Kurangi Volume Sampah ke TPA, Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro Perkuat Peran Bank Sampah
Sabtu, 14 Maret 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro kini tengah memfokuskan strategi pengelolaan limbah rumah tangga dengan menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperpanjang usia pakai TPA melalui manajemen pengelolaan sampah yang lebih terpadu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Luluk Alifah menyampaikan bahwa strategi utama yang dijalankan adalah dengan mendorong optimalisasi operasional bank sampah di tingkat masyarakat. Penguatan ekosistem bank sampah dipandang sebagai solusi efektif karena mampu memilah limbah bernilai ekonomis sejak dari sumbernya. Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga, beban operasional TPA dapat berkurang secara signifikan.
Luluk Alifah mengatakan, target pengurangan sampah tahun ini dipatok sebesar 63,41 persen sesuai dengan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada).
"Kami terus mendorong optimalisasi Bank Sampah di tiap wilayah agar sampah sudah terpilah sebelum sampai ke TPA," ujar Luluk Alifah saat memberikan keterangan, Jumat (13/03/2026).
Luluk menegaskan, DLH Bojonegoro terus memberikan pendampingan teknis kepada pengelola bank sampah agar pelayanan kepada warga bisa lebih maksimal. Selain mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, dinas juga mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini dengan program kebersihan lingkungan lainnya. Hal ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif warga untuk meminimalisir produksi sampah dari lingkungan terkecil.
"Kunci utama kesuksesan program ini adalah partisipasi aktif masyarakat. Kami menghimbau warga untuk mulai memilah sampah dari rumah, terutama untuk memisahkan sampah organik dan sampah anorganik,” terangnya.
Pengelolaan sampah yang lebih modern dan partisipatif menjadi target jangka panjang pemerintah daerah. Melalui pola kerja yang melibatkan masyarakat, pemerintah optimistis bahwa target pengurangan volume sampah ke TPA bukan sekadar wacana. Keberadaan bank sampah yang aktif dan dikelola dengan profesional terbukti mampu mengubah paradigma warga terhadap limbah, dari yang tadinya dianggap barang tidak berguna menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Selain mengoptimalkan peran bank sampah, pemerintah daerah juga terus memantau kinerja di lapangan guna memastikan kebijakan pengurangan limbah berjalan sesuai standar. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola bank sampah menjadi kunci keberhasilan Bojonegoro dalam menciptakan kota yang lebih bersih, hijau, dan tertata dengan baik di masa mendatang.
































.md.jpg)






