Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Cipta Jingle Geopark,
Jumat, 06 Maret 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau Disbudpar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro Tahun 2026. Lomba ini untuk umum. Kompetisi ini dihadirkan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus berkontribusi dalam mempromosikan potensi Geopark Bojonegoro melalui karya musik yang inspiratif dan memiliki karakter kuat.
Sekretaris Disbudpar Kabupaten Bojonegoro Lukiswati menyampaikan bahwa lomba ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat branding Geopark Bojonegoro melalui pendekatan kreatif. Menurutnya, musik memiliki kekuatan tersendiri untuk membangun citra dan memperluas jangkauan promosi ke masyarakat luas.
“Melalui lomba cipta jingle ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku seni, untuk turut mempromosikan Geopark Bojonegoro dengan cara yang kreatif dan mudah diingat,” ujar Lukiswati.
Kompetisi ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia, baik perorangan maupun kelompok, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas kreatif dan pelaku seni. Setiap peserta diwajibkan menjamin orisinalitas karyanya dengan durasi jingle antara 30 hingga 90 detik. Lirik lagu yang digunakan dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau campuran Bahasa Jawa, dengan catatan harus mencerminkan nilai promosi wisata, edukasi, konservasi, serta kearifan lokal.
Lukiswati menegaskan bahwa aspek keaslian karya menjadi perhatian utama panitia. Ia menekankan bahwa karya yang dikirimkan tidak boleh pernah dipublikasikan sebelumnya dan yang paling penting adalah tidak diperkenankan menggunakan bantuan Artificial Intelligence atau AI dalam proses pembuatannya.
“Panitia akan melakukan verifikasi secara ketat. Jika terbukti melanggar ketentuan, termasuk penggunaan AI, maka peserta akan langsung didiskualifikasi,” tegas Lukiswati.
Penilaian lomba meliputi kesesuaian tema Geopark (30%), orisinalitas dan kreativitas (25%), kualitas musik dan aransemen (20%), daya tarik dan daya ingat jingle (15%), serta kesesuaian teknis dan administrasi (10%).
Nantinya, sebanyak 10 karya terbaik akan dipilih untuk melaju ke babak grand final dan wajib tampil secara langsung di Bojonegoro dengan membawakan versi lagu penuh berdurasi 4 hingga 7 menit. Kriteria penilaian meliputi kesesuaian tema Geopark, orisinalitas, kualitas musik, hingga daya ingat jingle tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah utama sebesar Rp 5.500.000.
Untuk dewan juri lomba ini menghadirkan musisi nasional, Rere Reza, yang dikenal sebagai drummer Grassrock dan musisi tambahan berbagai band besar seperti Dewa 19 dan Ada Band.
Periode pengiriman karya telah dibuka sejak 28 Februari hingga 10 April 2026 mendatang melalui tautan resmi yang disediakan panitia. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap lahirnya jingle yang mampu menjadi identitas musikal bagi Geopark Bojonegoro sekaligus menjadi materi promosi resmi pemerintah daerah di tingkat nasional.





.sm.jpg)


























.md.jpg)






