lalu, ada kepala desa yang mengulur-ulur memberikan tandatangan kepada bakal calon kepala desa yang hendak mendaftar.
 
"Tolong cara cara seperti ini dihindari. Upaya-upaya seperti itu jangan dilakukan. Yang pertama mempermalukan diri anda sendiri, yang kedua anda tidak gentlement." kata Kapolres.
 
Lebih lanjut Kapolres berpesan aga kepala desa yang saat ini menjabat, agar tidak mempersulit warganya yang ingin mendaftar menjadi calon kepala desa.
 
"Apabila ada warganya atau orang yang secara undang-undang mempuanya hak untuk ikut serta dalam pilkades, ya diberikah haknya, jangan dipersulit. Prinsipnya kalau mempersulit orang, hidupnya nantinya juga akan dipersulit orang lain," kata Kapolres.
 
 
Tahapan yang selanjutnya yang memiliki kerawanan adalah saat seleksi ujian, apabila calonnya lebih dari 5 orang.
Kapolres juga menyampaikan bahwa ada beberapa tahapan yang memiliki kerawanannya tinggi, di antaranya pada saat kampanye, kemudian pada saat masa tenang.
 
"Masa kampanye, dari evaluasi tahun lalu, waktunya cukup singkat dan secara bersaman. Mohon bapak ibu yang punya masa, tolong disampaikan supaya masanya tertib, bisa bekerja sama dengan pihak keamanan untuk menjaga ketertiban," kata Kapolres.
 
 
Kerawanan lain adalah adanya perjudian. Menurut Kapolres, pada pilkades tahun lalu, ada pelaku perjudian pilkades yang ditangkap petugas. Hal itu menunjukkan bahwa indikasinya ada, dan orangnya dari luar Bojonegoro.
"Perhelatan pilkades ini merupana moment yang ditunggu tunggu, tidak hanya para calon kepala desa, tetapi juga para calon pemain itu," kata Kapolres.
 
Masih menurut Kapolres, bahwa pola pengamanan akan didasarkan pada mapping kerawanan, dari histori desa, calon, jumlah DPT, pengusung, dan pendukung. Itu beberapa faktor yang nantinya menentukan tingkat kerawanan yang ada di desa masing-masing.
 
"Misal saja kalau calonnya bapaknya sama anaknya, atau bapaknya sama ibunya, Inshaa Allah yang begini aman lah. Kalau bisa dari 233 desa ini, calonnya suami istri saja lah, biar situasinya aman," tutur Kapores Sambil bergurau, yang disambut tertawa oleh para hadirin. (red/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Konser Harmony 3 Dekade BPR Bojonegoro

Ungu Sajikan 12 Lagu, Mulai Hatiku Hampa hingga Seperti Mati Lampu

Bojonegoro Band papan atas Ungu menaiki panggung menyapa ribuan penonton dari berbagai penjuru di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro pada ...

1779684825.7042 at start, 1779684826.1521 at end, 0.44790410995483 sec elapsed