Peristiwa Orang Tenggelam
Seorang Anak Warga Bojonegoro Kota, Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Jumat, 20 Desember 2019 19:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Seorang anak bernama Diego (10), pelajar asal Jalan Mangga Dusun Jantur Desa Mulyoagung RT 005 RW 001 Kecamatan Bojonegoro Kota, pada Jumat (20/12/2019) sekira pukul 15.30 WIB sore tadi, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo desa setempat.
Sebelumnya, korban bersama teman-teman sedang bermain dan berenang di aliran sungai Bengawan Solo desa setempat. Saat itu, korban berrenang agak ke tengah sungai, hingga akhirnya korban tenggelam.
Saat mengetahui korban hendak tenggelam, salah seorang warga setempat yang sedang berada di lokasi kejadian bersama teman-teman korban, sudah berusaha menolong korban namun tidak berhasil hingga akhirnya korban tenggelam.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera membantu melakukan pencarian, hingga akhirnya kurang lebih 90 menit kemudian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Keluarga korban saat membuat surat pernyataan penolakan otopsi di RS Fatma Bojonegoro. Jumat (20/12/2019)
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Bojonegoro Kota, Komisaris Polisi (Kompol) Eko Dhani Rinawan S SH, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dari hasil olah TKP, kronologi peristiwa tersebut bermula pada Jumat (20/12/2019) sekira pukul 15.30 WIB, teman-teman korban sedang bermain di sungai Bengawan Solo desa setempat. Tiba-tiba korban menyusul dan langsung ikut bermain dan berrenang di sungai Bengawan Solo tersebut.
Selain teman-teman korban, seorang tetangga korban yang bernama Lilik (32) saat itu juga sedang berada di lokasi kejadian dan saksi Lilik sudah melarang korban agar tidak ikut bermain di sungai tersebut.
"Namun korban masih tetap ikut bermain di sungai. Saat itu korban bermain di sungai agak ke tengah, hingga akhirnya korban tenggelam," kata Kapolsek, Kompool Eko Dhani Rinawan.
Saat mengetahui korban hendak tenggelam, teman-teman korban berusaha menolongnya namun tidak berhasil, saksi Lilik juga berusaha menolongnya, namun juga tidak berhasil, hingga akhirnya korban tenggelam.
Selanjutnya saksi dan teman-teman korban segera meminta bantuan pada warga sekitar dan warga segera berdatanggan untuk membantu melakukan pencarian.
"Kurang lebih 90 menit kemudian, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban oleh warga dibawa ke rumah sakit Fatma, untuk dimintakan visum." kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek, setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP, dan mendatangi rumah sakit, untuk mengidentifikasi korban.
Dari hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, panjang mayat 110 sentimeter, berat mayat 40 kilogram, warna kulit sawo matang, rambut hitam pendek.
"Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dokter rumah sakit Fatma, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia karena tenggelam." kata Kapolsek mengimbuhkan.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
“Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.” pungkas Kapolsek. (red/imm)