BPBD Bojonegoro Salurkan 3,1 Juta Liter Air Bersih ke 74 Desa Terdampak Kekeringan
Kebakaran Gudang Oven Tembakau di Sukosewu, Bojonegoro, Kerugian Capai Rp 60 Juta
Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda di DPRD, Bupati Setyo Wahono Minta RPIK Dorong Transformasi Ekonomi Non-Migas
Respon Cepat Laporan Warga, Dinsos Bojonegoro dan LMI Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Baureno
Tabrakan Motor di Sukosewu, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal di Rumah Sakit
25 September dalam Catatan Sejarah
Prakiran Cuaca 25 September 2026
Ribuan Warga Bojonegoro Semarakkan Jalan Sehat Haornas 2026
Tingkatkan Kompetensi, Guru SD-SMP di Bojonegoro Dilatih Internet of Things Digital 5.0
Resmi Beroperasi, TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi Warga
Penyakit Jantung dan Stroke Serap Anggaran BPJS Hingga Rp23 Triliun, PERKI Dorong Penguatan Deteksi Dini
6 ASN Purnatugas Bojonegoro Terima SK Pensiun
24 Daerah di Jawa Timur Darurat Kekeringan
Jangan Lewatkan Besok! Pemkab Bojonegoro Gelar Jalan Sehat dan Senam Massal Peringati HAORNAS 2026
Bupati Setyo Wahono Minta Status Kabupaten Layak Anak Tak Sekadar Regulasi di Atas Kertas
24 September dalam Catatan Sejarah
Berita Populer
Virus Corona
Pimpinan DPRD Blora Beri Klarifikasi Terkait Anggota yang Enggan Diperiksa Kesehatan
Jumat, 20 Maret 2020 20:00 WIBOleh Priyo SPd Editor Imam Nurcahyo
Blora - Setelah video aksi marahnya salah satu anggota DPRD Kabupaten Blora yang menolak menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Kesehatan, usai melakukan kunjungan kerja ke pulau Lombok menjadi viral, Pimpiman DPRD Kabupaten Blora akhirnya angkat bicara.
Wakil ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto menyebut tidak ada penolakan oleh anggota DPRD terhadap pemeriksaan antispasi penyebaran virus corona.
Saat dikonfirmasi sejumlah awak media pada Jumat (20/03/2020), terkait ada penolakan anggota DPRD Blora yang akan diperiksa suhu tubuhnya, Siswanto malah mengembalikan pertanyaan itu kepada awak media.
“Justru malah saya bertanya, dari mana dewan menolak dites dan dipriksa kesehatannya,’’ ujarnya, Jumat (20/03/2020)
Siswanto mengungkapkan, bahwa DPRD Kabupaten Blora mendukung sepenuhnya upaya pemkab dalam pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Blora. Bahkan saat berada di dalam bus, semua rombongan bersedia menjalani tes kesehatan oleh petugas.
"Secara prinsip kami welcome dengan antisipasi-antisipasi seperti ini. Bahkan saat di dalam.bus, kami sudah dicek satu- satu, dan itu tidak menjadikan masalah," tuturnya.
Hanya saja terkait penempatan tes kesehatan yang berada di Terminal Padangan (Bojonegoro). Siswanto memberi keterangan berbeda dengan Warsit. Saat kejadian, Warsit mengaku tidak tahu jika ada pemeriksaan di Padangan. Namun Siswanto mengaku pemeriksaan di Terminal Padangan tersebut atas kemauan anggota DPRD sendiri.
“Kita juga berisiatif ke sana,’’ katanya.
Pihaknya juga mengaku dengan senang hati untuk diperiksa kesehatannya. Sehingga menurutnya anggota dewan tidak ada yang menolak.
Lalu saat disinggung bagaimana dengan sikap Warsit dan anggota DPRD lain yang mengerumuni petugas kesehatan, yang mempertanyakan surat tugas dan undang-undang. “Itu bagian dari intonasi yang berbeda, artinya orang punya style yang berbeda,’’ kata Siswanto.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Lilik Hernanto mengatakan bahwa, pemeriksaan yang di tempatkan di Terminal Padagangan tersebut atas permintaan Ketua DPRD Blora.
“Mbah Dasum (Ketua DPRD) mintanya di Terminal Padangan,’’ ujarnya.
Menurut Lilik, Dinkes sendiri sudah menyiapkan pemeriksaan kesehatan di RSUD Cepu. Namun, pada Kamis (19/03/2020) pukul 16.00 WIB, Ketua DPRD Blora minta dipindah ke Terminal Padangan Kabupaten Bojonegoro, kemudian setelah beberapa orang anggota di cek, anggota dewan yang lain minta di cek di RSUD Cepu.
Lalu saat disinggung terkait sikap anggota DPRD Blora, pihaknya mengaku itu adalah kesalah pahaman.
“Itu kesalahpahaman. Jangan dibesar-besarkan,’’ kata Lilik Hernanto.
Sekda Blora, Komang Gede Irawadi menilai bahwa permasalahan tersebut sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang. Pihaknya pun mengaku akan melakukan evaluasi terhadap tata cara penyampaian tes kesehatan agar lebih bijak.
“Kita menyikapinya harus berpikir dewasalah. Jika memang prosedurnya kurang sesuai, kita akan evaluasi. Tidak perlu diperpanjang lah masalah itu. Karena memang kurang sesuai, nanti kita coba evaluasi yang lebih baik," kata Komang Gede Irawadi.
Sebelumnya, anggota DPRD Blora marah ketika akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Kesehatan usai menjalani kunjungan kerja ke pulau Lombok, Kamis (19/03/2020). Padahal pemeriksaan ini merupakan prosedur yang telah ditetapkan Pemkab Blora kepada warga yang datang dari luar kota, sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus corona. (teg/imm)
Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...
Selasa, 29 November 2022 10:00 WIB Oleh Imam Nurcahyo
"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...
Rabu, 09 September 2026 11:00 WIB Oleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...
Sabtu, 19 September 2026 19:00 WIB Oleh Tim Redaksi
Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...