News Ticker
  • Program Domba Kesejahteraan Pemkab Bojonegoro Bawa Manfaat Nyata bagi Warga Desa Begadon Gayam
  • DPRD Bojonegoro Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi dan Pembentukan Pansus
  • 07 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakirakan Cuaca Bojonegoro Rabu 07 Oktober 2026
  • SIMBAK KADES, Aplikasi Digital Milik Pemdes Sukorejo untuk Keamanan Lingkungan
  • Bantu 1.549 UMKM Naik Kelas, Pemkab Bojonegoro Sosialisasi Bansos Usaha Ekonomi Produktif di Pendopo Malowopati
  • Masuk 10 Besar Jaga Jatim, Siskamling Desa Sukorejo Bertransformasi Jadi Pusat Ketahanan Sosial dan Dilindungi BPJS Ganda
  • Perkuat Pemberdayaan Desa, TP PKK Bojonegoro Serahkan Bantuan dan Dorong Pengelolaan Sampah bernilai Ekonomi
  • 06 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Selasa 06 Oktober 2026
  • Blora Jadi Salah Satu Piloting MBG Prasmanan, Bupati-Wabup Pantau Antusiasme Siswa
  • Terlindas Truk di Jalan Raya Dander, Bojonegoro, Pelajar Asal Blora Meninggal Dunia
  • Sabet 9 Medali di Jatim Open Pandaan, Atlet Renang Taman Tirta Aquatic Bojonegoro Tampil Impresif
  • Kaya Nutrisi dan Terjangkau, Ini Manfaat Ikan Lele Bagi Kesehatan Beserta Risiko Pengolahannya
  • Hasilkan 12 Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, BI Jatim dan Pemprov Sukses Gelar EJIF 2026
  • 05 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Senin 05 Oktober 2026
  • Tegaskan Tata Kelola Bersih, Bupati Bojonegoro Terbitkan SE Pencegahan Pungli dan Korupsi Pelayanan Publik
  • Irjen Pol Dekananto Eko Purnomo, Jenderal Asal Bojonegoro yang Diangkat Jadi Kapolda Jatim
  • Tawarkan Industri Pakan Ternak Kedungadem di EJIF 2026, Pemkab Bojonegoro Genjot Investasi dan Promosi Produk Lokal
  • Tabrak Lari, Pemotor Asal Sumenep Meninggal Dunia di Jalan Raya Balen, Bojonegoro
  • Matangkan Gagasan Pendidikan Khas Daerah, Dewan Pendidikan Bojonegoro Kunker ke DIY
  • Film Verity, Thriller Erotis yang Kurang Menegangkan
  • Sambut HUT ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Bebaskan Denda PKB dan Beri Keringanan Bagi Buruh hingga Ojol
Warga Pinggiran Hutan Jati di Temayang Bojonegoro Mulai Berburu Enthung

Warga Pinggiran Hutan Jati di Temayang Bojonegoro Mulai Berburu Enthung

Bojonegoro - Kepompong ulat jati, atau bagi warga setempat lebih populer di sebut enthung, bagi banyak orang mungkin merupakan hewan yang menjijikkan. Namun kepompong ulat jati atau enthung tersebut bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, dijadikan kuliner lezat yang kaya gizi.
 
 
Musim enthung, terjadi saat masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, atau pada bulan akhir November hingga Desember seperti saat ini. Ulat jati akan berubah menjadi kepompong yang berukuran sekitar 2-4 sentimeter, bewarna cokelat tua mengkilat banyak berjatuhan dari daun jati yang rontok. Enthung jati ini, yang mempunyai nama latin hyblaea puera, banyak ditemui di hutan jati di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
 
Saat awak media ini mengunjungi kawasan hutan jati di pinggiran Desa Jono Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (24/12/2019) pagi, tampak sejumlah warga mulai berramai-ramai mencari enthung di kawasan Hutan Ngabukan di pinggir desa setempat.
 
Bagi sebagian warga, mencari enthung atau kepompong jati ini sudah menjadi agenda tahunan jelang musim hujan tiba. Enthung jati ini selalu ada dan selalu dicari warga untuk diolah menjadi lauk untuk dimakan sendiri ataupun dijual kepada orang yang membutuhkan. Hewan kecil ini menurut sebagian orang ketika dimasak rasanya enak dan gurih.
 
 
 
 

Warga Desa Jono Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, tampak mulai berramai-ramai mencari enthung di kawasan Hutan Ngabukan di pinggir desa setempat. Selasa (24/12/2019)

 
Salah seorang warga warga desa setempat, Juariyah (58), saat ditemui awak media ini mengaku dirinya mencari enthung untuk dimasak sendiri atau dimakan bersama keluarga.
 
"Enak sekali, ditumis dengan isrisan bawang dan cabai hijau, apalagi disajikan hangat-hangat dengan nasi jagung." tutur Juariyah.
 
Senada dengan Juariyah, Yeni (26) juga warga Dukuh Jono Desa Jono Kecamatan Temayang, kepada awak media ini mengaku dirinya bersama anak dan tetangganya sengaja mencari enthung jati selain untuk dimasak sendiri juga sebagian untuk dijual ke orang lain yang mebutuhkan.
 
"Kebetulan anak-anak lagi libur sekolah. Untuk mengisi waktu libur anak-anak saya ajak untuk mencari enthung jati. Ini nanti selain untuk lauk sendiri, kalau dapatnya banyak juga untuk di jual," tuturnya.
 
 
 
Yeny mengaku dirinya menjual secangkir enthung jati dengan harga Rp 15 ribu rupiah. Dan dalam waktu 4 jam, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, biasanya dirinya mendapatkan enthung sebanyak satu mangkok atau setara denga 3 cangkir.
 
"Lumayan mas untuk tambahan penghasilan di rumah, tapi hasilnya tidak menentu. Setengah hari biasanya dapat satu mangkok atau kobokan. Ini saya cari sekalian yang masih di sarangnya untuk kami kupas di rumah. Nanti di rumah bersama keluarga tinggal ngupasi misahkan sarangnya dan enthungnya." kata Yeny.
 
 
 
Dari sejumlah referensi yang didapat awak media ini, saat musim kemarau banyak ulat yang menggerogoti daun jati dan setelah memasuki masa peralihan ke musim penghujan, ulat akan berubah menjadi kepompong atau oleh masyarakat di Kabupaten Bojoengoro dan sekitarnya biasa disebut enthung, akan berjatuhan dari daun-daun jati yang rontok.
 
Munculnya ribuan ulat saat jelang musim hujan di kawasan hutan jati di Bojonegoro dan sekitarnya merupakan siklus tahunan. Ulat itu akan hilang sendiri maksimal setelah tiga pekan dan akan berubah menjadi kepompong atau enthung.
 
 
 
Adapun cara mengolah enthung menjadi makanan yang sedap sangatlah mudah. Enthung paling enak jika dimasak tumis, rasa khas yang gurih dan renyah bercampur bumbu irisan bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit.
 
Untuk memasaknya pertama kali enthung dicuci bersih, samil menyiapkan bumbu dapur antara lain irisan cabai rawit, irisan bawang merah dan bawang putih. Boleh ditambahkan daun jeruk purut atau lengkuas. Tentunya juga ditambahkan garam secukupnya.
 
Ada yang memasak enthung dengan direbus dulu hingga matang, kemudian baru ditumis bersama bumbu-bumbu yang sudah disiapkan. Namun ada yang memasak enthung langsung mencampurkan pada bumbu yang sudah ditumis, dan dimasak hingga matang.
 
Selain ditumis, warga setempat juga biasa memasak enthung  menjadi sayur lodeh atau rempeyek. (red/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Verity,  Thriller Erotis yang Kurang Menegangkan

Film Verity, Thriller Erotis yang Kurang Menegangkan

Perjumpaan Lowen Ashleigh (Dakota Johnson) dan Jeremy Crawford (Josh Hartnett) diawali oleh sebuah adegan yang terbilang ekstrem. Saat berjalan menuju ...

1791348388.6164 at start, 1791348389.1911 at end, 0.57468509674072 sec elapsed