Jelang Idul Fitri, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bansos Rp 14,15 M bagi Ribuan Keluarga Rentan
Sabtu, 14 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial bagi warga yang membutuhkan. Memasuki bulan Maret 2026, bantuan sosial senilai total Rp 14,15 miliar resmi disalurkan kepada ribuan keluarga rentan. Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam menyambut momen Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan dengan prinsip ketepatan sasaran. Pihaknya melakukan pemadanan data menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Bagi warga yang belum terakomodasi dalam penyaluran tahap ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan pencairan pada tahap berikutnya melalui Perubahan APBD.
"Dari sekian banyak bantuan sosial ini kami memadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya agar bantuan ini tepat sasaran. Menyambut Hari Raya Idul Fitri, sejumlah Rp 14,15 miliar ini cair di Maret dan jika masih ada yang belum terkaver akan ada pencairan tahap selanjutnya di P-APBD," jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo, Kamis (12/3/2026) saat acara di Pendopo Kecamatan Kasiman.
Terdapat delapan kriteria penerima manfaat dalam program bantuan sosial tahun anggaran 2026 ini, di antaranya adalah anak yatim, piatu, dan yatim piatu terlantar non-panti, penyandang disabilitas, penderita penyakit kronis, serta warga lanjut usia yang hidup sebatang kara. Besaran bantuan yang diterima bervariasi tergantung pada kategori penerima, dengan mayoritas bantuan berkisar antara Rp 900 ribu hingga Rp 2 juta per orang.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono sebelumnya telah menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban moral untuk memastikan keluarga rentan mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak. Dalam hal ini, peran kepala desa menjadi sangat krusial untuk memastikan data yang dikirimkan ke pemerintah kabupaten merupakan data riil dan akurat sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya.
Salah satu penerima manfaat, Munir, warga Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sebagai wali dari salah satu anak piatu, ia mengaku terbantu dengan adanya program bantuan sosial ini. Ia berharap agar program kepedulian seperti ini terus berlanjut karena memberikan dampak nyata dan manfaat bagi kebutuhan sehari-hari anak-anak serta warga yang membutuhkan.
































.md.jpg)






