Sambut Ramadan 2026, Indeks Kepercayaan Industri Capai Titik Tertinggi Kedua Sepanjang Sejarah
Jumat, 27 Februari 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Nasional – Sektor industri manufaktur Indonesia menunjukkan gairah yang signifikan menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan bahwa Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Februari 2026 menyentuh angka yang menggembirakan, sekaligus menjadi pencapaian tertinggi kedua sejak indeks ini pertama kali diluncurkan pada November 2022 lalu.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan lonjakan ini mencerminkan optimisme para pelaku usaha dalam merespons kenaikan permintaan domestik yang biasanya memuncak selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Juru Bicara Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa performa industri yang solid pada Februari ini didorong oleh kesiapan perusahaan manufaktur dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman serta Industri Alat Angkutan Lainnya,” papar Febri dalam Rilis IKI Bulan Februari 2026 di Jakarta, Kamis (26/2).
Sektor makanan, minuman, serta tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi kontributor utama yang mengerek angka IKI ke level ekspansif. Kenaikan IKI pada Februari 2026 ini menunjukkan bahwa iklim usaha di tanah air tetap kondusif dan pelaku industri sangat optimistis menghadapi momentum musiman Ramadan.
Pencapaian ini hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi sebelumnya, yang menandakan bahwa pemulihan ekonomi dan efisiensi rantai pasok dalam negeri berjalan sesuai jalur yang diharapkan. Ada tiga variabel utama yang menjadi indikator penilaian IKI, yakni pesanan baru, persediaan produk, dan volume produksi.
"Mayoritas subsektor industri mengalami ekspansi yang didominasi oleh pesanan domestik yang kuat. Beberapa poin penting dari capaian IKI Februari 2026 meliputi peningkatan pesanan baru, stok barang yang terjaga, dan keyakinan usaha yang tinggi," jelas Febri.
Meski menunjukkan tren positif, Kemenperin tetap mengingatkan para pemangku kepentingan untuk waspada terhadap dinamika global, terutama terkait harga bahan baku impor dan biaya logistik. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan energi dan bahan baku agar momentum ekspansi ini tidak terganggu.
Dengan angka IKI yang tetap berada di zona ekspansi (di atas 50,00), pemerintah optimis kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 akan tetap menjadi mesin penggerak utama.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






