News Ticker
  • DLH Blora dan Pertamina EP Cepu Bangun Polinator Garden, Jaga Ekosistem Kupu Kupu Lokal
  • Wujudkan Kemandirian Pangan Pemkab Bojonegoro Luncurkan Beras Premium Merek Rojo Nogo
  • 30 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 30 Juni 2026
  • Polres Blora Amankan Maling Motor di Todanan, Beraksi Saat Rumah Korban Kosong
  • DMI Bojonegoro Gelar Musda Lima Tahunan, Evaluasi Kepengurusan dan Siapkan Regenerasi
  • Jaga Keandalan Jalur Rel, PT KAI Lakukan Perbaikan Geometri Perlintasan Sebidang Bayeman Baureno
  • Malu Anaknya Hamil di Luar Nikah, Ibu di Balen, Bojonegoro Nekat Aborsi Pakai Obat Tukak Lambung
  • Gubernur Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Aman
  • Cara Mudah Membedakan Batuk Flu Biasa dengan Gejala Awal TBC Menurut Praktisi Kesehatan
  • 29 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 Juni 2026
  • Film The Furious Sajikan Cerita Berbalut Seni Bela Diri Pemicu Adrenalin
  • Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro Senilai Rp78 M Mulai Dikerjakan Pekan Kedua Juli 2026
  • Menilik Tradisi Ngopi dari Sisi Medis, Khasiat Jangka Panjangnya, dan Sisi Gelap Kafein bagi Tubuh
  • 28 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 28 Juni 2026
  • Kenali Enam Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bisa Merusak Organ Ginjal Menurut Ahli Urologi
  • Pantes Budal Volume 6 Sajikan Pertunjukan Seni Reog Malam Nanti
  • Rahmat Junaidi dari Inspektorat Bojonegoro Sabet Penghargaan ASN Inspiratif dan Berintegritas dari BKN
  • 27 Juni dalam Sejarah
  • Gagal Mendahului di Jalur Balen-Bojonegoro, Pengendara NMax Tewas Usai Adu Banteng dengan Truk
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 Juni 2026
  • Difabel Bojonegoro Pasok Ratusan Komponen Tas Rajut untuk Industri Nasional
1.518 Keluarga Penerima Manfaat PKH di Blora Mundur dari Data Kemiskinan

1.518 Keluarga Penerima Manfaat PKH di Blora Mundur dari Data Kemiskinan

Blora – Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Blora, secara mandiri menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaannya sebagai keluarga miskin. Sebab mereka sudah sejahtera dan Graduasi Mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH). Totalnya mencapai 1.518 keluarga.
 
 
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Endah Purwaningsih mengatakan  tahap 1 bulan November 2018 ada 6 yang keluar. Tahap II bulan Februari 2019 yang keluar bertambah menjadi 498 KPM. Tahap III bulan Mei 2019 ada 466 KPM. Berikutnya Tahap 4 bulan Agustus bertambah menjadi 548.
 
“Ini yang mengundurkan diri secara mandiri,” tutur Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Endah Purwaningsih Selasa (24/12/2019)
 
Dia menambahkan, KPM PKH yang mundur dari kemiskinan tiap periode atau tahap terus bertambah. Mengingat mereka mulai sadar dan dengan kesadaran mengundurkan diri.
 
“Ada yang awalnya dapat bantuan, sekarang menjadi mandiri. Akhirnya mengundurkan diri dan memilih mandiri,” tuturnya menjelaskan.
 
 
 
Selain itu, ada juga yang mundur karena diberikan bantuan sapidari Baznas. Sebab mereka merasa selama mendapat bantuan dan bekerja belum bisa beli sapi.
 
“Sebelumnya kita dari BAZNAS telah menerjunkan tim untuk melakukan survei ke rumah masing-masing penerima. Setelah dilakukan survei dan penyuluhan, mereka bersedia keluar dari Basis Data Terpadu (BDT) Kemiskinan jika dibantu modal usaha ternak. Sehingga kami tetapkan 10 KK di dua desa agar bisa memulai usaha ternak sapi, mengingat kedua desa ini juga memiliki potensi peternakan sapi,” jelas Widodo Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Blora.
 
 
 
 

Wakil Bupati Arief Rohman saat berkunjung ke rumah salah satu keluarga yang telah keluar dari BDT kemiskinan.

 
Sementara itu, Wakil Bupati Arief Rohman menjelaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Blora memiliki sejumlah program untuk penanggulangan kemiskinan yang terus ditawarkan kepada Kecamatan dan Desa, salah satunya dengan bantuan modal usaha ini.
 
 “Semoga setelah keluar bisa mengembangkan usaha ternaknya dengan baik. Mewakili Bapak Bupati, kami minta sapi ini benar benar dirawat dan masuk ke kelompok tani agar bisa ikut memperoleh pelatihan,” ucapnya.
 
Pihaknya berharap bantuan modal usaha ternak sapi ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat kurang mampu. Dia berpesan agar penerima bantuan tidak menjual sapinya, dan meminta Camat serta Kades untuk melakukan pengawasan.
 
Dengan keluar dari BDT, Wakil Bupati berharap angka kemiskinan di Kabupaten Blora bisa segera turun. Pihaknya pun ingin agar ke depan semakin banyak warga kurang mampu yang sadar untuk segera keluar dari daftar BDT dan memulai usaha secara mandiri.
 
 
 
Sutarjan, salah satu penerima bantuan modal usaha ternak dari Desa Pengkolrejo mengaku senang dan berkomitmen untuk keluar dari BDT Kemiskinan Kabupaten Blora serta akan merawat sapi dengan sebaik mungkin.
 
“Maturnuwun Pak Bupati, Pak Wakil Bupati dan BAZNAS yang telah memberikan bantuan ternak sapi untuk usaha keluarga kami. Semoga perekonomian keluarga kami semakin membaik. Kami siap keluar dari data kemiskinan,” ungkap Sutarjan. (teg/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782792399.0608 at start, 1782792399.5022 at end, 0.44143795967102 sec elapsed