Bupati Blora Hadiri Peringatan 119 Tahun Perjuangan Samin Surondiko
Senin, 16 Maret 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora - Peringatan 119 tahun perjuangan Samin Surondiko atau yang dikenal sebagai Mbah Samin Surosentiko berlangsung khidmat di Pendopo Pengayoman Mbah Samin Surondiko, Desa Plosokediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Minggu (15/03/2026). Dengan mengusung tema Nyawiji Guyub Nutugno Lakon, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dalam melanjutkan nilai-nilai luhur perjuangan tokoh legendaris tersebut.
Acara ini dihadiri oleh ratusan Sedulur Sikep yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Blora, Bojonegoro, Ngawi, Pati, Grobogan, Madiun, Ponorogo, hingga Rembang. Kehadiran lintas wilayah ini menunjukkan kuatnya ikatan batin para pengikut ajaran Samin di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak siang hari yang diisi dengan Timbang Gunem atau cocokan lakon serta srawung adam timur. Memasuki malam hari, suasana menjadi semakin sakral dengan digelarnya Lamporan dan suluh samin. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan tradisi Brokohan atau makan bersama sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan yang kokoh.
Salah satu sesepuh Samin asal Pati, Gunretno, menjelaskan bahwa peringatan perjuangan Mbah Samin ini rutin diperingati di lokasi tersebut setiap setahun sekali sejak tahun 2022. Ia terus mengajak seluruh sedulur untuk membuktikan nilai perjuangan Mbah Samin secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Rangkaian acara dimulai sejak siang hari dengan Timbang Gunem atau cocokan lakon, srawung adam timur. Pada malam harinya, digelar Lamporan dan suluh samin dan ditutup dengan tradisi Brokohan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan,” ucap Gunretno. Ia juga berharap agar kegiatan ini mampu memberikan pemahaman sejarah yang dapat diteruskan oleh generasi muda saat ini.
Bupati Blora, H. Arief Rohman, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya peringatan sejarah tersebut. Ia menyatakan kekagumannya terhadap semangat Sedulur Sikep dalam menjaga warisan leluhur.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora sangat mengapresiasi sedulur semua yang masih uri-uri tradisi yang menurut saya luar biasa,” ujar Bupati Arief.
Pria yang akrab disapa Mas Arief tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pelestarian ajaran Mbah Samin Surondiko. Ia bahkan bercerita pernah berkunjung ke Sawahlunto, tempat pengasingan tokoh tersebut, sebagai bentuk penghormatan dan pendalaman sejarah.
“Saya juga pernah ke Sawahlunto, kita ingin apa yang jadi peninggalan bisa dipertahankan dan tentunya ajaran-ajaran apa yang perlu dilakukan tentunya harus dilestarikan karena ini kekayaan milik kita,” tuturnya.
Bupati menambahkan bahwa sebagai bentuk penghormatan resmi, nama Samin Surosentiko telah diabadikan pada beberapa fasilitas publik di Blora, seperti Gedung Samin Surosentiko dan RSUD Randublatung Samin Surosentiko. Ia juga mendorong agar literasi mengenai sejarah Samin diperbanyak agar bisa diakses oleh anak sekolah di perpustakaan.
“Terima kasih pada yang sudah datang di acara ini baik dari Blora maupun luar Blora, dan saya harap kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya. Kita berharap sejarah perjuangan ini bisa dibukukan dan menjadi literasi bagi anak-anak sekolah di Blora,” pungkas Bupati Arief.
Selain diisi dengan diskusi dan ritual tradisi, acara peringatan ini juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi tentang Samin oleh salah satu warga yang hadir, menambah nuansa emosional dalam mengenang perjuangan sang tokoh.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
































.md.jpg)






