DPRD Bojonegoro Desak Satgas Pangan Pantau Stabilitas Harga Gabah Petani
Kamis, 12 Maret 2026 18:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Komisi B DPRD Bojonegoro meminta Satuan Tugas Pangan dan pemerintah daerah segera melakukan langkah nyata untuk menstabilkan harga gabah di tingkat petani. Desakan ini muncul menyusul adanya laporan mengenai harga gabah yang berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah di sejumlah wilayah selama musim panen raya.
Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, menyatakan bahwa negara harus hadir memberikan perlindungan kepada petani agar tidak merugi saat masa panen. Salah satu solusi utama yang ditawarkan adalah mendorong Perum Bulog untuk melakukan penyerapan gabah secara langsung dari petani tanpa melalui perantara atau tengkulak.
"Harapan kami pemerintah, dalam hal ini Bulog, segera melakukan pembelian gabah sesuai HPP dan membeli langsung dari petani. Kalau membeli dari tengkulak, pasti petani yang kalah," kata Sigit Kushariyanto pada Rabu(11/03/2026).
Menurut Sigit, pembelian langsung oleh Bulog memiliki peran strategis dalam mengendalikan harga agar tidak terus merosot. Ia menilai fluktuasi harga yang terjadi saat ini tidak memiliki alasan teknis yang jelas karena kondisi cuaca di wilayah Bojonegoro tergolong cukup mendukung bagi hasil panen yang berkualitas.
Politisi Partai Golkar tersebut menduga penurunan harga gabah di pertengahan masa panen lebih disebabkan oleh permainan mekanisme pasar oleh pihak-pihak tertentu. Oleh sebab itu, Satgas Pangan Kabupaten Bojonegoro diminta segera turun ke lapangan untuk memastikan harga di tingkat produsen tetap mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 sebesar Rp6.500 per kilogram.
"Kami berharap Satgas Pangan turun melakukan pengawasan agar petani merasa aman dan nyaman," tegas Sigit.
Selain aspek pengawasan harga, Komisi B juga menyoroti kendala teknis terkait ketersediaan alat mesin pertanian. Sigit meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro melakukan intervensi dengan memfasilitasi peminjaman mesin panen atau kombain kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani agar proses distribusi hasil panen lebih lancar dan tidak menekan harga jual.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Umar Said, menyatakan bahwa pihaknya telah membuka peluang bagi petani perorangan maupun kelompok tani untuk menjual gabah langsung ke Bulog. Ia menegaskan komitmen institusinya untuk menyerap hasil panen sesuai dengan regulasi harga yang ditetapkan pemerintah.
"Bulog berkomitmen hadir untuk petani," ujar Umar Said.
Ia juga menyarankan petani untuk berkoordinasi dengan pendamping di lapangan seperti Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan guna mempermudah proses administrasi penjualan gabah ke gudang pemerintah.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






