Pastikan Blora Aman, 4 Titik Acara Malam Pergantian Tahun Dipantau Langsung
Bojonegoro Siap Sukseskan Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Lahan Tebu Nasional, Target 5.000 Hektare
Pergantian Kepemimpinan di Cabdindik Bojonegoro-Tuban, Komitmen Baru Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Negara Termiskin di Eropa Ini Ganti Mata Uang
2 Desember dalam Sejarah
Super Music New Year’s Eve 2026 Bojonegoro, Euforia Sambut Pergantian Baru
Awal Tahun 2026, Stasiun Bojonegoro Diserbu Lebih dari 2,3 Ribu Penumpang
Pemkab Bojonegoro Beri Penghargaan OPD Atas Capaian SKM Tertinggi, Dorong Peningkatan Kinerja di 2026
Kado Awal Tahun, Harga BBM Nonsubsidi Kompak Turun di Seluruh SPBU Indonesia
Menjadikan Perayaan Tahun Baru Tanpa Kembang Api Tetap Seru
Damkarmat Bojonegoro Tangani 246 Kasus Kebakaran Sepanjang 2025
Mengapa Tahun Baru Dirayakan pada 1 Januari? Ini Sejarah di Baliknya
Pemprov Jatim Gelar Dzikir Akhir Tahun di Islamic Center Surabaya
Bupati Blora Dorong Gerakan Menanam Pohon Lintas Sektor untuk Masa Depan Lingkungan
Dishub Bojonegoro Serius Penataan Parkir di Ruas Jalan
Pengurus Baru MUI Bojonegoro Dikukuhkan
Lestarikan Budaya Lokal, Karang Taruna Se-Kecamatan Ngawen Gelar Festival Tradisional Blora
Harga Pangan Nasional per 31 Desember 2025: Cabai Rawit Merah Turun ke Rp65.300 per Kg
Rayakan Malam Akhir Tahun Anda Lewat Super Music New Year’s Eve 2026 di Alun-Alun Bojonegoro
31 Desember dalam Sejarah
Bupati Blora Perpanjang Kontrak 286 PPPK hingga 2030
Petani Milenial Bojonegoro Sulap Lahan Terbatas Jadi Kebun Hidroponik Produktif
Pring Sewu dan Segoro Biru, Destinasi Wisata Alternatif di Pinggir Bengawan Solo Bojonegoro
Berita Populer
Pilkades Serentak 2020
Kapolres Bojonegoro Tegaskan, Tidak Ada Pengusiran Warga Akibat Beda Pilihan Kades
Selasa, 21 Januari 2020 18:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Budi Hendrawan SIK MH menegaskan bahwa tidak ada pengusiran warga Desa Kumpulrejo Kecamata Kapas Kabupaten Bojonegoro, karena beda pilihan calon kepala desa (kades) dalam pilkades serentak di Kabupaten Bojonegoro.
Hal tersebut ditegaskan Kapolres terkait adanya pemberitaan di sejumlah media siber, yang memberitakan bahwa telah terjadi pengusiran seorang warga bernama Dul Ngalim atau Mbah Dul (85), warga Desa Kumpulrejo Kecamata Kapas Kabupaten Bojonegoro.
"Sudah diklarifikasi mas. Intel dan muspika sudah turun. Yang sebenarnya terjadi tidak begitu. Ini hanya masalah kesalahpahaman," tutur Kapolres AKBP M Budi Hendrawan SIK MH, Selasa (21/01/2019)
Video: Dul Ngalim atau Mbah Dul (85), didampingi kemenakannya Suwarni (55) keduanya warga Desa Kumpulrejo Kecamata Kapas Kabupaten Bojonegoro, saat memberikan pernyataan. Selasa (21/01/2020)
Lebih lanjut Kapolres berharap agar media di Bojonegoro turut berperan aktif dalam membantu menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Bojonegoro, agar tetap aman dami dan kondusif. Selain itu, Kapolres juga berharap agar sebelum menurunkan berita, awak media melakukan klarifikasi terlebih dahulu, kepada para pihak yang terlibat dalam pemberitaan tersebut.
"Informasi jangan hanya dari salah satu pihak saja. Harus dari semua pihak. Jangan setelah viral, baru meminta klarifikasi dari pihak lainnya. Sementara di masyarakat sudah gaduh terlebih dahulu," katanya mengimbuhkan.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan jelang pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Bojonegoro, yang menurut rencana akan di gelar pada Rabu (19/02/2020), agar aman, damai dan kondusif.
"Untuk warga masyarakat yang di desanya dilaksanakan pilkades, saya harap untuk saling menjaga kerukunan jelang pelaksanaan pilkades, walau beda pilihan." kata Kapolres berpesan.
Kapolsek Kapas, AKP Sukirman bersama Danramil Kapas, Kapten Inf Hary Warsono, dan Camat Kapas, Agus Susetyo Hardiyanto SSTP, saat laksanakan Klarifikasi di Desa Kumpulrejo Kecamatan Kapas. Selasa (21/01/2020)
Terpisah, Kapolsek Kapas, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sukirman, kepada awak media ini menuturkan bahwa setelah dirinya mengetahui adanya pemberitaan di media siber, yang memberitakan bahwa telah terjadi pengusiran seorang warga bernama Dul Ngalim atau Mbah Dul (85), warga Desa Kumpulrejo Kecamata Kapas Kabupaten Bojonegoro, dirinya bersama Danramil Kapas, Kapten Inf Hary Warsono, dan Camat Kapas, Agus Susetyo Hardiyanto SSTP, segera melaksanakan pengecekan dan Klarifikasi di Desa Kumpulrejo Kecamatan Kapas.
"Para pihak yang terlibat dalam permasalahan tersebut, Mbah Dul, Ibu Suwarni, Balon Kades, BPD dan Panitia Pilkades, kami datangkan untuk dilakukan klarifikasi, guna mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi." kata AKP Sukirman.
Dari hasil klarifikasi tersebut diketahui bahwa, pada tahun 2013 lalu, atas persetujuan pemilik tanah yaitu bernama Suwarni (55), yang masih ada hubungan kekeluargaan (kemenakan) memberikan ijin kepada Dul Ngalim atau Mbah Dul, untuk membangun rumah untuk tempat tinggal bersama dengan keluarganya.
Selanjutnya beberapa saat lalu, Mbah Dul mengakui dan menyetujui adanya pemasangan gambar salah satu bakal calon kepala Desa Kumpulrejo Kecamata Kapas, oleh salah tim pendukung calon kades tersebut.
"Usai pemasangan gambar tersebut, Mbah Dul sempat diingatkan oleh Suwarni, agar tidak memasang gambar calon kades, karena belum waktunya pilkades." kata AKP Sukiman.
Kemudian Mbah Dul sempat mengadu kepada bakal calon kades yang gambarnya dipasang di dinding depan rumahnya, terkait dengan teguran Suwarni tersebut dan mengatakan ingin pindah tempat tinggal, karena merasa tidak enak dan dianggap beda pilihan calon Kades.
Hal tersebut kemudian direspon positf oleh bakal cakades tersebut, dan pihaknya akan membantu dan memfasilitasi dalam proses pemindahannya, dengan minta tolong kepada para tetangga dekat dan keluarganya, untuk membantu kepindahan Mbah Dul ke rumah putranya yang kebetulan lagi kosong ditinggal bekerja di Kalimantan.
"Akhirnya Mabh Dul pindah ke rumah putranya tersebut," kata Kapolsek.
Dari keterangan Mbah Dul tersebut, lanjut Kapolsek, dapat disimpulan bahwa pemindahan Mbah Dul ke tempat rumah putranya tidak ada unsur pengusiran dan merupakan inisiatif Mbah Dul sendiri. Sementara bantuan warga saat proses pindahan (angkat barang), atas inisiatif dari para kerabat, tetangga dan pemuda desa, mengingat Mbah Dul tinggal seorang diri.
Selain itu, hubungan antara Mbah Dul dengan Suwarni yang merupakan kemenakannya, sebelumnya tidak ada permasalahan." kata kapolsek.
"Setelah Mbah Dul dengan Ibu Suwarni kami pertemukan, keduanya saling memaafkan. Permasalahan yang terjadi mungkin hanya kesalahpahaman, baik penyampaian yang disampaikan oleh Ibu Suwarni maupun mbah Dul. Permasalahan tersebut saat ini sudah selesai dan keduanya saling memaafkan," kata Kapolsek.
Di akhir keterangannya, Kapolsek bersama Forpimca Kapas memberikan penekanan kepada unsur Pemdes, BPD dan Panitia Pilkades, untuk bersikap netral dalam melaksanakan tahapan pilkades, sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku.
"Sampai saat ini situasi wilayah Desa Kumpulrejo dalam keadaan kondusif," kata Kapolsek. (red/imm)
Ilustrasi: Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan SIK MH saat hadiri Deklrasi damai Bakal Calon Kepala Desa Pilkades Serentak gelombang ketiga Tahun 2020 di Pendapa Kecamatan Baureno. Senin (20/01/2020)
Sabtu, 15 November 2025 09:30 WIB Oleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Peluang Bojonegoro Geopark untuk meraih UNESCO Global Geopark (UGGp) cukup besar, karena Bojonegoro mengangkat tema petroleum system paling ...
Selasa, 29 November 2022 10:00 WIB Oleh Imam Nurcahyo
"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...
Jumat, 28 November 2025 19:00 WIB Oleh Tim Redaksi
Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...