Pemkab Bojonegoro Target Bangun 876 Unit Sanitasi Baru di 2026
Kamis, 19 Februari 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan pembangunan 876 unit sanitasi baru sepanjang tahun 2026. Angka ini menjadi komitmen lanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang layak dan aman, khususnya bagi warga prasejahtera.
Program ini diprioritaskan untuk keluarga yang belum memiliki akses sanitasi memadai. Salah satu warga penerima manfaat, Nyarito, warga Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, telah merasakan dampak positifnya. Huniannya sebelumnya belum dilengkapi fasilitas sanitasi standar kesehatan. Kini, berkat bantuan program, ia memiliki kamar mandi lengkap dengan gayung, bak, kran air, serta pipa paralon.
"Alhamdulillah, awal Desember lalu kamar mandi ini sudah bisa kami ditempati. Lengkap dengan gayung, bak, kran air, pipa paralon," ujar Nyarito saat dikonfirmasi Rabu (11/2/2026).
Pembangunan fasilitas sanitasi bagi Nyarito merupakan bagian dari upaya stimulan pemerintah. Pengerjaan dimulai September 2025 dan rampung awal Desember 2025. Prosesnya melibatkan gotong royong warga sekitar, di bawah pengawasan pendamping program desa, untuk memastikan kualitas bangunan tepat sasaran, tahan lama, dan sesuai standar.
Dengan fasilitas ini, diharapkan keluarga penerima manfaat dapat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara maksimal. Pemkab Bojonegoro berharap program tersebut terus menekan angka penyakit akibat sanitasi tidak layak serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara merata hingga ke tingkat desa.
Program sanitasi memang menjadi prioritas utama Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya. Capaian sebelumnya menunjukkan tren positif: tahun 2023 dibangun 1.523 unit, 2024 sebanyak 2.956 unit, dan 2025 mencapai 838 unit. Target 876 unit di 2026 diharapkan semakin mempercepat akses sanitasi inklusif, memastikan setiap warga mendapatkan fasilitas sanitasi yang aman, layak, dan berkelanjutan.(red/toh)































.md.jpg)






